
Kang Young sangatlah khawatir. Dia seperti tahu apa yang terjadi. Sejak tadi Kang Young menanti Kang Joon dan Go Nana pulang. Bahkan dia sudah menyuruh anak.buahnya untuk mencari mereka. Namun tiba-tiba ada cahaya yang berwarna merah.
Cring....
Bruk....
Keduanya ambruk.
Bomm...
Tiba-tiba asap keluar. Go Nana menjadi rubah merah kecil. Dia kehabisan tenaga. Sedangkan Kang Joon masih pingsan karena pengaruh obat.
"Astaga.... nona Go apa yang terjadi." Tanya Kang Young panik.
"Macan kumbang siala* itu membuat aku kehilangan banyak energi." Sambil duduk kembali.
"Palayan Jo, bawa Kang Joon ke kamarnya." Titah Kang Young.
Jo Han langsung membawa Kang Joon ke kamarnya.
"Sebentar lagi dia sadar, dia cuma di bius." Ujar Go Nana.
"Ini yang aku khawatirkan, jika kalian pergi lama-lama."
"Semua di luar dugaan kakek, keberadaanku sudah di ketahui oleh macan kumbang. Sebentar lagi semua siluman pasti akan mengejarku. Aku yang saat ini sangatlah lemah. Hanya makanan yang menjadi sumber tenagaku. Jika aku kelaparan kekuatan ku tak bisa muncul banyak." Papar Go Nana.
"Kalau begitu. Nona Go harus mengisi tenaga. Aku akan berikan daging berkualitas untuk nona Go."
"Kakek, aku akan menunggu di kamar Kang Joon." Sambil berdiri dan berlari ke kamar Kang Joon.
Wujud rubah Go Nana sangatlah imut dan cantik. Dirinya seperti mempunyai daya tarik tersendiri. Karismatik yang di keluarkannya sungguh berbeda. Bila kekuatannya keluar dalam bentuk gumiho. Dia seperti seorang ratu dari segala ratu.
Setelah Go Nana pergi ke kamar Kang Joon. Kang Young pergi ke dapur untuk meminta para pelayannya memasak daging sapi berkualitas tinggi.
---------
Yun Shan berdiri di depan cendela kamarnya. Dia sangatlah senang bertemu dengan Go Nana. Kali ini dia tak akan membiarkan Go Nana lolos. Meski menggunakan cara kasar sekalipun.
"Apa yang kau pikirkan Yun sayang." tanya seorang wanita yang memakai pakaian seksi.
"Diam lah mina, jangan mencampuri urusan pribadiku." Peringat Yun Shang.
"Dengar... semua urusanmu, adalah tanggung jawabku juga." Sambil memeluk dari belakang.
"Aku tidur denganmu beberapa kali, bukan untuk mengendalikanku Mina. Jaga Batasanmu." Sambil melepaskan pelukan Minna.
Choi Mina sangat kesal. Dia tak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini selama dengan Yun Shang.
Choi Mina adalah salah satu dari sekian wanita yang menjadi penghangat ranjang milik Yun Shang. Dia merupakan salah satu murid populer di kampus Yun Shang. Yang artinya kampus Kang Joon juga.
"Aku hanya peduli padamu Yun." Sambil bergelayut manja.
Yun Shang sangat lah risih karena Choi Mina merasa di atas awan sebab dia sudah beberapa kali tidur dirinya. Choi Mina terlalu lama berkencan dengannya, sehingga dia berani berbuat lebih.
"Pergi dari sini. Setelah ini aku tak mau melihatmu. Jangan pernah mendekati ku baik di kampus maupun di luar kampus." Sambil mendorong Choi Mina sampai jatuh.
"Au... Yun sakit. Kau memutuskan hubungan kita." Teriak Choi Mina.
"Aku tak butuh uang ini Yun. Yang aku butuhkan adalah bersama mu."
"Jangan berlebihan jalan*, kau tak pantas bersanding denganku. Dengar itu adalah harga yang pantas untukmu." Sambil jongkok dan mencerengkam kuat dagu Choi Mina."
Choi Mina menangis tersedu-sedu. Dia sangat mencintai Yun Shang. Tapi apa balasan yang dia dapat. Sebuah penghinaan.
-----------
Go Nana mengamati setiap sudut wajah Kang Joon. Dia berpikir bahwa wajah Kang Joon sungguh tak asing. Seperti pernah bertemu. Tapi di mana. Ingatannya sebagai manusia menghilang selama jadi gumiho. Dia tak bisa mengingat dengan jelas wajah di setiap kepingan ingatannya. Wajah yang nampak hanya wajah buram saja.
Tok...tok...
"Nona... ini makanannya."
"Taruh saja disana pelayan Jo."
Go Nana melompat dari kasur dan berubah jadi manusia. Wajahnya sangat pucat sekali.
"Nona tidak apa-apa."
"Tidak, aku hanya lemas, kau boleh keluar."
Jo Han pun segera keluar dari kamar Kang Joon. Setelah Jo Han keluar. Go Nana makan dengan lahap sampai habis.
"Astaga.... kenyangnya. ah.. tubuhku jadi bugar kembali."
"Uh...." Suara Kang Joon
"Kang Joon, kau sudah sadar." Sambil berlari menuju Kang Joon.
"Dimana aku."
"Dikamar mu."
"Yun Shang itu tak membuatmu terluka kan." Bangun dari ranjang dan memegang tubuh Go Nana.
"Tenanglah, kita sudah aman."
"Syukurlah, maaf aku tak bisa menjagamu." Sambil menundukkan kepala.
"Kang Joon, jangan seperti itu. Jika kau tak bisa menjaga ku. Aku bisa melindungimu."
"Seharusnya pria yang melindungi wanita, bukan wanita yang melindungi pria."
"Jangn menundukkan kepalamu. Aku bukan manusia Kang Joon, aku punya kekuatan. Kau cuma manusia biasa. Pantas bila aku melindungi."
"Go Nana... kadang kata-katamu bijak sekali." Sambil mengangkat kepala dan berdiri memeluk Go Nana.
"Biarkan lah seperti ini dulu. Sungguh sangat nyaman." Bisik Go Nana.
"Ya.. kali ini aku akan membiarkanmu memeluk ku."
Tanpa mereka sadari, ada yang mengintip mereka di balik pintu kamar.
"Aku harap langit adil pada mereka." gumam Kang Young.