Beautiful Gumiho

Beautiful Gumiho
Pisah ranjang



Kaang Joon menyeret Go Nana menuju mobil untuk segera pulang. Namun Go Nana enggan untuk pulang.


"Aku tak mau pulang Joon, festival nya belum selesai."


"Jangan berdiri saja di depan pintu, ayo masuk." Sambil membuka pintu mobil dan mendorong Go Nana.


Go Nana mendengus kesal, dia menggedor pintu mobil. Kang Joon yang melihat itu hanya bisa pasrah. Dia akhirnya masuk mobil.


"Dengar kan aku, besuk ku siapkan daging ayam panggang se baskom. Kau habiskan semua. Jangan marah lagi." Bujuk Kang Joon.


Go Nana yang mendengar bujuk kan Kang joon hanya diam dan melipat dua tangannya. Bibirnya mengerucut komat kamit tak jelas. Tingkah Go Nana membuat Kang Joon tertawa.


"Ha...ha..ha.. Lihat bibir mu seperti pant*t ayam."


Seketika Go Nana menoleh.


"Hei... aku bukan ayam, aku rubah. Lebih terhormat dari ayam." Elak Go Nana.


"Nah gitu! jangan marah lagi, kalau kau diam aku jadi bingung, lebih baik sekarang kita pulang. Aku yakin tua bangka itu pasti menunggu kita."


Go Nana tak menjawab, dia memilih diam menuruti keinginan Kang Joon. Kang Joon melajukan mobilnya membelah jalanan.


Saat tiba di rumah, lampu rumah sudah mati. Berarti sang kakek sudah tidur. Aman tak ada omelan yang menyakitkan telinga nya. Tak ada jeweran dan pukulan. Kang Joon mengelus dada senang yang artinya bersyukur.


Ketika pintu rumah di buka, mereka berjalan perlahan. Tiba-tiba lampu menyala. Kang Joon dan Go Nana Kaget.


"Bagus sekali, pergi tak pamit, pulang mau seperti maling. Mengendap-endap tak jelas." Ucap Kang Young.


"Eh.. kakek, aku hanya..."


"Hanya apa hem, dasar anak nakal." Sambil mencubit lengan cucunya.


"Sakit kek, kau menyiksa ku."


"Jo Han. Antar nona Go ke kamarnya."


"Baik tuan sepuh."


"Kakek keterlaluan, cubitannya keras sekali."


"Diam, kau tahu di luar sangat bahaya, jangan sampai kau keluar dengan nona Go tanpa seijin ku, mengerti!"


Kang Joon hanya mengangguk pasrah, dia berjalan ke arah kamarnya dengan gontai. Malam ini dia tak tidur dengan Go Nana. Tak ada benda lembut yang siap di pegangnya. Aiss mengingat benda lembut itu membuat Kang Joon ketagihan. Baru kali ini dia menyentuh benda sensitif milik wanita.


Kang Young yang melihat cucu nakalnya mulai memasuki kamarnya hanya menghela napas kasar dan menggelengkan kepalanya.


"Hais dasar cucu satu sulit di atur." Batin Kang Young.


Saat ke dua sejoli berada di kamar yang terpisah mereka memikir kan kejadian-kejadian yang baru saja mereka alami.


Go Nana sangat senang, dia bisa pergi ke festival budaya. Apa lagi er... Kang Joon memciumnya, mengingat itu dia sangatlah malu.


Sedangkan Kang Joon sendiri berfikir, seperti ada yang kurang pada dirinya. Dia gelisah tak bisa tidur, karena Go Nana tak berada di sampingnya. Padahal cuma tidur semalam dengan Go Nana saja. Itu sudah membuat Kang Joon ketagihan ingin tidur dengan Go Nana. Yang jelas Kang Joon tak mau pisah ranjang dengan Go Nana. Dia sudah nyaman tidur seranjang dengan Go Nana.


Sungguh membuat Kang Joon Frustasi. Dia sampai berguling-guling tak jelas kaya guling. Dia mencoba menutup matanya tapi hasil nya nihil. Akhir nya dia memutuskan menghampiri kamar Go Nana. Sampai di pintu kamar dia kesal karena pintunya tak bisa di buka.


"Kakek...." Sambil berteriak keras. Teriak aja. wong kamarnya kedap suara.


"Sial." Batin Kang Joon


Kang Young yang mendengar seseorang sedang berusaha membuka pintu kamar tertawa sambil menutup mulutnya. Agar tidak kedengaran oleh para pelayan.


"Dasar cucu lakn*t. Aku tahu jalan pikiranmu, rencanamu ku gagalkan. Hi...Hi...Hi.." Melenggang pergi dan masuk kamarnya.