
Nieya melayani pembeli setelah lama tidak berjualan,
Althan membuat dirinya jarang berjualan alhasil ia di tanyai pembeli tetapnya.
"Kemana aja Mba, lama gak keliatan."
"Hehe lagi ada kesibukan bu." Jawab Nieya
sambil memberikan bungkusan nasi kuning.
"Berapa semua?" Tanya pembeli.
"Lima belas ribu aja." Jawab Nieya. Pembeli itu
mengeluarkan uang pas setelahnya pergi.
"Hai." Sapa seseorang dengan kaca mata dan
topi. Nieya menengok dan terkaget.
"Pergi." Usir Nieya kesal. Tiap hari bertemu
membuatnya tidak bisa berjualan karena harus melayani dirinya siapa lagi kalau
bukan Althan
"Ngusir?" Althan melepas kaca matanya dan masuk
ke dalam tenda biru dan duduk di samping Nieya.
"Kalau ada kamu aku gak bisa jualan. Pokoknya hari
ini aku mau full jualan sampai daganganku habis." Jelas Nieya sambil
memperbaiki dagangan. Althan mengangguk sambil menunjuk kopi kesukaannya.
"Ya ya ya, aku akan bekerja disini sambil
menemanimu." Althan membuka laptopnya dan mencolokan kabel laptop ke stop
kontak milik pedagang lain.
"Althan." Rengek Nieya karena kalau ada lelaki
itu repot.
"Nieya, dosa nih ya sama calon suami." Kata
Althan dengan mimik serius. Nieya langsung terdiam dan membuatkan calon
suaminya kopi.
"Pokoknya jangan merengek ya, jangan iseng dan
ganggu aku jualan." Peringat Nieya dan Althan mengangguk manis.
"Gak." Jawabnya. Tapi abis ini kita jalan
kan?" Sambung Althan.
"Kalau daganganku habis semuanya baru boleh
jalan."
Althan mengangguk sambil tersenyum setelah itu membuka
email dan mengirimkan pesan kepada semua pegawainya.
Dear staff...
Saya memerintahkan kalian untuk makan di kebun sayur di
depan masjid. Siapa yang makan dan datang kesini akan di berikan bonus
saat gajian.
Ps. Tidak berlaku untuk karyawan Bapak Danu tapi tetap
dapat bonus kok :)
Althan.
Althan tersenyum sambil menekan papan keyboard.
"Ini kopinya, mau makan gorengan?" Tawar Nieya.
"Mau, tapi kalau batuk kamu mau jadi perawatku
ya." Althan menjentikan jarinya ke Nieya. Nieya langsung duduk dan memukul
pelan bahu Althan pelan.
"Katanya mau kerja malah gombal."
"Ya ya ya, ini juga lagi kerja." Jawab Althan
sambil melihat layar laptopnya.
❤❤❤❤
Ela tak sengaja menyenbur kopinya saat cek email.
"Gila, pak Althan ngundang seluruh staf khususnya
kecuali kita." Kata Ela. Kanza yang menonton langsung mem pause film dan
membuka email.
"Wadau, dasar bapak Althan jahat bukan masalah gaji
bulanan tapi makan gratis di saat tanggal tua ini." Katanya lagi.
"Kasih tau anak- anak lain gak nih?" Tanya Ela
ke Kanza. Kanza menggeleng.
"Gak usah, kamu tau kan Nazir kalau dengar kata
makan gratis beuh! Maju duluan."
"Yaudah deh, mudahan aja Pak Danu liat email
ini." Gumam Ela kesal.
❤❤❤❤
Dua puluh karyawan khusus milik Althan mengerumuni warung
milik Nieya dan makan di sana. Ibu dan Bapak membantu Nieya untuk jualan karena
tak tega melihat dirinya keteteran melayani pembeli.
Dalam hati Althan membatin untung saja karyawan Danu
tidak kesini biar Nieya tidak curiga kalau dirinyalah yang mendatangkan mereka.
"Daeng, bantulah diriku jualan jangan mandangin aku
terus." Kata Nieya sambil membungkus nasi dan mengambil lauk, wajahnya
nampak cemberut karena Althan leha- leha.
"Kamu menyuruhku kerja kan? Sekarang aku lagi kerja
nanti kalau aku membantu dirimu kerjaanku terlantar dan merugikan perusahaan
terus bagaimana dengan seluruh karyawanku." Kata Althan. Nieya
mengerucutkan bibirnya kesal ia melirik Althan setelah itu membuang
pandangannya. Awas saja ia tidak aka mau jalan bersama Althan nantinya.