
Pagi Hari.
Sepasang Mata Seseorang Terbuka secara perlahan, Melihat Area Sekitarnya.
"Dimana Aku?" Tanya Indah, Dan Melihat ke Arah Seorang laki-laki yang sedang tertidur dengan mengenggam tangannya.
"Bastian.." Ucap indah dan menginggat kejadian semalam.
"uchh.." sakitnya masih terasa saat dia bergerak.
"Indah, Kamu Sudah Bangun?" Tanya Bastian terbangun dari tidurnya dengan raut wajah yang senang.
puk...
Bastian memeluk indah dengan sangat erat, sehingga indah kesulitan bergerak, namun ia juga tidak menolak, Kenapa? Entahlah, perasaan ini tiba-tiba muncul begitu saja.
Cup...
"Bagaimana dengan keadaanmu sekarang" tanya Bastian mengecup kening Indah Yang membuat indah melotot tak percaya, Bagaimana Tidak? Ia baru kali ini di cium oleh seseorang sejak kepergian kedua orang tuanya.
"ndaah?" panggil bastian membuyarkan lamunan indah.
"kenapa?" lanjut bastian.
"tidak..tidak apa..aku baik-baik saja" ucap indah.
"ha? kenapa aku tidak bilang kenapa dia menciumku?????" ucap indah dalam hati.
"Yaudau Aku Pesankan Bubur Dulu yah, Jangan Bergerak dulu" ucap bastian dengan semangat dan keluar dengan tergesa-gesa.
BAM...
deg...
deg..
deg...
Indah memegang kening yang tadi dicium bastian dengan tersenyum.
10 Menit Kemudian....
Klik...
"Haii, Ayo Sarapan Dulu" Ucap Bastian menyiapkan makanan untuk indah, yang dibalas indah hanya senyuman.
"Nih.." ucap bastian meyodorkan bubur ayam tepat di hadapan indah.
"Aku Makan Sendiri saja" elak indah.
"buka mulut" titah bastian.
"aizz sudahlah, turuti kata dia saja, Toh juga gak akan mati kalau di suapi dia" ucap indah menerima suapan bastian.
"makan yang banyak, biar cepat sembuh" ucap bastian lembut.
"Aaa" jerit indah tiba-tiba yang mengejutkan bastian.
"kenapaa! apa panas??" tanya bastian berdiri dan mengambilkan indah air minum.
" tidakk, itu..mmmm" ucap indah terdiam.
"kenapa?" tanya bastian.
"itu..akuu..mmm...datanggg lagiii" ucap malu.
"ha?"
"bastiannnn panggilkan susterrr donggg" ucap indah.
Beberapa saat kemudian...
"Tadi kenapa sama suster?" tanya bastian.
"tidak hanya masalah wanita" ucap indah yang langsung masuk ke otak bastian.
"ohh apa bocor?" tanya bastian yang membuat indah kehilangan muka.
"tentu indah!" ucap indah.
"ouh, baiklah apa perutmu masih sakit?" tanya bastian lagi.
"sedikit"
"apa bagian sini?" ucap bastian memegang perut indah, yang membuat indah kaget.
"tenang saja aku tidak mencari kesempatan, diamlah aku bantu kau memijatnya" ucap bastian memijat perut indah dengan hati-hati.
"Bastian..Apa kau bisa menyanyi?" tanya indah.
"tentu bisa!!" Ucapnya dengan percaya diri.
"nyanyikan aku, karna semalam sepertinya kau bernyanyi dengan sangat merdu"
"nyanyilah bersamaku..." ucap bastian.
"tentu" ucap indah tersenyum.
"bagaimana kita bisa memilih jalan lain dengan jelas?
nasib terjerat di sudut-sudut
cinta tidak membutuhkan logika apapun untuk berpikir
hanya langkah yang tepat
dipintu hati, tuk tuk tuk
pendaftaran khusus
senyumanmu membuat sikap dingin ku meleleh
aku ingin menjadikanmu milikku
malam ini, mengucapkan selamat malam selama sisa hidupku
aku ingin tersenyum tertawa bersamamu selamanya
berada di sisimu
aku ingin menjagamu dan mencintaimu selama sisa hidupku
untuk mengenali sepasang mata bersama
perkataan angin, tata bahasa kekasih
tuliskan itu, kebahagiaan telah tiba
sebuah tangan yang alami
untuk mengenal satu sama lain dan saling berpelukan"
***
Ketika Bersamanya, Entah Kenapa Ada Perasaan Nyaman Yang Sulit Dijelaskan, Entah Mengapa Aku Bisa Mempunyai Perasaan Seperti Ini, Entah Sejak Kapan..Perasaan Asing Ini datang, Perasaan Yang Sangat Jauh Dari Biasanya, Perasaan Baru Yang Kini Sedang Berdebaran Di hatiku Dan Membuat Jantungku Terus Berdetak Tak karuan, Tunggu! Apa Aku sakit Jantung? Tapi kenapa Hanya Saat Didekatnya? ~INdah.
Bersambung....