
"Kalau di pikir-pikir Tadi ucapan rangga ada benarnya. nih anak beneran pingsan atau cuma pura-pura ya?" tanya indah mengintrogasi Bastian yang masih dengan jahilnya.
"Yaudah lu glitik aja Perutnya, kali aja dia geli dan bangun" Ucap rere.
"Ide Bagus" setuju indah dan mulai menglitik seluruh badan Bastian.
"Mampos gw!! Kamprett geli amatttt!! Nih cewekk Aduhhh... Tahannnn Broo Tahannnn!!!" ucap bastian dalam hati yang masih tidak bergerak walau sudah di kerjain indah.
"Re, kayanya dia beneran pingsan, Gimana ni" ucap indah berhenti menglitik badan Bastian.
"emmm...ndahhh" kikuk Rere yang berusaha kabur dan tidak ingin ikut kedalam masalah indah apalagi yang bersangkutan dengan bastian secara serius.
"heii Rere!! kemanaaa" teriak indah yang melihat sahabatnya Lari dari ruang uks.
"akhh..elahhh ni anakk kenapa ga bangun-bangun si..woi bastiann"
"haha selamat menemaniku seharian cewek bar-bar. Tidur ah" batin bastian yang mengintip indah karna cemas.
3 jam kemudian...
kelas Sudah berakhir namun sekolah belum tutup karna waktu masih menunjuk pukul 1 Siang.
"Tangan siapa nih" ucap bastian terbangun dari tidurnya dan melihat ada tangan yang melingkari perutnya.
"cewe rese tadi..Haha puas banget ngerjain dia" tawa bastian dalam diam dan memperhatikan indah yang tertidur menjaganya.
"kalau dilihat-lihat cewe ini gak ada bedanya.entah itu saat marah, senyum, tidur tetap cantik"
"Kalau bisa..aku ingin pergi dari dunia yang penuh drama ini!" ricau indah yang masih dalam keadaan mata yang terpejam.
"apa dia sedang bermimpi?" bingung bastian yang melihatnya berbicara sendiri.
"ayah.. ibu.. Laki-Laki Bernama Riko Sudah meninggalkanku, lagi-lagi aku di kecewakan seorang laki-laki" ucap indah masih dengan keadaan yang sama.
"Aduh" Kejut bastian Karna perutnya di cengkram.
"Bastian!! Jika aku melihatmu lagi Akan ku potong-potong Tubuhmu" ricau indah menyebut nama bastian yang membuat bastian berhenti merasakan sakit.
"woahh...Kejam sekali mulutmu" ucap Bastian.
dan cengkraman pun makin kuat sehingga Membuat Bastian teriak dan membuat indah terbangun karna terkejut.
"Bastian, kau mengejutkanku" omel indah.
"Indah, Kauu menyakitikuuu" omel Bastian tak kalah dari indah.
"Huh" acuh indah dan berbalik memblakangi Bastian.
"Apa sudah membaik" Tanya Indah.
"tadinya sudah, tapi gara-gara kamu aniaya perutku jadi sakitnya bertambah 3× lipat" ucap Bastian memegangi perutnya.
" apa maksudmu!! Bastian, Berhentilah menganggu ku" ucap indah dengan nada sedikit keras.
"Lo lihat sendirii!!! perut gw hampir Berdarah karna cakar'an tangan lo saat tidur tadi" Marah Bastian yang ia Buat-buat dan menunjukkan perutnya yang merah.
"euhh...maa..maaf" indah mengalah karna melihat beneran ada kemerahan di perut bastian yang mungkin di akibatkan indah.
"Maaf lo gak akan buat Perutku jadi mulus lagi"
"terus mao lo apaa"
"rawat gw di rumah lo"
"Ya buat nunjukkin maaf lo yang tulus" ucap Bastian enteng.
"Lagian kita lawan jenis yang asing dan belum menikah! kadi ga boleh tinggal seatap dulu"
"Jadi maksud lo, lu pingin gw nikahin gitu ndah? Baru bisa satu atap?" Girang Bastian.
"Omong kosong, Udah males gw bicara sama lo"
"Yaudah ayo bantuin gw" perintah Bastian dengan seangkuh mungkin.
"Dasar lemah" ucap indah membantu Bastian berdiri.
"mangkannya ayo berjuang bersama"
"dasar Gak jelas!" Jawab indah dengan cepat.
"yaudah di jelasin donggg"
***
Rumah Indah.
"udah lo tidur aja disini dulu, Gw mau mandi. Bisa pingsan gw cium aroma tubuh lo lama-lama"
"yaudah sonooo pergi-pergi" usir Bastian agar ia bisa melihat-lihat kamar indah.
"Cih. Udah numpang sok jadi tuan besar" kesal indah dan pergi meninggalkan Bastian.
"Kamar cewek ini lumayan rapi, Buku-bukunya juga banyak, sepertinya dia anak rajin" ucap Bastian yang beranjak dari ranjang dan berjalan menuju rak buku.
"Diary?" Ucapnya mengambil buku yang terletak di atas lemari.
"tangall 8 maret 2011.
waktu 7 malam.
aku senang sekali bisa mendapatkan seorang pacar pertama yang bernama Riko Wijaya orangnya baik, manis, perhatian, anak orang kaya lagi udah gitu ganteng. senang dehh pokoknya. semoga hubunganku sama dia berlanjut sampai ke jenjang pernikahan. hari ini aku tulis ini buat mengingatkanku bahwa pada tangal ini aku sedang bahagia."
"Tanggal 11 maret 2011.
waktu 10 malam.
Tadi aku sama dia makan malam romantis banget!!
siapa lagi kalau bukan bersama Riko.
yaampun baru kali ini aku makan makanan yang mewah dan enakk. dan dia bahkan memberiku sebuah kalung berkilap putih.indah bangett. kalungnya aku simpan di lemari. sengaja biar ga hilang hihi"
"tanggal 14 mei 2011.
waktu 9 malam.
Sudah lama tidak menulis diary. karna tugas sekolah selalu menumpuk. lalu...pada hari ini...tepat di hari ulang tahunku yang akan datang 3 hari lagi. dia malah selingkuh dibelakangku..dia yang selalu ku bangga-banggakan dan dia yang slalu membuatku merasa jadi wanita paling beruntung. telah mengecewakanku dengan sekali pertunjukkan. ditambah lagi kehadiran sesosok Bastian yang baru kenal udah sok akrab. sekarang dia numpang di rumahku. padahal dia kan ada tempat sendiri, tapi entah kenapa aku tidak bisa menolaknya. kasihan mungkin? iya kasihan , karna tadi siang aku pukul perutnya sampai terbatuk-batuk jadi ya mau gk mau aku bantu dia sembuh dulu buat pertanggung jawaban. lalu setelah selesai. kuharap tidak akan berjumpa lagi dengan nya di kemudian hari"
"Manis.." ucap Bastian sehabis membaca buku diary indah.
"jadi lusa besok dia sudah berulang Tahun" senyum Bastian dan Memikirkan sebuah cara yang harus ia lakukan.
Bersambng....