
Mereka masih berpelukan satu sama lain. Keheningan hanya menyelimuti keduanya. Kang Joon melepaskan pelukannya dan mendekati wajah Go Nana untuk menyelipkan rambutnya ke belakang tellinga kirinya. Suara jantung ke duanya sedang beradu. Semakin Kang Joon mendekati wajah Go Nana maka Go Nana menutup mata nya. Go Nana berharap Kang Joon menciumnya. Namun tidak terjadi apa-apa. Dia akhirnya membuka mata nya.
"Ha...ha.. kau berharap ku cium." Ejek Kang Joon.
"Tidak... Siapa bilang." Elak Go Nana sambil memalingkan muka.
Go Nana sungguh sangat malu. Wajahnya sudah seperti kepiting rebus. Kang Joon gemas melihat Go Nana yang seperti itu.
Cup
Go Nana melotot, Kang Joon mencium pipi kirinya. Tanpa sadar dia menyentuh pipinya. Dan menatap Kang Joon.
"Hei... Kang Joon. Kenapa kau menciumku." Sambil menunjuk ke arah Kang Joon.
"Aku hanya mengabulkan angan-anganmu."
"Aku tidak berangan-angan hal mesum seperti itu."
Kang Joon tersenyum. Dia menoleh ke arah meja depan ranjangnya. Ada daging. Kebetulan dia sangat lapar. Karena lapar dia menghampiri daging itu dan ingin memakannya.
"Kau mau apa, itu punyaku."
"Aku sungguh sangat lapar, Ku makan ya.. lagian pasti kau sudah habis banyak." Sambil pasang wajah memelas
"Iya... tapi jangan di habiskan, aku ke kamar mandi sebentar."
Kang Joon hanya diam dan memulai aktivitas makan nya. Sungguh daging ini memang sangat lezat. Karena lapar tak sadar Kang Joon menghabiskannya.
Go Nana keluar dari kamar mandi. Dia kaget dagingnya habis tak tersisa.
"Ya.... Kang Joon kenapa kau menghabiskannya."
"Aku tidak...."
Oh tidak... daging Go Nana benar-benar habis. Matilah dia sekarang. Tapi dia punya akal untuk terbebas dari amukan Go Nana.
"Maafkan aku, benar aku tak sengaja menghabiskannya."
"Tunggu .... Go Nana, oke aku salah. Aku akan tanggung jawab."
Tak ada jawaban. Go Nana tetap berjalan tanpa henti.
Tanpa pikir panjang lagi. Kang Joon menghampiri Go Nana. Dan bom.....
Kang Joon meluma* bibir Go Nana hingga tak tersisa. Bahkan dia mendorong Go Nana ke arah tembok. Belum ada respon dari Go Nana. Karena Go Nana masih dalam mode setengah sadar. Setelah Kang Joon berhenti Go Nana menatap Kang Joon. Dia mengalungkan leher ke dua tangannya untuk memimpin ciuma* mereka.
Kang Joon memegang pinggang Go Nana agar memperdalam ciuman mereka. Lumata* demi lumata* mereka nikmati sampai puas. Hanya bunyi decak ciuman yang terdengar di ruangan mereka.
Karena sudah puas mereka akhirnya melepaskannya. Bibir keduanya bergetar. Napas mereka terengah-engah. Mereka saling berpelukan.
"Bibirmu sangat manis Go Nana." Ungkap Kang Joon jujur.
"Kau mencium ku lagi, ini sudah kedua kalinya."Sambil malu-malu
"Kau keberatan."
"Tidak! Hanya saja, terlalu mendadak."
"Dengar. . ! Sepertinya aku menyukaimu."
Go Nana diam mematung. Kang Joon menyukainya. Apakah benar.
"Lupakan. Hanya bercanda, reaksimu berlebihan. Aku ke kamar mandi dulu."
Kang Joon pergi ke kamar mandi. Dia bergumam tak jelas.
"Astaga... Aku melakukan nya. Dasar mulut ini kenapa bicara seperti itu. Pasti dia akan marah padaku."Gumam Kang Joon sambil berkaca.
Sementara itu Go Nana masih diam di tempat. Dia berpikir mengenai perkataan Kang Joon tadi. Go Nana tahu bahwa Kang Joon tidak berbohong dengan perasaan nya.
"Aku harus menjauhi nya. Demi kebaikan nya." Gumam Go Nana