Beautiful Disabled Girl

Beautiful Disabled Girl
Episode 16



Nieya memakai pakaian yang di belikan Althan sebelum


pulang kerumah. Tanda merah begitu tertera di tubuh Nieya akibat ulah Althan.


"Pulang ke apart yuk." Ajak Althan sambil


meremas bokong Nieya.


"Gak, aku mau pulang saja. Ibu dan bapakku harus


makan malam nanti gak ada yang nyiapin." Kata Nieya setelah memakai baju


dan mengikat rambutnya asal.


"Kalau gitu izin saja, bilang aja nginap dirumah


aku."


"Orang tuaku tidak begitu, membiarkan anak


perempuannya nginap dirumah orang lain, lain kali aja." Nieya memegang


dada bidang Althan lalu mencium bibir lelakinya.


"Baiklah." Althan mengalah sambil memeluk


Nieya.


Althan akan mengantar Nieya untuk pulang kerumah tapi


sebelum itu makan nasi padang.


"Jadi makan nasi padang?" Tanya Althan saat


Nieya memasukan pakaian basah ke dalam tas belanja.


"Jadi dong." Jawabnya.


"Nasi padang dimana?" Tanya Althan sambil


memainkan hpnya. Saat bermain hp muncul sebuah pesan singkat mengenai Danu dan


Nieya.


Saya sudah mendapatkan informasinya, menurut kabar ini


sangat akurat dan tidak bisa di sangkal.


Althan mematikan layar hpnya saat Nieya memeluknya dari


belakang.


"Makan di manggar." Jawabnya. Althan mengangguk


sambil melepaskan pelukan Nieya lalu berdiri dan menyimpan hpnya di saku.


"Ayo." Ajaknya sambil meraih kunci mobil dan


memegang tangan Nieya.


❤❤❤❤


"Apapun yang terjadi kau tidak membenciku kan?


Sekalipun masalaluku yang buruk." Kata Nieya tiba- tiba. Althan langsung


menengok dan menggeleng


"Percayalah, jika dirimu mendengarnya jangan


salahkan pihak lawan tapi akulah yang bersalah. Jangan menghakimi mereka."


Kata Nieya sendu. Althan meminggirkan mobilnya setelah itu melihat Nieya.


"Maksudnya apa? Jangan buat aku penasaran."


Kata Althan.


"Aku bukanlah seorang gadis yang baik, masa laluku


buruk. Aku dulu bekerja sebagai pembantu keluarga Keana dan Danu. Aku terobsesi


menjadi orang kaya hingga menggoda Danu." Kata Nieya tertahan ia


mengeluarkan air matanya. "Aku menggoda Danu hingga ia terbuai lalu kami


bersentuhan setiap tidak ada Keana, aku pernah hamil hingga menikah siri dengan


Danu. Tapi pernikahan kami tidak bertahan lama karena Danu menyiksaku dalam


keadaan mabuk. Ia mabuk karena di cecoki preman miras oplosan demi menyicipi


tubuhku. Aku kecelakaan karena preman yang mengejarku hingga kakiku seperti


ini." Kata Nieya jujur.


"Siapa yang mengetahui hal itu." Tanya Althan


dingin dan mengintimidasi.


"Semuanya. Karyawanmu, ibu dan bapak, Keana, Danu


dan Rayyan serta Bayu." Jawab Nieya.


Althan langsung memukul stir mobil penuh emosi. Bahkan ia


membenturkan kepalanya di mobil.


"Kenapa? Kenapa mereka tidak memberitau aku."


Teriak Althan tak terkendali. Nieya menangis tak lama ia keluar dari mobil dan


pergi menjauh, Althan tidak mengejar justru ia menjalankan mobil untuk pulang


kerumah Danu.


"Brengsek loe Danu! Sahabat macam apa dirimu."


Althan mempercepat mobilnya hingga ia sampai di kediaman sahabatnya.


Althan keluar dari mobil dan menggedor pintu rumah Danu.


Danu membuka pintu dan tersenyum.


"Hey dude.


Buk


Buk


Buk


Danu tersungkur di lantai bibirnya pecah dan pelipisnya


sobek.


"Brengsek! Teman macam apa kamu hah!!" Kata


Althan membabi buta. Keana lari saat mendengar teriakan Althan dan betapa


kagetnya ia mendapati sang suami sudah lebam.


"Althan!" Teriak Keana sambil melindungi Danu.


"Kau gila datang dan memukul suamiku hah!" Kata Keana.


"Suamimu bohong dia ternyata mantan suami


memangis. Danu menggeleng pelan ke Keana tanda tidak apa- apa.


"Kamu sudah tau?" Tanya Danu pelan dan Althan


mengangguk.


"Dia yang ngomong saat kami ingin makan."


Jawabnya.


"Itu sudah jadi masa lalu Althan." Kata Keana.


Althan melihat Keana lalu bergantian dengan Danu.


"Tapi kenapa kalian diam dan tidak mengatakannya padaku?


Aku mencintainya dengan segala kekurangannya." Ujar Althan. Danu berdiri


lalu menyuruh Althan masuk dan duduk di ruang tamu.


"Duduklah, sekarang dimana Nieya?" Tanya Danu.


"Dia pergi saat di jalan."


"Astaga kau meninggalkannya?" Kata Keana kaget


"ia pasti sangat ketakutan sekarang." Keana berdiri dan meraih kunci


mobil ia segera mencari Nieya agar wanita itu tidak diganggu oleh orang- orang


nakal.


"Nieya takut dengan orang jahat apalagi preman, jadi


Keana menyusulnya untuk membawanya pulang. Kau tau kenapa aku ataupun yang


lainnya tidak memberitahukan masa lalu Nieya? Itu semua karena dirinya


menemukan semangat hidup, menemukan seseorang yang bisa melindunginya."


Jelas Danu. "Aku minta maaf tapi itu sudah menjadi masa lalu."


"Dia trauma dengan preman?" Tanya Althan dan


Danu mengangguk. "Dia kehilangan semangat hidup karena cacat?" Tanya


Althan lagi dan Danu mengangguk.


"Ya, tapi sejak kehadiranmu ia menjadi semangat dan


menjadi orang yang lebih baik bahkan Keanapun iri dengannya." Kata Danu.


"Althan, semua orang memiliki masa lalu. Kamu dan


Nieya sama- sama dalam keputus asaan tapi Tuhan mempersatukan kalian hingga


memiliki semangat untuk hidup bersama dan menjalaninya." Kata Danu lagi


sambil memegang rahangnya sendiri.


"Ia tidak bersalah tapi egolah yang membuat dia


seperti itu." Gumam Althan ia menghapus air matanya dan menelfon kedua


orang tua Nieya.


"Hallo."


"Ibu ini saya Althan mohon maaf Nieya pulangnya


sedikit terlambat.


"Oh nak Althan, iya gakpapa nak."


"Yaudah kalau gitu bu."


Althan mematikan telpnya lalu melihat anak- anaknya Danu


yang sedang menonton tv di ruang tengah.


"Bahagia rasanya memiliki mereka ya?" Tanya


Althan. Danu tersenyum lalu mengangguk.


"Ada rasa tersendiri menjadi seorang ayah."


Jawab Danu. Althan tiba- tiba saja teringat dengan Nieya bagaimana kalau wanita


itu hamil anaknya karena sudah berbuat.


Entahlah.


❤❤❤❤


"Nieya?" Panggil Keana setelah berdiri di


sampingnya. Nieya menengok dengan mata sembab tak lama ia menangis pilu membuat


Keana langsung memeluknya.


"Aku mencintainya Ana, tapi Tuhan tidak mengizinkan


kami karena masa laluku." Kata Nieya di bahu Keana.


"Sst, ayo kita pulang." Ujar Keana. Nieya


menggeleng ia tidak ingin pulang ia tak mau Althan berada disana nanti.


"Keana, adakah pekerjaan untukku di tempat yang


jauh? Aku janji tidak akan menggoda suamimu. Aku ingin melupakan Althan karena


aku tau pasti ia membenciku."


"Nieya, dia tidak membencimu..." kata Keana


sambil menuntun Nieya masuk ke dalam mobilnya.


"Althan berada dirumahku ia menghajar Danu hingga


babak belur." Kata Keana setelah masuk ke dalam mobil. Nieya menghapus air


matanya dan menengok.


"Sudah kubilang mereka tidak bersalah. " ujar


Nieya karena ia tau kalau mereka melindungi Nieya demi kebahagian.


"Keana bisakah besok pagi kau mengantarkanku ke


terminal batu ampar?" Kata Neiya.


"Buat apa?" Tanya Keana sambil menyetir.


"Aku ingin pergi untuk menenangkan diri. Aku akan


izin dengan ibu dan bapak." Kata Nieya meyakinkan.


"Mau kemana memangnya?"


"Samarinda." Jawab Nieya.


Nieya akan pergi meninggalkan kota Balikpapan ini dan


pergi untuk menenangkan diri.