
Indah berjalan menyusuri koridor. ia tergupuh-gupuh karna menghindari tatapan-tatapan tajam dari Siswa-siswi.
Bugh...
"Maaff" Ucap indah yang barusan menubruk seseorang.
Namun orang itu hanya diam dan melanjutkan jalannya tanpa mengatakan sesuatu apapun. indah pun berdiri dan membersihkan roknya yang mungkin kotor karna lantai.
Indah melanjutkan jalannya dan menuju kelas namun lagi-lagi dia mendapat masalah karna berpas-pasan dengan orang yang bikin ia bete sejak putus dari kekasihnya Riko.
"Rambut lo kenapa? Kok kotor banget?" tanya Bastian menunjuk rambut indah yang banyak Kotoran Seperti pasir, permen karet, dan Daun-daun.
Indah pun memegang rambutnya .
"Aaaaaa" Teriak indah terkejut setelah menyentuh rambutnya yang juga tersentuh benda lengket-lengket.
"Aduhhh lo kenapa si? teriak lo kenceng banget ga dirumah ga di sekolah. bisa-bisa kuping gw budeg nihh" Ucap Bastian menutupi kedua telinganya.
"Dirumah?? Kalian tinggal serumah??" Tanya Rere yang tiba-tiba datang.
Bastian dan Indah pun sontak terkejut dengan kehadiran Rere yang tiba-tiba.
"Ahaha ngarang..salah kira kamu" Elak indah dengan salah tingkah.
"Oke. Aku juga berharap begitu, dan satu hal lagi ndah, lebih baik lo jauhin nih Bastian, karna lo tau? Dia udah punya kirana" Ucap Rere dengan sinis.
"Ihh terus apa hubungannya sama aku, ga jelas banget deh kamu" elak indah dengan cengengesan.
"Lo kata siapa, kalau gw udah punya kirana" Ucap Bastian dingin.
"Ga lo kasih tau, juga gw udah tau sendiri dari temen-temen lainnya. lo itu mentang-mentang cakep dan pinter lo seenaknya main sana sini, tau ga!" Rere mendorong bahu Bastian sehingga Bastian terpundur.
Bastian mengepalkan tangannya dan sudah emosi di puncak kepalanya tapi ia tetap akan menahannya karna dia sadar bahwa Rere adalah perempuan ditambah lagi sahabatnya indah.
"Jaga ucapan lo re! Inget satu hal. Gw ga pernah mainin cewek sana sini, karna gw udah punya mainan sendiri. Termasuk Hp gw yang penuh game." Ucap Bastian membuat Rere bergidik ngeri, karna ucapan Bastian berhasil membuat Rere terdiam seribu bahasa.
Bastian pun meninggalkan mereka dengan kesal.
"Lo ada apa si sama Bastian?" Tanya indah membalikkan tubuh Rere yang menatap kepergian Bastian.
"Oke..gw crita sekarang! Karna mungkin ini sudah saatnya lo tau !...Gw dulu pernah suka Bastian tapi saat gw deketin dia..gw lihat pakai kepala mata gw sendiri kalau dia digodain cewek-cewek alay di luar sana dan dia menebar pesona senyumannya kemana-mana ndah..dia orangnya baik banget, pinter ga sombong, ganteng, Tapi sayang semua kebaikkan dia untuk semua orang juga. Ternyata orang yang selalu ada untuk kita ga selamanya akan bersama kita, karna bisa saja dia hanya menemani waktu kita yang sepi dan belum tentu bener-bener ada niatan untuk menjadi kekasih." ucap Rere panjang lebar ke indah.
"Lagian..lu baperan banget sih...Gini deh..kalau dia ada niatan serius buat lo. dia pasti akan berjuang buat lo dan ngungkapin perasaanya sama lo" Ucap indah tegas.
Rere hanya menunduk memang benar omongannya, dia memang baik wajar dia disukai banyak orang dan ga seharusnya ia baperan hanya karna di baikin dikit-dikit.
"Terus gw harus gimana ndah.."ucap Rere dengan posisi yang tetap menunduk.
"Yaudah lo samperin dia bilang maaf karna ucapan lo tadi nyelekit banget tau ga !" Ucap indah.
"Okey..."
Rere pun meninggalkan indah dan mengejar Bastian yang sudah jauh.
"duh, rambut gue" Ucap Indah memegangi rambut nya sambil berjalan menuju Toilet.
15 menit kemudian...
Dughh....
"Indah?" Tanya riko yang barusan menubruk indah.
"lo gapapa kan?" lanjut riko mengoreksi tubuh indah yang barang kali terluka.
Namun indah hanya diam dan melangkah pergi. Namun dihentikan oleh riko yang membuat indah Menoleh lagi ke riko.
"Bisa lepaskan tangan saya?" Tanya indah dingin.
"Kalau ngga?"
Dgghh...
"Arghhhh...." Jerit riko merasa sakit karna indah mencubitnya.
"Mangkannya jangan asal pegang, ga semua ******* itu mau sama lo yang gatau diri" sinis indah.
Bruk...
"Aduhh paan lagi sii" Jengkel indah dan menatap ke arah orang yang menubruk dia.
"Apa?" Tanya Bastian dingin.
"Kamu ! " Teriak Riko.
Indah yang menyadari bahwa masih ada riko di belakangnya langsung merangkul lengan Bastian.
"Sa..saa...." Ucap indah terbantah karna ia memang ga bisa berakting jadi seorang yang manja.
"Sa apa? Lo pikir gw masakan yang lo panggil sasa" Ucap Bastian.
"Ndah itu gaya pacar lo? Haha gitu banget" ejek riko.
Bastian yang mendengar ucapan riko langsung memeluk tubuh indah.
"Kalau ingin dibelikan bumbu sasa untuk memasak yaudah ayo beli...itung-itung nyicil jadi calon istriku" Bastian mencium kening indah didepan riko yang sudah di pastikan riko kesal dengan perlakukan mereka berdua.
Riko pun memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka yang bercumbu.
Bughh....
"Auw...Sakit bodoh" Bastian menjitak kepala indah.
"Aduhhhh...."rengek indah.
"Sakit? Yaudah sama !"
"Dasar !! Cari kesempatan lo yaa" Indah pun kembali memukul perut Bastian yang membuat Bastian mengadu kesakitan.
"Rasain!!" indah pun meninggalkan Bastian yang masih memegang perutnya.
"Dasar cewek stress!!!"
bersambung.....