Beautiful Disabled Girl

Beautiful Disabled Girl
Episode 22



Dua hari kemudian...


Althan berjabat tangan dengan salah satu CEO Agatha corp


kemudian Antony  inc.


"Senang bekerja sama dengan perusahaan anda walaupun


diwakilkan." Kata Adrian setelah meeting bersama. Althan tersenyum


kemudian duduk di sofa putih.


"Sama- sama, lagian kalau kelamaan menunggu tidak


baik kan?" Tanya Althan dan mereka berdua mengangguk.


"Emang pak Danu kemana?" Tanya Angga. Anggabaya


Cakara, ada yang kangen sama suaminya Ai?


"Beliau akan berangkan ke Dubai untuk menetap disana


dan bekerja disana." Jawab Althan.


"Al, maukah nanti malam kerumah kami?" Tawar


Adrian. Althan awalnya terdiam tapi kemudian tersenyum lalu mengangguk.


"Sure" jawab Althan.


"Kebetulan lagi ada acara makan malam, jadi sekalian


aja nanti bertemu dengan Papahku." Kata Adrian.


"Papahmu dulu CEO paling terkenal kejam? Haaaa


papahku pernah bercerita dulu." Ujar Althan sambil menyeruput teh.


"Kok kamu tau?" Tanya Angga antusias.


"Papahnya dia memang kejam.'' Lanjut Angga. Adrian menatap Angga datar.


"Dia papahmu juga karena dirimu menikah dengan


adikku." Kata Adrian membuat Angga terkekeh.


"Iya ya." Jawab Angga membuat Althan tertawa


pelan.


❤❤❤❤


Nieya masuk ke dalam dapur saat sampai ia melihat Tante


Ratna, Adriana dan Aika serta beberapa pembantu sedang sibuk memasak.


"Ada yang bisa Nieya bantu Tante?" Tanya Nieya


saat melihat Ratna menyicipi makanan.


"Eh gak usah nak, duduk aja." Kata Ibu.


"Sudah minum vitaminmu?" Tanya Ai saat memotong


sayuran. Nieya mengangguk sambil mengambil pisau lalu membantu Aika memotong.


"Aku tidak enak terus berdiam." Ujar Nieya


sambil mengiris wortel.


"Baiklah, tapi kalau lelah berentilah." Ujar


Ai.


"Emang ada tamu ya Mba?" Tanya Nieya. Ai


mengangguk


"Temannya suami aku dan Abang dari Balikpapan."


Jawab Ai. Nieya langsung teringat dengan seseorang yaitu  Althan hatinya


tiba- tiba saja hatinya sakit. Sakit karena merindukannya.


"Nieya astaga." Pekik Ai sambil mengambil pisau


di tangan Nieya. Nieya langsung sadar dan menunduk.


"Kamu ingin memotong tanganmu sendiri." Kata Ai


kemudian Adriana mendatangi mereka.


"Ma...maaf...maaf." kata Nieya sambil berkaca-


kaca tak lama buliran air mata jatuh di pipinya.


"Kok nangis? Gakpapa." Adriana mengusap air


mata Nieya. "Ayo." Adriana membawa Nieya ke ruang tengah lalu duduk


disana. Nieya langsung menutupi wajahnya tak lama suara tangis terdengar.


Adriana mengusap belakang Nieya pelan.


"Aku merindukannya tapi aku takut ia membenciku


karena tau masa laluku." Kata Nieya sambil melihat Adriana. Luapan emosi


itu sudah tidak bisa dibendung lagi.


"Siapa Nieya?" Tanya Adriana.


Adriana memeluk Nieya dan membiarkan wanita itu menangis hingga merasa lega.


****


Althan keluar dari mobil ia kemudian tersenyum sambil


mengingat kekasih hatinya.


"Sabar sayang aku akan menjemputmu." Gumam


Althan sambil masuk ke dalam kediaman Agatha.


"Assalamualaikum." Salam Althan di depan pintu


kemudian Angga dan Adrian menyambutnya.


"Walaikumsallam, masuk kita langsung duduk di meja


makan." Kata Angga. Althan masuk dan mengikuti langkah mereka hingga


sampai di sebuah ruang makan yang megah. Disana ada keluarga serta anak- anak


yang saling berisik satu sama lain.


"Selamat datang Althan, silahkan duduk disini."


Sapa Ardi. Althan duduk dengan tenang matanya ia tundukan.


"Ih ternyata dirimu ganteng." Puji Ai tanpa


sadar.


"Ai." Tegur Angga cemburu. Ai menengok lalu


menaikan alisnya.


"Kenapa sayang?" Tanya Ai polos.


"Mau kartu kredit kakak bekukan? Biar dirimu gak


bisa jajan.'' Kata Angga tenang sambil meminta diambilkan makanan. Ai langsung


menggeleng keras.


"Ampun, suamiku yang paling ganteng.'' Kata Ai


membuat Althan tertawa pelan.


"Oh ya, kenalkan ini istriku namanya Malaika Putri


Cantika Ardiansyah sedangkan di samping kak Adrian adalah istrinya namanya


Adriana dan itu Abraham dan istrinya Lilly." Kata Angga menjelaskan.


"Dan di sana anak- anak kami." Kata Angga lagi.


"Bunda Kiran sama Ayah kemana?" Tanya Adrian.


"Pulang ke Balikpapan karena si kembar mau ujian.''


Jawab Ratna.


"Jadi Althan kesibukannya apa? Bentar ya. Nieya


kesini nak." Panggil Ratna. "Nieya." Panggilnya lagi.


Nieya dengan pelan datang dalam keadaan menunduk.


"Tadi dia habis nangis." Bisik Adriana di samping


Adian. Bisikan itu terdengar di telinga Althan membuat dirinya segera berdiri


dan melihat Nieya


"Iya Tante." Jawab Nieya tak lama ia melihat ke


depan.


Degh


Apa itu benar? Yang ia lihat benar di sana ada Althan.


Nieya langsung merasa pusing matanya mulai terasa gelap dan dan kepalanya sakit


hingga tak sadar ia jatuh ke dinginnya lantai.


"Nieya." Pekik mereka saat Nieya telah pingsan.


Althan langsung maju dan memangku kekasihnya.


"Hei, ini aku? Ayo aku datang menjemputmu."


Ujar Althan lembut. Mereka semua yang melihat langsung terkaget dan bengong.


"Kamu mengenalnya?" Tanya Ardi. Althan


menggendong Nieya dan mengangguk.


"Dia kekasih saya pak." Jawab Althan.


"Dia hamil, bawa dia ke kamar." Kata Ai


lalu  menyuruh kakaknya untuk menelpon Dr. Pram. Tanpa pikir panjang


Althan membawa Nieya ke kamarnya dengan ditunjukan oleh Adriana.


"Kamu hamil anakku." Gumam Althan senang.