Beautiful Gumiho

Beautiful Gumiho
Hukuman



Pagi menjelang, dua sejoli tak terusik sama sekali, Go Nana berubah menjadi rubah. Namun tiba-tiba ada suara ketukan pintu.


Tok...tok..


Kang Joon tetap tak bergeming.


Tok...tok..


"Sial, mengganggu tidurku saja." Batin Kang Joon.


"Astaga Go Nana bangun, pasti itu kakek." Sambil berjingkat berdiri mondar-mandir.


"Eh... aku masih ngantuk Kang Joon."


"Bangunlah, dan kenapa kau berubah jadi rubah?"


"Mungkin tak punya tenaga, mengingat tadi malam ada yang mengacaukan acara makanku."


"Cepat berubah lah, ada kakek."


"Kenapa lagi pula pula para pelayan sudah tahu kalau aku rubah."


"Bukan karena itu." Sambil mondar mandir tak jelas.


"Oke, aku tahu." Berubah dan menuju pintu.


Melihat Go Nana yang mulai membuka pintu, dengan sigap Kang Joon sembunyi di bawah kasur.


"Sial, aku seperti maling saja." Gumam Kang Joon.


"Maaf Nona Go, mengganggu tidur mu."


"Tak apa, ada apa kek."


"Bersiaplah kita akan makan bersama, para pelayan sudah menyiapkan pesanan yang kau minta kemarin."


"Baiklah kek, aku ke kamar mandi dulu."


"Tunggu nona Go." Sambil masuk ke dalam kamar dan melirik kesana kemari.


"Cucu lakna* itu memang tak jera." Sambil menghela napas kasar.


"Ada apa kek." Sambil berdiri di depan pintu kamar mandi dan menoleh.


"Tidak apa-apa, aku tunggu di meja makan."


Karena Kang Young sudah pergi, akhirnya Kang Joon keluar. Dan Go Nana membersihkan diri di kamar mandi.


"Aman." Gumam Kang Joon.


"Go Nana, aku keluar dulu." Sambil membuka pintu kamar.


"Eh... kakek." Sambil tersenyum manis.


"Sepertinya peringatanku kau hiraukan Kang Joon." Ujar Kang Young dengan nada marah.


"Aku cuma menyuruh Go Nana bangun."


"Benarkah!, bukan kah kau sembunyi di bawah kolong ranjang."


"Bagaimana kakek bisa..."


"Aku tahu, karena kau kurang pintar bersembunyi, jubahmu saja kelihatan."


"Astaga, sial.. bodoh sekali kau Kang Joon." Batin Kang Joon sambil menepuk jidatnya.


"Kemari kau, sambil menjewer telinganya."


"Sakit kek hentikan, au..."


Kang Young menyeret Kang Joon dengan menjewer telinganya. Para pelayan pun menahan tawa melihat mereka.


Kang Youn membawa masuk Kang Joon ke perpustakaan.


"Atur ulang buku itu, hari ini harus sudah selesai, jika tidak hukuman mu bertambah."


"Tapi kek, aku ada kuliah hari ini."


"Jangan berbohong, aku tahu jadwal mu hari ini." Ujar Kang Young.


Brak..


Pintu di tutup kasar oleh Kang Young. Kang Joon pun berjingkat kaget.


"Kakek....." Teriak Kang Joon.


"Sial, hukuman ini harus cepat aku selesaikan, hari liburku tak boleh terganggu."


Sebenarnya Kang Joon berencana menemani Go Nana untuk pergi jalan-jalan ke taman bermain. Karena Kang Joon tahu. Go Nana pasti sangatlah kesepian. Mengingat Kang Joon selalu pergi mengurusi sekolahnya.


"Ah... aku mulai dari mana, banyak sekali, padahal ini sudah rapi."


Namun tiba-tiba kakek Kang Joon datang lagi.


"Urutkan sesuai tanggal dan tahunnya, jangan harap bisa makan kalau belum selesai." Ujar Kang Young.


"Astaga, kenapa kakek tidak mengetuk pintu." Sambil mengelus dadanya.


Kang Young pun keluar perpustakaan, dan menuju ke ruang makan. Sedangkan Kang Joon hanya mendengus kesal melaksanakan hukumannya.


"Dengar kakek, hukuman ini tak seberapa, aku tetap akan tidur dengan Go Nana." Gumam Kang Joon