
Akhirnya Kang Joon memilih untuk membawa rubah itu. Tapi dengan syarat. Rubah itu harus berubah menjadi rubah kecil.
Flasback
Dengan langkah pasti Go Nana menghampiri Kang Joon.
"Aku yakin, kau pasti akan mengajakku. Jangan di pikirkan lagi. Ayo kita pergi." Sambil menggandeng tangan.
"Tunggu dulu, kau mau ikut denganku dengan wujud seperti ini, berubahlah jadi rubah kecil. Aku pasti akan mengajakmu."
Kaget, itulah yang dirasa oleh Go Nana. Dirinya yang cantik disuruh berubah jadi rubah peliharaan. Yang benar saja. Ini jelas mencoreng citranya.
Dulu, dia adalah seorang putri kerajaan. Karena kesombongannnya, dia di kutuk oleh seorang nenek. Nenek yang tak tahu asal usulnya. Semenjak itu hidupnya berubah. Dia mengasingkan diri di hutan ini. Awalnya dia ragu, karena banyak para siluman di hutan ini. Tapi karena kekuatan yang di milikinya, dia berhasil mengusir para siluman itu. Selama ribuan tahun, dia tak pernah keluar dari hutan ini. Karena tak ada manusia yang berani masuk ke dalam hutan. Ketika dia mencium keberadaan manusia, dia sangat senang.
Mau tak mau Go Nana berubah menjadi rubah kecil yang mempesona dan juga imut...errr
"Kau imut sekali, setiap hari saja seperti ini. Dengar... kalau kau menjadi rubah kecil, pasri kakek tak akan curiga kalau kau Gumiho."
Go Nana tersipu malu.
"Aku memang imut, tapi aku lebih cantik lagi bila jadi manusia." Batinnya.
Flasback And
Kang Joon berjalan keluar hutan sambil menggendong rubah merah itu. Karena hutan yang baru dia masuki tidak begitu dalam, Kang Joon pun dapat melihat mobilnya yang berada di pinggir hutan.
Hutan keramat sangatlah seram jika malam tiba. Untung Kang Joon cepat keluar hutan. Dia segera masuk kedalam mobilnya. Sang rubah yang merasa nyaman di gendongan Kang Joon hanya menggeliat. Karena tidak tahan dengan keimutannya Kang Joon tanpa sadar mencium rubah itu.
Astaga... apa dia sudah gila, mencium hewan. Ingat dia gumiho.
Dengan melaju cepat membelah jalanan, Kang Joon menyetir dengan lihai. Sesekali dia melirik rubah yang sedang tidur di samping dirinya. Tak terasa dia sudah sampai di Seol. Sebentar lagi dia sampai rumah.
Kakeknya pasti menunggu kedatangannya. Rumah megah milik keluarga Kang sangat mencolok. Desain yang unik selalu menjadi ciri kas rumah itu sendiri.
Ada dua patung Gumiho yang ada di depan pintu utama. Kadang Kang Joon bingung. Kenapa mesti ada patung rubah disana. Dia tak mengerti jalan pikiran kakeknya.
Dengan hati-hati, Kang Joon menggendong Go Nana. Go Nana tak terusik sama sekali.
Kang Joon membuka pintu rumahnya perlahan.
kriiiiettttt.....
"Dasar anak nakal, apa kau tidak peduli denganku lagi. Kau hanya menyusahkanku." Sambil memukuli punggung Kang Joon.
"Aaa... aduh kek, sakit... hentikan."
"Berbalik bodoh, aku akan berhenti."
Seketika Kang Joon berbalik. Sang kakek pun kaget melihat Kang Joon menggendong rubah merah itu.
Kang Young itulah nama dari kakek Kang Joon. Keluarga Kang adalah keluarga terkaya dan terhormat di kota Seol. Keluarga mereka sangat terkenal.
"Dari mana kau mendapatkannya."
"Memangnya kenapa, di hutan keramat, aku lelah akan tidur. Sebaiknya kakek bertanya besuk saja. Pasti aku akan menjawabnya. Kalau sekarang tanya aku tak akan menjawab." Sambil melangkah ke kekamarnya.
"Gumiho". Batin sang kakek.
Kakek Kang Joon hanya menatap punggung sang cucu sampai menghilang. Dia berpikir keras. Apa ini sudah takdir cucunya.