
Kelas.
"Ndah, lu kenapa?" Tanya Rere yang melihat bastian menggendong indah.
"Minggir" ucap bastian.
"Ndah"
"Dia gak papa, gw pergi dulu, pulang sekolah gw kesini lagi" ucap bastian dan mengusap kepala indah lembut.
"Lu kenapa?" Tanya rere.
"Gak papa kan udah di bilangin sama bastian, kaki gw cuma terkilir gara-gara lari ngejar dia" ucap indah.
"Ngejar dia?"
"Iya sang raja cemburu"
"Kalian udah baikan?"
"Ha, nggak belum" ucap indah dengan cepat.
"Lalu kenapa kalian udah deket aja?"
"Pagi ini lo udah cukup buat bertanya, ok? Sekarang kita mau belajar bukan wawancara" ucap indah.
Rere pun hanya mendengus kesal.
***
Kantin.
"Woi, pagi-pagi bukannya ke kelas malah ke kantin" ucap rangga.
"Lu sendiri ngapain kesini?" Tanya bastian.
"Biasa, dia pasti mau borong makanan buat nyemil di kelas nanti" ucap revo.
"Nah tuh tau" ucap rangga dan memesan jajan dengan banyak.
"Bastian!!" Panggil suara seorang perempuan.
"Niki" ucap bastian.
Puk..
"Akhirnya aku menemukanmu" ucap suara seorang perempuan yang bernama niki dan memeluk erat tubuh bastian yang membuat revo dan rangga membatu.
"Niki, kenapa kamu bisa disini?' Tanya bastian melepas pelukan.
"Tentu saja untuk mencarimu, ayo temani aku berkeliling, aku siswi baru disini" ucap niki menggandeng tangan bastian dan meninggalkan revo dan rangga yang masih terpatung.
"Kamu pindah kesini?" Tanya bastian.
"Bukankah aku barusan sudah mengucapkannya?" Tanya niki.
"Tapi, apa sudah ijin mama?" Tanya niki.
"Tentu saja sudah, aku bilang untuk mengikutimu" ucap niki.
"Dasar manja" ucap bastian.
"Hei bas, apa kamu sudah mempunyai pacar?" Tanya niki.
"Sudah berapa kali aku bilang? Panggil aku kakak!" Ucap bastian.
"Oh ayolah, kamu dan aku hanya beda 1 tahun, ok" ucap niki.
"Sama aja, aku lebih tua darimu" ucap bastian.
"Wah ada pedagang jus! aku ingin meminum jus buah naga!" Ucap niki mengabaikan bastian dan berlari ke arah pedagang jus tersebut.
"Hei!" Kesal bastian dan berlari menyusul niki.
Bruk..!!
"Maaf, ini buku lo"ucap bastian.
"Terimakasih" ucap suara seorang perempuan lainnya.
"Sama-sama" ucap bastian dan melanjutkan larinya.
"Tunggu" Ucap perempuan tersebut yang membuat bastian berhenti.
"Lo Bastian?" Tanya perempuan itu.
"Iya Gw, kenapa? ?"
"Gw banyak dengar tentang Lo, dan bahkan Lo terkenal sangat pintar di pelajaran fisika, bisa kan di lain waktu, Lo ngajari gw" tanya perempuan itu.
Bastian pun hanya mengangguk iya dan meninggalkan perempuan itu tanpa berfikir.
***
Istirahat.
"Ndah, mau makan apa? Gw bantu pesankan" ucap rere merapikan buku nya.
"Hai" sapa nicho.
"Kak nicho, kenapa kamu disini?" Tanya indah.
"Gw bawakan Lo makanan, ini nih" ucap nicho menyodorkan sebuah bingkisan kepada indah.
"Terimakasih" ucap indah.
"Mmmm kalau begitu Gw gk ganggu kalian lagi, Gw ke kantin dulu" ucap rere.
"Re" panggil indah.
"hahaha dadah" ucap rere dan berlari keluar kelas.
"Mmmm kalau begitu terimakasih kak, Gw makan nanti, sekarang Gw mau nyusul rere, karna tadi sudah janji akan kekantin bersama" ucap indah.
"Kalau begitu Mau Gw temani ya" ucap nicho.
"Indah, sepertinya Gw semakin tertarik sama lo" ucap nicho.
"Re, woi! Tungguin" teriak indah berlari mengejar rere.
"Eh kaki lu ati-ati" ucap rere berbalik dan memegang indah.
"Lagian, lu ngapain ninggalin gw" ucap indah.
"Yah, gw gak mau ganggu lu sama kak nicho, takut di gedik"
"Ganggu paan, aku sama dia gak ada apa-apa"
"Eh tapi ndah, menurut gw sepertinya kak nicho naksir sama lu deh, buktinya dari kemarin dia kaya lagi ngejar-ngejar kamu gitu" ucap rere berbisik kecil di dekat telinga indah.
Indah pun dengan cepat memegang dahi rere.
"Lu sakit? Ya kali kak nicho suka gw" ucap indah.
"iiih beneran, masa lu gak sadar sih" ucap rere menyingkirkan tangan indah.
"Udah ah, ayo ke kantin" ucap indah dan menggandeng tangan rere.
"Ndah!!" Panggil bastian.
"Apa?" Tanya indah.
"Jangan masang wajah judes gitu napa" ucap bastian.
"oh, kalau gak suka gak usah dilihat" ucap indah dengan sinis.
"Bastian!!!! kenapa aku ditinggal" teriak suara seorang perempuan yang membuat indah berbalik dan melihat ke arah sumber suara.
"niki, panggil biasa aja bisa kan? suara kamu keras banget ngalahin spiker sekolahan tau gak" ucap bastian.
"biarin, salah sendiri ninggalin aku" ucap niki dan menatap ke arah indah.
"siapa dia?" tanya niki dan mengalungkan tangannya ke lengan bastian.
"Oh kenalin, ini indah, ndah kenalin ini niki " ucap bastian.
"Hai" sapa indah dengan tersenyum manis.
"Hai" sahut niki membalas senyuman indah.
"ayo temani aku ke perpus" ucap niki menarik tangan bastian di depan indah.
"eh tunggu" ucap bastian namun tidak di perdulikan niki dan terus menarik bastian.
"Ndah, itu pacarnya bastian?" tanya rere.
indah hanya terdiam melihat bastian yang di tarik cewek lain di depannya dengan mesra.
"ndah, woi" ucap rere menyadarkan indah.
"oh, Gw ke toilet sebentar" ucap indah yang langsung berjalan.
"eh tapi, ndah"
"Rere, dimana indah?" tanya nicho menepuk bahu rere.
"kak nicho, indah baru saja pergi. dia bilang mau ke toilet"
"oh, titip ya" ucap nicho memberikan coklat kepada rere.
"buat indah?"
"iya, titip yah" ucap nicho dan berjalan meninggalkan rere.
***
Toilet.
"Siapa cewek tadi, kenapa dia terlihat akrab banget sama bastian, dan juga kenapa bastian mau di tarik-tarik kaya gitu" ucap indah dalam hati.
"eh Lo tadi lihat kan, bastian di tarik-tarik sama anak pindahan di depan indah"
"iya Gw juga lihat, nempel banget tadi, siapa yah cewek itu?"
"mungkin pacarnya"
"nahh, terus indah ditinggal"
"hahahaha, kalaupun ditinggal bastian, si indah masih ada nicho"
"ah enak banget di posisi indah, kalau ditinggal bastian masih ada nicho, kalau gak ada nicho masih ada bastian" Ucap para siswi-siswi yang bergosip.
Brak!!
"kalian gak ada kerjaan apa? gosip mulu" ucap indah yang keluar dari toilet mengejutkan para siswi yang asik bergosip, mereka pun langsung bubar dan tinggal indah sendiri yang di toilet.
"cih, dasar bastian, cowok modus, playboy!" Ucap indah dengan kesal.
Drrr...Drr...(dering hp)
"hallo"
"ndah, ayo makan, keburu masuk" ucap rere lewat telfon.
"gak mood, makan sendiri aja"
"eh tapi ini ada coklat, titipan kak nicho buat lu"
"ha? lu ketemuan sama kak nicho?"
"gak, tadi dia yang nyamperin gw"
"oh, makan aja deh, Gw gak mood" ucap indah.
"eh tapi.. (Tut.. tut.. tut..)
"kampret indah, belum selesai bicara udah dimatiin, tapi gapapa deh, asik makan coklat gratis!!!" girang rere.
Bersambung..