Beautiful Disabled Girl

Beautiful Disabled Girl
Episode 10



Nieya duduk di teras sambil terdiam ia ditinggal oleh


Althan yang sedang mengambilkannya minum. Sungguh ia ingin pulang kerumah dan


memeluk Ibunya.


"Nieya." Panggil Keana. Nieya menengok dan tertunduk


malu. "Bagaimana kabarmu? Ibumu? Bapakmu dan adikmu?" Tanya Keana


ramah sambil duduk di kursi.


"Baik Ana. Aku tidak tau kalau althan membawaku


kesini." Ujar Nieya tak enak. Keana menggeleng pelan.


"Tidak apa, mungkin kamu sudah tau tapi tidak bisa


menolaknya. Maafkan kami yang tadi, Danu baru menjelaskannya pas kami di


kamar... aku bahagia Althan memilikimu." Kata Ana.


Nieya tersenyum penuh syukur ia menatap Ana haru.


"Aku cacat Ana dan dia mau menerimaku. Aku bersyukur


ada yang menggantikan sosok di dalam hatiku" kata Nieya. "Tapi aku


takut jika masa laluku diketahui dirinya dan dia membuangku."


"Kita akan bantu untuk membuatnya mengerti pelan-


pelan. Jangan sampai masa lalumu terbawa sampai ke dalam pernikahan


Nieya." Kata Keana.


"Maafkan Aku Ana, maaf sekali lagi. Aku sudah


menerima semuanya dengan ikhlas tapi aku tidak sanggup untuk kehilangan


althan." Kata Nieya kemudian menangis pelan. Keana memeluk Nieya sambil


mengeluas punggungnya.


"Althan dan Danu berasal dari tempat yang sama hanya


saja berbeda masalah. Danu karena perempuan sedangkan Althan karena broken home." Ujar Keana. Nieya


melepaskan pelukannya dan menghapus air mata.


"Apa dirimu mau menceritakannya? Aku bingung kalau


bersama dirinya untuk mengungkit masa lalu." Kata Nieya.


"Buat apa masa lalu mau di ceritakan yang penting


kamu dan dia bahagia."


"Supaya aku bisa membuka masa laluku juga."


Kawabnya pelan.


"Sayang." Tegur Althan yang baru saja datang.


Keana lekas berdiri dan pergi untuk menemui sang suami.


"Loh, kok pergi Ana?" Tanya Althan.


"Bayi tuaku merengek tuh." Jawab Ana ke Danu


yang sedari tadi memberi kode.


''Mau ngapain dia kalau seperti itu na?" Tanya


Nieya.


"Biasa, ngajak tidur.'' Jawab Keana sambil tertawa


kemudian melengos pergi.


"Katanya kamu haus? Aku membawakan ini." Althan


duduk di tempat Keana tadi dan memberikan minuman ke Nieya.


"Kamu kok baik banget sih." Kata Nieya sambil


menerima segelas minuman dingin.


"Baik dong kamu kan kekasihku. Oh ya? Tadi kalian


bahas apa?" Tanya Althan sambil menenggak minumannya sendiri yang ia bawa.


"Tentang dirimu yang habis rehab." Jawab Nieya.


Althan langsung terdiam kemudian melihat Nieya.


"Apa kamu akan menjauh dariku?" Tanya Althan.


Nieya mengusap lengan Althan dan menggeleng pelan


"Buat apa menjauhimu? Kalau Keana bisa menerima Danu


masa aku tidak bisa menerimamu, yang penting berubah jadi baik untuk berumah


tangga nanti." Jawab Nieya ke Althan. Althan meletakan minumannya dan


mengelus pipi Nieya.


"Terima kasih sayang, yang penting kamu di


sampingku." Jawab Althan sambil mencium kening Nieya mesra.


❤❤❤❤


Makan malam berlalu semua yang hadir pamit berpulangan


kecuali Nieya yang masih di dalam toilet sambil di tunggui oleh Althan yang


berdiri di luar kamar mandi. Nieya tidak melakukan apa- apa hanya saja ia ingin


dan menyendiri beberapa saat.


"Nieya." Panggil Althan sambil melihat jam


wajahnya seraya menarik nafas.


"Bukalah." Kata Nieya sambil berdiri dan pura-


pura habis buang air. Tak lama Althan membuka pintu dan membantu Nieya berjalan


menuju ruang tamu.


Keana dan Danu saling membersihi rumah maklum trauma


dengan pembantu membuat Keana melakukan pekerjaan rumah serba sendiri.


"Loh kalian gak pake pembantu? Kok kerjanya


berdua." Ujar Althan. Keana melihat Nieya kemudian beralih ke piring yang


ia bawa.


"Tidak, kalau pake pembantu nanti diriku tidak ada


kerjaan. Kalau gak ada aktifitas diriku gendut dan gak cantik lagi. Kalau gak


cantik lagi nanti Danu cari yang baru...." jawab Keana sambil memberikan


piring ke Danu lalu lelaki itu membawanya ketempat cucian piring. Althan


tertawa sambil menyandarkan Nieya di dekapannya.


"Kalian gak pulang? Pulang sana." Usir Danu


sambil mengelap meja tamu.


"Ngusir? Bagaimana kalau aku tidak ingin pulang? Aku


bisa tidur di kamar Rayyan dan bermain ps sampai pagi." Jawab Althan. Danu


melempar elap di wajah Althan dan berdiri seraya mengacak pinggang.


"Anakku! Makanya buat anak biar ada temen main.


Besok dia sekolah jadi gak boleh main ps." Jawab Danu. Sudah menjadi


peraturan bahwa Danu dan Keana mengizinkan anak- anaknya bermain game ketika


hari libur.


Althan mengambil elap yang nyangkut di wajahnya sambil


tertawa.


"Ya deh, ayo kita pulang sayang, aku naikan kursi


rodamu dulu. Tunggu sini." Kata Althan sambil melipat kursi roda dan


membawanya keluar.


"Aku mau mandi, jangan nakal jika ingin surat cerai


ada di sampingmu." Ancam Keana ke Danu. Danu menggeleng dengan wajah


polos.


Suasana nampak canggung saat Danu duduk di hadapan Nieya.


"Bagaimana kabarmu? Sudah lama tidak seperti


ini." Kata Danu. Nieya menatap seseorang di masa lalunya.


"Baik, bolehkah aku memberitahumu walaupun sudah


jadi masa lalu." Kata Nieya pelan. Danu mengangguk dengan serius.


"Aku pernah hamil anakmu tapi keguguran karena kamu


memukulku. Tapi itu sudah jadi masa lalu maaf sudah membahasnya." Kata


Nieya sambil menahan air mata.


"Itu sudah jadi masa lalu dan informasimu membuatku


terluka. Maafin aku." Kata Danu.


Keana mengelus dadanya saat mendengar masalalu di balik pintu


kamar begitupun dengan Althan yang sekilas mendengar Danu berbicara.


"Apa mereka saling kenal?" Althan sedikit


terusik dengan ini. Apa ia menunggu Nieya menjelaskan atau mencarinya sendiri?


Entahlah.


Keana keluar dari kamarnya dengan menggunakan baju


handuk.


"Loh belum mandi?" Tanya Danu. Althan masuk ke


dalam rumah dan menyuruh Nieya berdiri.


"Lupa, suamiku yang tampan harus ikut." Kata


Keana genit sambil menarik suaminya untuk berdiri kemudian Keana membisikan


sesuatu. "Takut masa lalu terulang lagi dan aku tidak rela." Danu


langsung tersenyum kemudiam mencium bibir istrinya sekilas.


"Yuk mandi bareng." Ajak Danu ke Ana.


"Kami pulang deh, ayo sayang." Althan membantu


Nieya menggunakan tongkatnya.


"Hati- hati." Jawab Keana saat Althan dan Nieya


keluar dari rumahnya.


❤❤❤❤