Beautiful Disabled Girl

Beautiful Disabled Girl
Episode 13



Nieya melayani pembeli setelah lama tidak berjualan,


Althan membuat dirinya jarang berjualan alhasil ia di tanyai pembeli tetapnya.


"Kemana aja Mba, lama gak keliatan."


"Hehe lagi ada kesibukan bu." Jawab Nieya


sambil memberikan bungkusan nasi kuning.


"Berapa semua?" Tanya pembeli.


"Lima belas ribu aja." Jawab Nieya. Pembeli itu


mengeluarkan uang pas setelahnya pergi.


"Hai." Sapa seseorang dengan kaca mata dan


topi. Nieya menengok dan terkaget.


"Pergi." Usir Nieya kesal. Tiap hari bertemu


membuatnya tidak bisa berjualan karena harus melayani dirinya siapa lagi kalau


bukan Althan


"Ngusir?" Althan melepas kaca matanya dan masuk


ke dalam tenda biru dan duduk di samping Nieya.


"Kalau ada kamu aku gak bisa jualan. Pokoknya hari


ini aku mau full jualan sampai daganganku habis." Jelas Nieya sambil


memperbaiki dagangan. Althan mengangguk sambil menunjuk kopi kesukaannya.


"Ya ya ya, aku akan bekerja disini sambil


menemanimu." Althan membuka laptopnya dan mencolokan kabel laptop ke stop


kontak milik pedagang lain.


"Althan." Rengek Nieya karena kalau ada lelaki


itu repot.


"Nieya, dosa nih ya sama calon suami." Kata


Althan dengan mimik serius. Nieya langsung terdiam dan membuatkan calon


suaminya kopi.


"Pokoknya jangan merengek ya, jangan iseng dan


ganggu aku jualan." Peringat Nieya dan Althan mengangguk manis.


"Gak." Jawabnya. Tapi abis ini kita jalan


kan?" Sambung Althan.


"Kalau daganganku habis semuanya baru boleh


jalan."


Althan mengangguk sambil tersenyum setelah itu membuka


email dan mengirimkan pesan kepada semua pegawainya.


Dear staff...


Saya memerintahkan kalian untuk makan di kebun sayur di


depan masjid. Siapa yang makan dan datang kesini akan di berikan bonus


saat gajian.


Ps. Tidak berlaku untuk karyawan Bapak Danu tapi tetap


dapat bonus kok :)


 


 


Althan.


Althan tersenyum sambil menekan papan keyboard.


"Ini kopinya, mau makan gorengan?" Tawar Nieya.


"Mau, tapi kalau batuk kamu mau jadi perawatku


ya." Althan menjentikan jarinya ke Nieya. Nieya langsung duduk dan memukul


pelan bahu Althan pelan.


"Katanya mau kerja malah gombal."


"Ya ya ya, ini juga lagi kerja." Jawab Althan


sambil melihat layar laptopnya.


❤❤❤❤


Ela tak sengaja menyenbur kopinya saat cek email.


"Gila, pak Althan ngundang seluruh staf khususnya


kecuali kita." Kata Ela. Kanza yang menonton langsung mem pause film dan


membuka email.


"Wadau, dasar bapak Althan jahat bukan masalah gaji


bulanan tapi makan gratis di saat tanggal tua ini." Katanya lagi.


"Kasih tau anak- anak lain gak nih?" Tanya Ela


ke Kanza. Kanza menggeleng.


"Gak usah, kamu tau kan Nazir kalau dengar kata


makan gratis beuh! Maju duluan."


"Yaudah deh, mudahan aja Pak Danu liat email


ini." Gumam Ela kesal.


❤❤❤❤


Dua puluh karyawan khusus milik Althan mengerumuni warung


milik Nieya dan makan di sana. Ibu dan Bapak membantu Nieya untuk jualan karena


tak tega melihat dirinya keteteran melayani pembeli.


Dalam hati Althan membatin untung saja karyawan Danu


tidak kesini biar Nieya tidak curiga kalau dirinyalah yang mendatangkan mereka.


"Daeng, bantulah diriku jualan jangan mandangin aku


terus." Kata Nieya sambil membungkus nasi dan mengambil lauk, wajahnya


nampak cemberut karena Althan leha- leha.


"Kamu menyuruhku kerja kan? Sekarang aku lagi kerja


nanti kalau aku membantu dirimu kerjaanku terlantar dan merugikan perusahaan


terus bagaimana dengan seluruh karyawanku." Kata Althan. Nieya


mengerucutkan bibirnya kesal ia melirik Althan setelah itu membuang


pandangannya. Awas saja ia tidak aka  mau jalan bersama Althan nantinya.