Beautiful Disabled Girl

Beautiful Disabled Girl
Episode 15



Althan sibuk dengan pengurusan proyek baru di sanga-


sanga sejak tiga hari yang lalu ia tidak pernah bertemu dengan Nieya. Ia


mencoba menahan hasrat rindunya kepada sang kekasih hingga benar- benar tau


rahasia Nieya. Althan memijit pelipisnya seraya mendengar guntur di langit


Balikpapan sejenak ia melihat ke jendela yang gelap serta berkilat. Sebentar


lagi akan hujan di tambah angin yang cukup kencang


"Hujan." Kata Althan saat melihat rintikan air


yang berubah menjadi deras.


Althan segera kembali ke pekerjaannya seraya membaca


kontrak dan menandatanginya.


❤❤❤❤


Wanita itu turun di halte setelah sampai di dekat kantor


Althan tak lama hujan deras mengguyurnya hingga ia tidak bisa kesana. Nieya


duduk sambil mengusap lengannya yang tertutup mantel. Nieya membawakan Althan


sebuah makanan yaitu durian santan yang masih panas- panas kukuh di sebuah


termos sedang.


 


 


"Apa aku menerjang hujan saja?" Tanya ke diri


sendiri. Nieya tersenyum sambil berdiri dan membawa termos ia menerjang hujan


sambil menyebrang jalan untuk sampai ke kantor Althan dengan jalan yang cukup


sempurna


Setelah sampai ia membuka pintu kaca dan mekinta izin ke Rista.


"Siang." Sapa Nieya dalam keadaan basah kuyup.


Rista nampak kaget ia tak tega melihat Nieya dalam keadaan begini.


"Siang, mau ketemu pak Althan? Silahkan naik saja


disini dingin." Rista tak tega melihat orang yang dulu jahat seperti ini.


"Makasih." Nieya segera menaiki anak tangga


hingga sampai di depan pintu kantor Althan.


Tok


Tok


Tok


Nieya mengetuk pintu setelah itu membukanya lalu masuk.


"Daeng." Panggil Nieya. Althan yang sedang


bekerja langsung menengok dan terkaget.


"Astaga, sayang." Althan langsung berdiri melihat


Nieya masuk dalam keadaan basah kuyup. Althan mencari remot Ac dan mematikan


ruangan pendingin. "Kamu..." Althan kehabisa  kata- kata setelah


melihat Nieya tertawa seolah tidak ada beban.


"Aku tadi berada di halte terus dari pada kelamaan


disana jadi aku kesini deh." Jawab Nieya sambil memperlihatka


makanan yang ia bawa.


"Pakaianmu basah kamu gak bawa baju ganti?"


Althan berkata sambil berkacak pinggang. Nieya menggeleng sambil menuju sofa


untuk meletakan bawaanya dan membuka mantel tipis. Althan berbalik lalu mendekati


Nieya.


"Dingin." Kata Nieya yang tidak berani duduk di


sofa karena takut basah.


Althan membuka jasnya lalu kemeja yang ia pakai.


"Apa yang kau lakukan Daeng?" Tanya Nieya.


"Lepas pakaianmu lalu pakai ini, nanti dirimu


sakit." Kata Althan yang bertelanjang dada. Nieya nampak kagum dengan


tubuh atletis dia apalagi di bagian menonjol.


"Aku malu Daeng." Cicit Nieya malu. Althan


tertawa kemudian mencium kening Nieya.


Althan membuka pakaian Nieya setelah itu branya hingga menampilkan bulatan


sempurna. Althan mencoba untuk tidak tergoda ia segera memakaikan Nieya


kemejanya lalu mengancingnya hingga selesai.


Nieya nampak tak enak dengan pelan ia mengangkat


kepalanya hingga Althan terlihat jelas.


"Dirimu sangat tampan Daeng." Kata Nieya pelan.


Althan mengusap pipi Nieya tak lama wajahnya mendekat dan bibir mereka saling


menyatu. Althan mencium Nieya pelan sambil memegang lekukan leher Nieya untuk


menekannya mendekat.


Lumatan demi lumatan mereka rasakan hingga Althan membawa


Nieya di sofa dan membaringkannya.


"Aku mau dirimu." Kata Althan tak tahan. Nieya


menggigit bibirnya dan mengangguk.


Lampu hijau ia dapat dan Althan melakukan aksinya dengan


panas.


Kemeja tadi sudah terlepas hingga terlihat dada Nieya.


Ciuman Althan  semakin turun hingga ******* dadanya.


Nieya mendesah seraya menggoyangkan dadanya. Ia teringat


dengan kejadian dulu bersama Danu.


"Althan." Panggil Nieya. Althan semakin ganas.


setelah puas ia segera melepas celana kainnya dan membuka celana dalam. Althan


membangunkan Nieya dan menyuruhnya untuk mengulum miliknya.


"Ah." Desah Althan setelah miliknya masuk ke


dalam mulut Nieya dan bergerilya disana.


Mereka saling menikmati dan saling memuaskan hingga


puncaknya bercinta sungguhan.


❤❤❤❤


Dua jam selesai, berkali- kali Althan mengeluarkan cairan


miliknya ke dalam milik Nieya. Kini mereka sama- sama duduk dengan keadaan


Nieya memakai kemeja lalu di peluk oleh Althan yang sudah memakai celana kain.


"Enak?" Tanya Althan dan Nieya mengangguk.


"Makasih sayang." Althan mencium kening Nieya dan wanita itu


tersenyum.


"Kau bawa apa tadi?" Tanya Althan sambil


melepaskan pelukannya dan membuka wadah termos kecil.


"Durian santan dan lempengnya." Jawab Nieya


sambil menyajikan untuk Althan. "Masih hangat." Kata Nieya. Althan menyendokan


makanan itu ke dalam mulutnya dan ia nampak takjub.


"Wow ini sangat enak dan warnanya mirip


spermaku." Kata Althan membuat Nieya memukul pundak lelakinya.


"Ih jorok sekali omongannya.'' Kata Nieya kesal.


Althan terkekeh sambil mengunyah makanannya.


"Tapi fakta kan cuma beda rasa aja."


"Althan" pekik Nieya yang malu. Althan tertawa


terbahak- bahak.


"Sudah berani memanggil namaku hm?" Althan


berkata sambil menyuapi Nieya. Nieya menerima tanpa menolak.


"Aku ingin makan nasi padang Daeng." Ujar Nieya.


"Boleh." Althan menutup makanannya setelah itu


melihat Nieya "Tapi setelah menghukummu karena sudah tidak sopan memanggil


namaku." Althan tertawa sambil membaringkan Nieya sedangkan Nieya


menggeleng dan tak dapat menolak.


Satu hal yang Nieya


belum ketahui yaitu Althan memiliki nafsu sex yang besar sama sepertu dirinya.