Beautiful Disabled Girl

Beautiful Disabled Girl
Episode 28



Tantra sudah sadar ia melihat


ke sekeliling ruangan, kosong. Ia menghembuskan nafasnya tapi tunggu, Ellie


datang dari balik pintu toilet lalu mendatangi dirinya.


''Kamu sudah bangun.'' Ellie


duduk di samping mantan suaminya.


''Ellie.'' Panggil Tantra.


''Ini aku Ellie. Dirimu memang


sakit kenapa waktu disana tidak berobat.'' Kata Ellie.


''Aku baru tau kalau diriku


memiliki penyakit ini.''


''Berobat ya, harus sembuh kata


dokter kemungkinan 60% bisa sembuh bahkan 90%.'' Kata Ellie.


''Tapi aku ingin bersama kalian


kalau tidak biarkan saja penyakit ini tambah parah.'' Katanya Tantra. Ellie


tersenyum lalu menggeleng.


''Jangan, kamu tidak ingin


melihat cucu- cucumu terutama menjadi wali nikah Althan.'' Kata Ellie.


''Mau, apa mereka akan


kesini?'' Tanya Tantra.


''Iya, mereka akan kesini


sehabis makan siang.'' Jawabnya Ellie.


111


Althan menjemput Nieya


dirumahnya.


''Ayo.'' Kata Althan ke Nieya


yang duduk di teras rumah sambil menunggu jualan.


''Mau kemana?'' Tanya Nieya ia


berdiri dengan tongkat karena kaki palsunya ia lepas.  Althan membantu


Nieya berdiri setelah itu mencium keningnya sekilas.


''Rumah sakit, papahku masuk


rumah sakit.''


''Ah,  kok gak bilang


sejak kapan? Aku ganti baju dulu.'' Nieya masuk kerumah begitupun dengan


Althan. Althan duduk di ruang tamu tak lama Iby datang dari dapur.


"Loh,  ada


Althan.  Kapan datang, Nak? " Ibu bertanya sambil duduk.


"Barusan tadi Bu,


Papah saya masuk rumah sakit jadi mau jenguk sekaligus ngenalin Nieya. "


Tak lama Nieya keluar dari


kamar lalu duduk di samping Althan dengan pakaian rapi dan sopan.  Althan


menggenggam tangan Nieya membuat wanita itu ingin menariknya karena malu sama


Ibu.


"Malu ada Ibu." bisik


Nieya.  Ibu tersenyum tak lama ia berdiri melihat jualan.  Althan


tertawa pelan kemudian menarik Nieya untuk lekas pergi.


"Ayo,  mereka sudah


menunggu kita. " Ujar Althan.


Althan dan Nieya keluar dari


rumah setelah itu berpamitan dengan Ibu yang sedang melayani pembeli yang baru


saja datang.


"Ibu pergi dulu."


kata Nieya sambil mencium pipinya karena kedua tangan Ibu sedang sibuk dengan


pesanan orang. "


"Iya,  Mbak.


Hati- hati. "Kata Ibu.  Althan mendekat lalu mendekap Ibu dari


belakang.


"Ibu aku juga pergi


ya,  nanti kalau Riko pulang kasih tau ya Bu." kata Althan.  Ibu


tertawa melihat tingkah calon menantunya.


"Ganteng ya Bu,


anaknya. " puji pembeli sambil melihat Althan.  Althan tersenyum


sambil melepaskan pelukannya.


"Anak saya yang cewek


bu,  Nieya.  Kalau cowok ini calon suaminya. " kata Ibu dan


pembeli itu ber oh ria.


"Saya kira yang cowok


Bu,  soalnya penyayang banget jadi iri deh. " kata pembeli.  Ibu


tersipu malu.


"Ibu pergi dulu.


Assalamualaikum. " kata Althan sambil membuka pintu mobil untuk Nieya


setelah itu ia masuk di pintu kemudi.


"Datang gak salam malah


pergi baru salam.  Gimana Daeng ini. " kata Nieya.  Althan


terkekeh sambil memasang sabuk pengaman.


"Sayang pake sabuknya.


" kata Althan.  Althan menyalakan mobilnya lalu membuka kaca di


samping Nieya.


"Ibu pergi dulu. "


Althan mengklakson mobilnya setelah itu pergi ke rumah sakit.


"Daeng gak pernah cerita


soal papahnya ke aku dan baru ini tau. " kata Nieya.  Althan menengok


sebentar lalu fokus menyetir.


"Aku tidak suka


membicarakan yang sudah menjadi masa lalu,   Menurutku masa lalu


sudah berlalu dan tidak akan terulang lagi di masa sekarang. Papah dan Mamah


bercerai karena mamah seorang pelayan di bar,  mamah terpaksa menjadi


pelayan demi menghidupi Aku,  Elthan dan Emily. " kata Althan


"Emily memilih menikah muda karena tidak ingin menyusahkan mamah lalu


Elthan bekerja dari bawah dari seorang kuli hingga karyawan tetap. "


lanjutnya.  "Dan calon suamimu ini menderita dan masuk penjara hingga


di rehab. " kata Althan sambil tertawa pedih.


"Kenapa Daeng masuk


penjara dan di rehab? " tanya Nieya.


"Aku mencoba melakukan


percobaan pembunuhan dan yang ingin ku bunuh adalah papahku sendiri,


karena dia menabrak mamah hingga kakinya seperti dirimu. " kata


Althan.  Althan memukul dadanya agar tidak sakit lalu Nieya menarik


tangannya dan menggengamnya erat.


"Dadaku sesak haha. "


kata Althan sambil tertawa sakit.


"Maafin aku Daeng sudah


bicara masa lalunya "


"Gakpapa sayang. "


jawab Althan.


❤❤❤❤


Nieya sedikit gugup untuk


bertemu dengan seluruh anggota keluarga Althan apalagi papahnya,  karena


ia takut di tolak karena memiliki keterbatasan.


Clek.


Pintu rumah sakit terbuka lalu


Althan dan Nieya masuk. .


"Bagaimana kondisi papah?


" tanya Althan sambil melihat mamah yang menyiapkan makan siang. makan


siang hasil beli di luar bukan masak ckck.


"Sudah sadar terus lagi di


kamar mandi katanya gak nyaman kalau buang air dari kasur gitu. "


jawabnya.


"Oh, ada Nieya mah. "


kata Althan sambul duduk di hadapan makanan dan mencuilnya satu persatu


hidangan.


"Nieya sini,  lama


sudah tidak bertemu. " Mamah mendekati Nieya yang malu- malu.


kemudian meminum air putih.


"Hai Mba. " sapa


Emily yang baru saja datang tak lama Elthan dari belakang Emily.


"Siapa ini? " tanya


Elthan sambil meletakan tas laptop di sofa.  Mamah kemudian pergi ke kamar


mandi untuk melihat Tantra.


"Calon istriku. "


jawab Althan sambil mendekati Nieya dan memeluk pinggangnya.


"Oh, pacarnya Daeng


gitu?  Yang mau Daeng nikahin?  Salam kenal. " Elthan melepas


pelukan Althan lalu ia memeluk Nieya.  Elthan mirip dengan Althan tapi


lebih muda.


"Calon istriku. "


protes Althan.  Nieya tersenyum sambil membalas pelukan Elthan.


"Tau Ai. " balas


Elthan sambil melirik kakaknya sambil melepaskan pelukannya.  "Mba


Nieya dirimu nampak kalem ya.  Tolong kalau sudah menikah dengan kakakku


jagain dia,  dia pemanja sekali seperti anak kecil, iseng,  kejam dan


tentunya dia baik. " kata Elthan ke Nieya.  Nieya mengangguk lalu


melihat Althan di belakang El.  Althan tersenyum membuat Nieya tersipu


malu.


"Daeng gak manja


kok,  justru aku yang manja sama dia.  Daeng dewasa banget


orangnya membuatku suka dan nyaman terus dia selalu pengertian dan buat aku


nyaman. " jawab Nieya seraya tertunduk malu.  Althan menarik Nieya


lalu memeluknya.


"Aku jadi iri. " kata


Emily.  "Daeng Althan kau janji ingin membelikanku tas dan kau Daeng


El mana make up yang kau janjikan. " kata Emily sambil melipat kedua


tangannya.  Tak lama suami Emily datang yaitu Rayhan.


"Buat apa? Kurang banyak


tas dan make up yang kau punya dirumah hah? " tanya sang suami sambil


membawa Emily duduk di sofa.


"Ish,  mereka berdua


janji tadi malam sayang. " kata Emily kesal.


"Nanti aku yang belikan


sekarang diam dan aku mau tidur " Rayhan berbaring di paha Emily lalu mulai


tertidur


"Itu suaminya Emily


namanya Rayhan,  dia pengusaha di bidang IT. " kata Althan.


"Lebih ganteng dari dirimu


Daeng." bisik Nieya.  Althan tersenyum sambil membawa ia duduk di


kursi.


"Lantas,  calon


suamimu ini gak ganteng gitu? "


"Ganteng hanya saja mirip


Danu cueknya. " kata Nieya.


"Dia masih saudara sama


Danu cuma gak saling kenal karena berjauhan. Rayhan tau Danu tapi Danu gak tau


Rayhan. " jawab Althan.


"Oh,  kok bisa gitu?


" tanya Nieya.  Althan menggedikan bahunya


"Katanya Rayhan adik tiri


Danu dari istri kedua papahnya tapi gak tau juga bener apa enggak. Udah gak


usah bahas dia. " kata Althan cemburu.


Emah datang yaitu istri Eltan


dengan membawa dua buah rantang makanan.


"Eh sudah pada ngumpul.


" kata Emah sambil meletakan makanannya.  " Renna,


Rannold,  Elma,  Sean  dan Seana pulang sekolah baru kesini di


jemput sama supir mas Rayhan ya? " kata Elma.  Rayhan yang mendengar


mengangguk tanpa bangun.


"Mereka satu


sekolah,  Renna,  Rannold dan Elma anaknya Elthan dan Emah kalau Sean


dan Seana anaknya Rayhan dan Emily." jelas Althan.


"Namanya bagus ya ke bule-


bulean." kata Nieya.  Althan tersenyum


"Kami orang Belanda


Nieya.  Papah kami asli belanda tapi besar di Indonesia. "Jelas Emily


dan Elthan mengangguk begitupun dengan Althan.


Dua orang parug baya keluar


dengan sigap Althan dan Eltan serta Rayhan menuntun Tantra untuk berbaring di


kasur, membuat sang papah tertawa bahagia.  Althan membaringkan kepala


lalu Elthan badannya dan Rayhan kakinya hingga papah mereka berbaring indah di


atas sana.


"Ini siapa? " tanya


Tantra saat matanya melihat ke Nieya.  Althan memanggil Nieya untuk


mendekat.


"Calon istriku pah, dan di


dalamnya ada anak Althan. " Althan mengusap perut Nieya.


"Althan nakal,  belum


nikah sudah hamilin anak orang.  Ayo nanti kalau papah sembuh kita lamar


dia buat kamu. " ujar Papah.  Nieya malu ia kemudian memeluk Althan.


"kalian bertiga sudah besar.


Althan,  Elthan dan Emily. Maafin papah sudah meninggalkan kalian. "


 kata papah,  suasana sendu mulai terasa


"Papah,  kami tumbuh


dengan sempurna berkat mamah.  Dia berhasil mendidik kami untuk tidak


menjadi buruk. " ungkap Emily di samping papahnya.


"Mamah selalu


bilang,  kita harus jadi orang pintar biar suatu saat bisa bertemu dengan


papah. " kata Elthan.


"Cuma Althan yang paling


buruk pah.  Maaf gak bisa bahagiain kalian seperti Elthan dan Emily.


" kata Althan.  Papah menggeleng dan menggenggam tangan anak


pertamanya


"Siapa bilang?  Kau


mampu menduduki jabatan direktur utama di sebuah perusahaan temanmu dan mampu


menjalankannya dengan sempurna.  Papah selalu dengar namamu hingga negeri


singa,  para kolega membicarakanmu setiap kembali dari Indonesia. "


cerita Tantra.  "Papah punya hadiah buat kalian, hadiah yang membuat


papah mati dengan tenang nantinya. "


"Papah ngomong apa sih,


papah harus sembuh.  Gak liat cucu papah di dalam sana. " tunjuk


Emily ke perut Nieya.


Nieya menarik kursi lalu duduk


di samping Tantra.


"Nama saya Nieya om,


saya tidak sempurna dan memiliki keterbatasan tapi Daeng menerima apa


adanya.  Dia baik sekali dan dewasa ia mampu mengubahku untuk menjadi yang


lebih baik sama penyayang. " cerita Nieya.  Althan menarik kursi satu


lalu duduk di samping Nieya.


"Althan gak lihat dari


fisik pah,  tapi dari dalam dirinya.  Papah merestui kami kan? "


tanya Althan


"Tentu saja papah


merestui.  Keluarga kita harus saling menyayangi dan mencintai tidak boleh


ada yang boleh menjelekan calon memantuku. " ujar Tantra.  Mamah yang


duduk di sofa langsung terharu melihat ketiga anaknya dan juga ketiga menantunya


bercengkrama dengan sang mantan suami.