
’Anda di diagnosis kanker batang otak yang sudah meluas dan tidak bisa di operasi.’’ Kata Dokter Albert di Singapura. Tantra langsung terkaget tanpa ekspresi apakah ini sebuah karma atau hukuman.
‘’Apa saya sudah tidak memiliki harapan untuk hidup?’’ Tanya Tantra. Dokter Albert melepas kaca matanya dan mengangguk.
‘’Waktu anda hanya tiga bulan untuk hidup. Tuan Tantra.’’
Kanker otak merupakan salah satu tumor ganas yang menyerang bagian otak, parahnya ciri ciri dan gejala kanker otak tidak begitu diketahui awalnya, tapi ia merasa sering sakit kepala, demensia, kekaburan mata dan muntah- muntah.
‘’Baiklah, sepertinya sudah waktunya.’’ Kata Tantra.
****
Sepulang dari rumah sakit Tantra memanggil pengacaranya untuk mewariskan perusahaan yang ia punya.
‘’Selamat siang Tuan.’’ Kata sang pengacara yang masuk ke ruangan Tantra.
‘’Duduklah, aku ingin berbicara sesuatu.’’ Kata Tantra. Pak Aka adalah pengaca rahasia dan di percaya oleh dirinya.
‘’Saya ingin membuat surat wasiat untuk Althan, Elthen dan Emily. Kau tau tiga tambang emas yang kubangun tanpa sepengetahuan istriku kan?’’ kata Tantra dan Aka mengangguk.
‘’Tau Tuan.’’ Jawabnya.
‘’Aku ingin mereka satu persatu memilikinya dan harta pribadi berupa rumah, surat tanah dll atas nama Ellie Cahya Andi, mantan istriku.’’ Ujar Tantra.
‘’maaf, kenapa Tuan ingin memberikan kemereka sedangkan masih ada istri dan dan anak kandung Ibu sutriningsih.’’ Kata pengacara.
‘’Tidak apa- apa. Mereka sudah cukup banyak hingga sisanya akak kuberikan ke anak- anakku yang lain. Kerjakanlah…’’ kata Tanra.
‘’Baiklah Tuan.’’
‘’Dan satu lagi tolong carikan dan tuliskan alamat rumah anak pertama saya namanya Althan Romeo Bleecker, di Indonesia sekalian cari tau tentangnya.’’ Kata Tantra
‘’Baik tuan, kalau gitu saya uruskan segera, permisi.’’
Aka keluar hingga menyisakan dirinya di kantor ini.
Satu alasan kenapa dirinya meninggalkan Ellie dan ketiga anaknya yaitu untuk mencari uang. Tantra menikahi gadis kaya pada waktu itu, lalu ia di berikan pekerjaan dan jabatan hingga terkenal di penjuru dunia, demi meyakinkan ke pihak istri baru ia rela menabrak Ellie bersamaan dengan Althan waktu remaja di jalan hingga tak sadarkan diri.
Menyesal
Sakit
Sangat di rasakan Tantra tapi mau bagaimana lagi ia harus lakukan agar suatu saat Ellie dan ketiga anaknya hidup enak. Sampai saat ini ia masih mencintai Ellie ibu dari ketiga anaknya.
Tiga minggu berlalu…
Aka datang dengan tas yang di jintingnya. Ia kemudian duduk sambil menunggu Tantra selesai meeting, sambil menunggu Amelia datang istri dari Tantra yang nampak anggun.
‘’Tuan Aka, apa dirimu sedang menunggu Tantra?’’ Tanya Amel lalu duduk di samping Aka. Aka mengangguk ‘’Apa yang di lakukan suami saya? Apa berhubungan dengan mantan istrinya?’’
‘’Tidak ada, saya kesini untuk berbicang saja.’’ Bohongnya
‘’Aka kau nampak tampan.’’ Amel menyentuh rahang Aka guna menggoda. ‘’Masih 30 menit lagi dia datang.’’ Amel berdiri kemudian melepas dress birunya lalu celana dalam. Ia mengangkak di hadapan Aka sambil memainkan kelaminya, Ayolah. Goda Amel.
‘’Maaf tapi saya tidak suka dengan istri orang.’’ Jawab Aka yang hedak berdiri tapi Amel bangun dan langsung duduk di atas Aka.
‘’keluarkan milikmu.’’ Amel membuka paksa resleting Aka lalu mengeluarkan batang miliknya yang mengeras.
‘’Waw katanya tidak suka tapi kajung, baiklah.’’ Amel mengocok batang itu hingga membuat Aka pasrah dan mendesah setelah itu menghisapnya dengan keras hingga membuatnya ingin klimaks.
‘’Ayo.’’ Amel bangun dan duduk lagi sambil memasukan batang itu ke dalam miliknya.
‘’Ouggh.’ Desah Amel saat merasakan batang pengacara itu. Amel bergerak lalu Aka memainkan clirotis Amel membuat istrinya Tantra itu mendesah keras mirip film porno. Aka tak kuat ia langsung memuntahkan spermanya ke Rahim amel.
Aka membaringkan Amel lalu membuka kedua pahanya lebar. Aka akan memberikan wanita itu efek jera.
‘’Rasakan ini.’’ Aka memainkan ****** Amel dengan mengusap-ngusap ****** itu hingga squirting berkali- kali bahkan Amel terus mendesah sambil berhenti karena klimaks terus menerus.
Kejadian itu tak luput dari penglihatan Tantra di balik pintu kantor yang tak tertutup rapat, bukan Cuma Tantra tapi beberapa pegawai yang lalu lalang.
‘’Tuan.’’ Kata serketarisnya pelan.
‘’Kalau mereka sudah selesai panggil saya.’’ Kata Tanrta tenang setelah itu ia pergi menuju rooftop kantor untuk menenangkan pikiran.
1111
Setengah jam selesai Aka memakai celananya begitupun dengan Amel.
‘’Jadi apa suami saya menyuruh anda sesuatu untuk istri lamanya?’’
‘’Tidak adak, ia hanya memberikan ini untuk anda.’’ Kata Aka tidak bodoh. Surat dari rumah sakit.
Syok ketika ia membaca hasil periksa milik suaminya.
‘’Kanker batang otak stadium awal.’’ Gumamnya ia langsung menangis menyesali perbuatan tadi.
‘’Hidupnya tak lama lagi, harusnya anda tidak melakukan hal seperti tadi.’’
‘’Kenapa bilang sekarang, bedebah.’’
Clek
Althan masuk dengan tenng ia duudk di kursinya.
‘’Sayang kamu sakit.’’ Kata Amelia.
‘’Tidak apa- apa, bisakah tunggu di luar aku ingin bicara dengan Aka.’’ Amelia meliha Aka yang duduk sambil menunduk lalu ia pergi.
‘’Apa sudah kau kerjakan?’’ Tanya antra. Aka mengangguk sambil memberikan tiga buah map dengan nama berbeda.
‘’Identitas mereka juga ada.’’
‘’Aka, bolehkan saya minta satu bantuan lagi?’’ ujar Tantra.
‘’Apapun itu Tuan.’’
‘’Tolong jaga istri saya bila sudah tiada. Hidupku sudah tidak lama lagi dan saya ingin pulang ke Indonesia.’’ Kata Tantra. ‘’Saya tau, saya mendengar kejadian tadi maka dari itu saya minta tolong ke kamu. Kamu sangat baik.’’ Kata Tantra membuat Aka syok dan kaku. ‘’Jangan begitu santai saja. Mau ya?’’ pinta Tantra sekali lagi.
‘’Maaf, maafkan saya Tuan sudah sex dengan istri anda. Saya dipancing olehnya.’’ Kata Aka
‘’Tidak apa- apa, sudahlah. Oh ya apa Winda sudah kembali ke Singapura? Anak itu kabur dari rumah untuk mengejar Althan.’
‘’Sudah dari lama sekitar sebulan yang lalu atau lebih.’’ Jawab Aka, ia salut dengan kesabaran dan pemaaf Tantra.
‘’Tuan izinkan saya mengantar anda ke Indonesia sebagai tanda terima kasih karena sudah memaafkan saya.’’ Kata Aka.
‘’Benarkah? Terima kasih.’’ Jawab Tantra. ‘’Tolong uruskan surat cerai antara aku dan Amel segera.’’ Kata Tantra membuat Aka mengangguk
111
Tantra melihat foto Althan, Emily dan Elthen yang diambil secara diam- diam. Emily dan Elthen sudah menikah dan memiliki anak yang lucu sedangkan Althan memiliki seorang wanita cantik bernama Nieya.
‘’Papah kangen kalian.’’ Kata Tantra tak lama ia menangis karena menyesali perbuatanya.
Lelaki berumur 65 tahun mengemasi pakaiannya dan juga surat wasiat ke dalam koper dan menguncinya dengan kode rahasia.
‘’Kamu ingin menceraikanku.’’ Kata Amel yang membuka pintu kamar.
‘’Iya, kenapa?’’ Tanya Tantra sambil melihat Amel
‘’Tidak taukah dirimu aku mencintaimu sayang, aku lakukan semua ini untukmu. Membangun usaha dan mengangkatmu sebagai direktur utama.’’ Kata Amel.
‘’Aku tau dan terima kasih banyak Amel. Sudah waktunya aku pergi, aku ingin berpamitan dengan anak- anakku di Indonesia sebelum mati karena penyakit.’’ Kata Tantra.
‘’Dasar laki- laki miskin! Aku mengambilmu dari perkampungan kumuh tapi balasanmu seperti ini! Kembalilah ke tempat asalmu Tantra.’’ Kata Amel.
‘’Baiklah aku akan kembali ke tempat asalku. Aku sudah menitipkanmu ke Aka.’’ Kata Tantra sambil mengangkat kopernya dan mantel hitam.
‘’Maksudmu? emang aku barang!” kata Amel.
‘’Bukankah kamu memberikan selangkanganmu ke Aka, mendesah nikmat saat milikmu di maini olehnya tadi siang? Bahkan aku baru mendengar desahanmu yang sangat memekakan telinga sehingga seisi kantor tau kau bermain dengan lelaki lain.’’ Jawab Tantra.
Amel langsung terdiam ia tak berani ngebentak Tantra ataupun menghinanya seperti tadi jadi maksud dia menceraikan Amel karena tadi siang.
‘’Aku… bisa jelaskan.’’ Kata Amel pelan.
‘’Tak perlu. Sebentar lagi aku akan berangkat jadi tidak ada waktu.’’ Kata Tantra. Tak lama Aka masuk untuk menjemput Tantra.
‘’Tuan, mari berangkat…’’ Aka menatap Amel yang penuh dengan rasa bersalah.
‘’Ayo.’’ Tantra menarik kopernya dan melewati Amel begitu saja.
1111
Dengan tekad yang kuat akhirnya Tantra sampai ke Indonesia, ia langsung menuju alamat yang ia tulis di secarik kertas.
‘’Antarkan diriku di alamat ini, tolong ya.’’ Pinta Tantrake supir taxi.
‘’Aku pulang..’’ kata Tantra dalam hati.