
Mereka bertiga sudah sampai di Unversitas Soul. Kampus Kang Joon dan Oh Gil Han. Untuk kedua kalinya Go Nana menginjak kan kakinya di kampus ini. Semua mata memandang ke arah Go Nana.
Para gadis berteriak memanggil Kang Joon.
"Kenapa mereka berteriak? Buat kepala pusing saja."
"Apa kau tak tahu. Kang Joon terkenal diantara para gadis."
Go Nana pun melirik Kang Joon. Astaga.... kenapa dengan muka flat dingin milik Kang Joon. Berbeda sekali saat mereka bersama.
"Ada apa dengan nya. Kurasa ada yang aneh dengan Kang Joon."Bisik Go Nana pada Oh Gil Han.
"Seperti itulah saat dia di luar. Kau belum mengenal sepenuhnya."
Kang Joon pun berhenti. Menatap Oh Gil Han dengan tajam.
"Jangan mengajari Go Nana yang tidak-tidak."
"Hei... aku memberitahu yang sebenarnya. Sudah kau ke ruangan tuan Park sana. Aku akan berdua dengan Go Nana."Sambil mengibaskan tangan.
"Sial..! Kenapa aku tak sadar kalau Oh Gil Han mencari kesampatan dengan cara ini." Batin Kang Joon.
Dengan berat hati. Kang Joon meninggalkan mereka berdua. Dia menuju ruangan tuan Park.
Tok Tok
"Masuk."
"Apa kabar tuan Park."Sambil duduk di sofa.
"Aku belum mempersilahkanmu duduk."
Tuan Park bukan seperti dosen lain nya. Dia seperti seumuran dengan mahasiswanya. Tapi tak ada yang tahu berapa umurnya. Banyak para mahasiswi yang mengagumi nya.
"Sungguh menyebalkan. Dosa apa aku sehingga dapat Park Yon Shik."
"Mana benda yang kau buat penelitian."Sambil menghampiri Kang Joon.
Kang Joon menyerahkan tusuk rambut kepada tuan Park. Tuan Park menerima benda tersebut. Dia melihat dengan sangat teliti.
"Dari mana kau dapat benda ini."Sambil mencari gulungan.
"Hais.... aku harus jawab apa. Milik teman ku. Apa aku jujur saja. Tidak..?" Sambil mengacak rambutnya frustasi.
"Dari hutan keramat."Jawabnya ragu.
"Tak kusangka kau bisa keluar hidup-hidup dari sana."Sambil memberikan gulungan yang berwarna merah.
"Bukalah."
Betapa terkejutnya Kang Joon melihat Lukisam yang ada di gulungan itu. Lukisan itu sama persis dengan Tusuk gambar yang dia bawa.
"Di sini ada ukiran nama Kim Hye Rin. Itu artinya ini milik tuan putri kerajaan Joseon."
"Apa."
"Ternyata kau tidak menyadari benda yang kau temukan sendiri."
"Bukan begitu. Saya belum melihat nya secara teliti."Bela Kang Joon.
"Pergilah... besuk aku akan memberikan tusuk rambut ini kepadamu."
"Tapi tuan Park."
"Kau ingin lulus apa tidak."
"Baiklah."Sambil keluar pintu.
Sebenarnya Kang Jooon sangat tak rela kalau tusuk rambut Go Nana di bawa oleh Park Yon Shik. Tapi apa daya dia harus merelakan nya. Toh cuma sehari.
Sepeninggalan Kang Joon. Park Yon Shik menghubungi seseorang melalui telepatinya.
"Tuan... ada sesuatu yang ingin saya sampaikan."
Wus
Cring
Sosok itu telah muncul dengan menggunakan jubah mandinya.
"Kau mengganggu kesenangan ku Yon Shik."
"Maaf tuan."Sambil menyerahkan tusuk rambut.
"Hem.... bau ratuku. Dari mana kau dapat benda ini. Apa dari Kang Joon."Tebak Yun Shang.
"Tuan sudah tahu."
"Tentu saja. Aku ingin menemuinya. Dia disini."Sambil menghilang dan membawa tusuk rambut milik Go Nana.
"Hais... kenapa tuan membawa tusuk rambutnya. Aku kan sudah janji dengan Kang Joon untuk memberikannya besuk."Gumam Park Yon Shik