
"Indah, Lo kenapa?" tanya bastian yang Melihat Indah memegangi perutnya.
"Shh...veminax...." Ucap indah dan jatuh di pelukan bastian.
"ndahh..Wajah lo pucet bangett" Bastian pun menggendong Indah dan berlari ke arah UKS.
"Indah!!" teriak rere yang melihat Indah dan segera lari menghampirinya.
"Re,Bantu gw buka'in pintunya" pinta bastian.
"Dia kenapa Bass!"
"Cepet Buka!!!" Bentak nya yang membuat rere terkejut dan langsung membuka pintu uks.
Bastian pun dengan pelan-pelan membaringkan tubuh Indah di Ranjang Uks, dan mengusap keringat dingin indah.
"Ndahh, Lo kenapaa?" Tanya Rere mengenggam tangan Indah.
"Perut gw sakitt Ree, Lu benerr mungkin gw Ituh" jelas Indah yang membuat Bastian Bingung, ituh? apa maksudnya itu?
"Ahhh hahaha Ituu Bass, Lo bisa keluar bentar?" Ucap rere yang langsung peka.
"ada apa? Apa artinya itu?" tanya bastian ingin tau.
"itu Boss besar datang" ucap rere.
"bos besar? siapa? mana?" tanya bastian melihat disekelilingnya.
"haduh bos besar Cewekk, masalah cewekkk" ucap rere.
"masalah cewek?? aaaa dia..diaaa pmss?" tanya bastian dengan muka merah.
"Nahh!!! kalau sudah tauu, sana keluarr duluu" usir rere dan mendorong-dorong tubuh bastian.
BAMM....
"Udah enakkan gak ndah?" tanya rere kembali kedekat indah memegang perut indah dan memijitnya pelan-pelan.
"lumayan re, makasii yah"
"mangkannya lo pagi-pagi udah marah-marah, tau nya Mak lo udah datang"
"hehehehe"
"yaudah bentar, gw bantu belikin Roti yak"
"iya makasih"
Rere pun berjalan kearah pintu dan membukanya.
klik..
"Haii" Sapa Bastian dengan senyum kikuk.
"Bastian! ngangetin aja"
"nih" ucap bastian menyodorkan sebuah bingkisan.
"apa ini?" tanya Rere menerima bingkisan dari bastian dan membukanya.
"Udah bawa aja, gue beli semua, karna gak tau indah cocok sama yang bersayap atau gak"
"Bastiann, kecilin suara lo" ucap rere membungkam mulut bastian.
"iya-iya yaudah sana lu buruan masuk" Ucap Bastian.
"Thanks ya"
***
"Broo!!!" panggil rangga mengejutkan Bastian yang sedang duduk di santai di perpustakaan.
"Darimana aja men? Sejak ada Indah, lo mulai lupain kita,ya gak" Ucap Niko yang di balas revo anggukkan.
"Napa disini sendirian? jomblo lo?" ejek rangga duduk di samping bastian dan langsung meneguk minuman Bastian tanpa ijin.
"uhuk..uhukk...asemm minuman paan nih..uhukk.uhukk..." batuk rangga dengan wajah yang langsung pucat, niko ,revo, dan bastian pun tertawa puas.
"Mangkannya kalau mau minum tuh ijin dulu, makan tuh minuman jamu" ucap bastian.
"emang itu minuman apaan bas?" tanya revo mengamati minuman yang dipegang bastian.
"jamu buat orang pms"
"APA!!" kejut revo, niko, dan rangga.
"Sejak kapan laki-laki bisa PMS?" tanya revo.
"eh serius men, gw belum belajar apa-apa tentang pms tentang pms" ucap niko.
"Bas..serius lo udah pms? terus kita kapan????" tanya rangga.
bastian pun menghembuskan nafasnya dengan kasar, entah darimana ia mendapatkan teman-teman seperti ini.
"Yang pms bukan gw" ucap bastian.
"terus? lu beli buat siapa?" tanya niko.
"Jangan bilang buat si indah?" tanya rangga yang langsung dilirik oleh niko dan revo.
"waahhhh calon bino yang baik nii" puji revo tertawa dan menepuk-nepuk pundak bastian.
"binoo?" tanya niko, rangga dan bastian secara bersamaan.
"iya bino, kan kalau bini cewek bro" jawab revo.
"yang ada cuma bini bodoh, darimana lu dapet julukan binoo" ucap rangga menjitak kepala revo.
"dari gw sendiri lah men, kali aja ada yang langsung catat tuh kata bersamaan pengarangnya"
"Duh, Teman ****** kalian" ucap bastian tertawa.
"yang ada sempvak broo" ucap rangga ikut tertawa.
Bersambung...