Beautiful Disabled Girl

Beautiful Disabled Girl
Episode 24



Althan dan Nieya berdiri di depan halaman keluarga


Agatha. Mereka berdua pamit untuk pulang dan menikah disana.


"Aunty Nieya." Kata sang anak perempuan Aika.


Ia paling sedih karena tidak bisa lagi bermain bersama.


"Sayang nanti aunty kembali lagi ya." Bujuk


Nieya sambil memeluk anak itu berharap ia memiliki anak perempuan.


"Jangan lupa undangannya." Kata Adriana sambil


memeluk Nieya dan Althan bergantian.


"Pasti." Jawab Nieya kemudian melihat Althan.


Althan mengangguk sambil menggenggam tangan Nieya.


❤❤❤❤


Althan membawa mobilnya untuk menyusuri jalan hingga ia


sampai di sebuah tempat makan yang cukup terkenal yaitu tahu sumedang.


"Makan dan sholat dulu." Kata Althan sambil


memarkir mobilnya dan melepas sabuk pengaman.


"Hm." Jawab Nieya sambil melepas sabuk pengaman


dan keluar begitupun dengan Althan. Nieya tidak sholat melainkan duduk di


sebuah tempat yang sudah di pesan sedangkan calon suaminya itu


melaksakannya. Bukannya Nieya tidak mau tapi untuk saat ini ia belum kuat


berdiri lama- lama.


Nieya memilih pesanan ke pelayan. Semua menu membuatnya


tergiur dan ingin mencicipi saru persatu.


Lima belas menit kemudian…


"Hei." Tegur Althan yang baru selesai terlihat


rambutnya basah. "Sudah pesan sayang?" Tanya Althan sambil melihat


pelayan menunggu Nieya menulis menu.


"Aku ingin tahu sumedang, risoles, indomi goreng,


nasi goreng dan cemilan lainnya." Jawab Nieya. Althan tertawa ia lalu


mengatakan ke pelayan.


"Pesan semua menu disini." Katanya membuat


Nieya berhenti menulis pesanan.


"Daeng.'' Kata Nieya dan Althan tersenyum seraya


menutup matanya. Kawai.


"Yakin pak?" Kata pelayan dan Althan yakin.


Nieya kemudian tersipu dan tak jadi menuliskan pesanan. "Ditunggu


ya." Kata pelayan sambil menuju kesana.


"Aku tidak percaya Daeng datang menjemputku."


Ujar Nieya. Althan menggenggam tangan Nieya di hadapannya.


"Aku menjemputmu karena dirimu wanita yang


kucintai." Jawabnya. "Bagaimana bila aku sakit nanti tidak ada yang


mengurus apalagi aku di diagnosis terkena kanker batang otak." Jawab


tapi Althan tertawa lepas sambil menggeleng. "Aku bohong, aku tidak sakit


seperti itu..." jawab althan dan Nieya tetap langsung menangis membuat


pengunjung lain melihat mereka.


"Kamu jahat! Masa mau nikahin aku pas sudah sekarat


hiks..." kata Nieya. Althan langsung berpindah tempat duduk di samping


Nieya lalu memeluknya.


"Aku hanya bercanda dan tidak sakit. Aku sehat Nieya


tadi hanya bohong karena abis nonton drakor di hpku yang kamu pinjam tadi hehe


" kata Althan yang membuat Nieya langsung berhenti nangis dan menengok.


"Aaa kamu mh jahat nakutin aku." Kata Nieya


sambil memukul dada Althan pelan.


"Sudah berani panggil diriku "kamu"".


Kata Althan dalam tanda kutip. Nieya mengangguk.


"Iya, Kamu kamu kamu Althan." Kata Nieya kesal.


Althan menengok kesana kemari kemudian berbisik ke Nieya.


"Aku akan memperkosa dirimu, jadi bersiaplah kita akan


menyewa hotel terdekat." Bisiknya. Nieya langsung melihat Althan yang


mengerlingkan matanya lalu menyambut makanan yang di letakan di atas meja.


"Aku hamil dan belum mau begituan." Bisik


Nieya.


"Bisa, pelan- pelan. baby kita mengerti kok kalau


daddy-nya ini butuh kehangatan."


"Daeng." Kata Nieya tapi Althan tidak


menggubris.


❤❤❤❤


Hotel platinum...


Althan mencumbu Nieya di sebuah kasur begitupun


sebaliknya. Meluapkan kerinduan yang mereka punya hingga batas yang tak


tertentu. Althan segera bertelanjang begitupun sebaliknya setelah itu saling


menyatu dengan penuh kenikmatan yang indah.


Tidak ada kata- kata melainkan suara alunan yang


malaikatpun enggan mengedarkannya karena malu. Nieya mencengkram seprei saat


milik Althan masuk dan menggoyangkannya pelan.


"Pelan- pelan, sakit." Cicit Nieya.


"Aneh, punyamu masih sempit." Kata Althan yang


gak sabar menuju puncaknya.


Althan menciun bibir Nieya lalu satu tangannya bermain di


area dada


Setidaknya sehabis ini mereka harus menikah agar tidak


melakukan hubungan terlarang terus.