
"Hei." Sapa Ai ke Nieya. Nieya langsung terdiam
kemudian menyapa dengan sungkan.
"Hai." Jawabnya.
"Namaku Aika namamu siapa?" Tanya Ai sambil
mengulurkan tangan.
"Namaku Nieya."
"Wah sepertinya kita seumuran, mau jalan- jalan ke
alun- alun?" Tawar Ai sambil menunjuk kesana. Nieya menggeleng karena ia
harus mencari tempat untuk menginap karena hari mulai sore.
"Jangan begitu, kemarilah aku tidak akan jahat
kepadamu."
"Bukannya gitu, saya harus cari tempat tinggal buat
di tempati selama beberapa waktu." Kata Nieya. Ai menganggukan kepalanya
sambil melihat kesana dan kemari.
"kau butuh pekerjaan?" Tebak Ai dan Nieya
mengangguk pelan seraya menunduk.
"Kemarilah." Ai membawa Nieya ke tempat
mamahnya setelah itu berkumpul.
"Perkenalkan ini Bunda Kiran dan Mamahku Ratna.''
Kata Ai. Nieya tersenyum sambil mencium tangan mereka.
"Gadis yang sedang dicintai oleh lelaki, beruntung
sekali... dari mana asalmu?" Tanya Kiran.
"Balikpapan.'' Ujar Nieya.
"Sama diriku juga dari Balikpapan tapi karena ikut
suami jadi tinggal sini.'' Jawab Kiran.
"Kamu kesini ngapain?'' Tanya Ratna lembut. Nieya
menggeleng tak tau yang ia inginkan hanya hijrah ke tempat yang baru untuk
hidup lebih bahagia.
"Saya juga gak tau." Ujar Nieya sambil
tersenyum tak enak
"Mau tinggal bersama saya? Kebetulan saya merasa
kesepian kalau anak- anak pulang kerumah masing- masing ditambah Ardi pulangnya
sore jam lima.'' Ujar Ratna. Ratna melihat kaki Nieya yang berbeda.
"Kamu memiliki kekurangan?" Tanya Ratna dan
Nieya melihat kakinya lalu megangguk.
"Saya tuna daksa." Jawab Nieya tak lama ia
menangis dan langsung menghapus air matanya.
"Bantulah Ratna, takdirnya ada di tanganmu."
Bisik Kiran.
"Mari ikut saya kerumah." Ratna berdiri dan
memegang Nieya. Nieya awalnya tidak berani tetapi apa salahnya di coba.
❤❤❤❤
Pintu pagar terbuka dan masuklah sebuah mobil yang
ditumpangi mereka berempat. Setelah sampai mereka turun dan masuk ke dalam
rumah.
"Sudah pulang." Ujar pria paruh baya bernama
Ardi. Ardi memeluk istrinya begitupun dengan Kiran dan Adit.
"Baru pulang?" Kata Angga sambil melihat Ai. Ai
terkekeh lalu mendekati suaminya.
"Ayo kita pulangan.'' Kata Angga sambil memanggil
anak- anaknya yang udah pada tumbuh menjadi anak laki- laki tampan.
"Jangan bulikan, tidur sini aja." Kata Ratna.
"Besok anak- anak sekolah mah.''ujar Angga.
"Iya mah, tidur sini aja." Kata Angga pada
akhirnya. Aika mendekati sang suami dan mengecup pipinya.
"Ayo kedalam" kata Ai ke Angga.
Mereka duduk di ruang tamu begitupun dengan Nieya.
"Perkenalkan Ini anak tante yang pertama namanya
Adrian terus istrinya Adriana dan kedua anaknya Lilly dan Allan." Kata
Ratna saat Adrian baru datang bersama sang istri. "Yang cewek itu namanya
Aika dan suaminya Angga terus anak mereka namanya Abimanyu dan satu lagi lupa
hehe maklum banyak cucu dan yang disana anak tante juga belum menikah dan masih
kuliah." Jelas Ratna. Nieya nampak mengangguk malu karena menjadi pusat
perhatian.
"Siapa ini sayang?" Tanya Ardi.
"Dia akan menemani dan membantu kita disini namanya
Nieya." Kata Ratna.
"Oh, kalau gitu berikan dia kamar." Kata Ardi.
Nieya tertawa sambil menatap mereka yang baik.
"Nanti temani diriku belanja di mall ok." Kata
Aika ke Nieya. Angga menggeleng
"Tagihan bulan ini belum kakak bayar udah mau
belanja lagi." Kata Angga.
"Kan kan kakak udah berubah gak kayak dulu."
Ujar Ai.
"Bukan gitu Ai, tunggu kakak bayar dulu setelah itu
belanja lagi."
"Aih jadi makin sayang." Ai memeluk sang suami.
"Nieya kamu sudah menikah? " tanya Adriana.
Nieya mengangguk.
"Sudah tapi cerai." Jawab Nieya.
"Sebaiknya kita berdua siapkan kamar Nieya abis itu
masak. Sekarang giliran dirimu yang masak.'' Kata Ai ke Adriana.
"Bagaimana kalau saya yang masak." Tiba- tiba
Nieya menjawab.
"Kamu bisa masak?" Tanya Ai. Adriana menarik
rambut adik iparnya.
"Dia seumuran dengan kita pasti bisa masak."
Jawab Adriana.
"Yaaalah ayo." Kata Ai.
❤❤❤❤
Nieya dengan lihai memasak untuk keluarga baru yang mau
menampung dirinya. Ia harus tau diri dan menjaga perasaan untuk tidak bermain hati. bagaimana mau main hati kalau hatinya
saja sudah di genggam oleh pemiliknya yaitu Althan.
"Wah, pandai sekali dirimu." Puji Abra. Abraham
Putra Adriansyah pria yang baru saja pulang
"Salam kenal." Kata Abra lagi.
"Salam kenal juga, saya Nieya."
"Aku Abra, selamat datang disini ya." Abra lalu
pergi sambil memanggil mamahnya dalam bahasa Banjar. Nieya tidak mengerti
artinya karena dia orang Jawa tepatnya Pati.
Nieya akan memasak sop sayur dan juga ayam goreng madu
untuk mereka.
"Makasih Tuhan
sudah berbaik hati padaku." Kata Nieya dalam hati.