Bastianku

Bastianku
Dia yang terluka, tapi Aku yang merasakan sakitnya.



"Ndah..Bangun Ndah" Ucap Bastian membelai Wajah Cantik Indah.


Namun Indah Belum Juga Sadar, Bastian Pun Merogo Sakunya Dan Mengambil Ponselnya, Berniat Untuk Menghubungi Dokter Yang Ia Sangat Percayakan.


Tit..


"Hallo Tuan Muda, Ada Yang Bisa Saya Bantu?" ucap Dokter lewat telfon.


"Dok Bisa Kemari? Saya Akan Kirim Alamatnya Lewat Sms, Dan Saya Tunggu 20 Menit Untuk Kedatangan Anda Kemari" Ucap Bastian.


"Baik Tuan Muda!" Ucapnya, Bastian pun menutup Telfon.


Bastian Pun kembali duduk di samping indah yang masih tidak sadarkan diri, ia sangat takut terjadi apa-apa padanya.


15 Menit Kemudian...


Tok..tok..


klik...


"Tuan Muda, Dimana Anda Yang terluka?" tanya dokter kepercayaan bastian.


"Bukan saya, Tapi Dia" Ucap Bastian Menujuk Indah Yang Terbaring Di Kursi Panjang Ruang Tamu.


Dokter pun meliriknya sekilas dan menatap Bastian,Tentu saja bisa langsung dimengerti Bastian, bagaimana tidak? dari eksrepsinya saja pasti sudah berfikiran bahwa aku yang melukainya.


"Cepat Periksa dia" Ucap Bastian Membuyarkan Suasana yang Hening menjadi Tegang.


Dokter pun dengan segera menghampiri indah, mengeluarkan alat-alat untuk memeriksa keadaan indah.


"Bagaimana?" Tanya Bastian.


"Sebelum Anda Bertanya, Saya ingin Mengetahui Bagaimana Keadaan Pasien Sebelum ia tak sadarkan diri" Ucap dokter.


"Dia Sedang Dalam Masa PMS Dok, Dan Dia Tidak Sengaja Terkena Pukulan Yang Keras di area perutnya Sehingga Pingsan" Ucap Bastian Menjelaskan.


"Boleh Saya Tau, Mengapa pasien Bisa Terkena pukulan?"


"Tadi Saat Saya Sedang Berkelahi dengan Mantannya, Ia Mendorong Saya Karna Melihat Mantannya Hendak Memukulku, Sehingga Dia Lah Yang Jadi Sasarannya" Terang Bastian.


"Baik! Kondisi Dia Sangat Lemah, Sebelumnya Tubuh Dia Memang Kuat Dan Masih Bisa Menahan Rasa Nyeri dari Kedatangan Bulan(Haid), Namun Karna Akibat Pukulan/benturan yang terjadi dengan cukup kuat atau bahkan sangat kuat, tentu resiko terjadinya gangguan organ didalam perut pun akan semakin meningkat. Gangguan yang mungkin terjadi akibat benturan yang cukup kuat didaerah perut bawah dapat menyebabkan :


-Trauma atau cedera kandung kemih


-Trauma atau cedera rahim


-Trauma atau cedera organ reproduksi lainnya


-dll


"Ucap Dokter menjelaskan"


"Sebaiknya Pasien Segera Dibawa Ke Rumah Sakit Terdekat, Untuk Pemeriksaan lebih Lanjut, Karna Alat-Alat Di Rumah sakit Lebih Lengkap Untuk mendalami Masalah ini" Ucap Dokter yang di balas Bastian anggukkan dan segera menggendong indah untuk di bawa ke rumah sakit.


Dijalan.


"Ndah, Tahan Ya Ndah" ucap Bastian Mengenggam Tangan Indah di Dalam Mobil taksi.


Rumah sakit Kesehatan.


"Dok! dok! Bantu saya!" Teriak Bastian dengan Berlari heboh, Karna Takut Indah Makin Kenapa-napa.


para suster pun datang dan Membantu Bastian.


Dengan Tergesa-gesa Indah di bawa ke ruangan Gawat Darurat.


"Maaf, Silahkan Anda Tunggu diluar" Ucap suster menghalangi Bastian Masuk dan Menutup pintu.


Bastian pun menghelang nafasnya dengan kasar dan duduk di kursi penunggu, perasaan takut dan kekhawatiran yang makin menjadi-jadi kini makin mengelilingi Bastian.


"Bagaimana jika Rahim Indah eror? Bagaimana jika perutnya ada masalah didalamnya? bagimana lambungnya? bagaimana dia untuk kedepannya? ahh!!!" fikiran yang terus berkeliling di kepalanya membuat ia makin frustasi dan memutuskan untuk menghubungi Teman-Temannya Termasuk Rere.


Tit...


"Hallo!" ucap bastian dengan suara keras yang membuat Rangga Terkejut.


"sialan, ngapain malam-malam ganggu dan teriak di telinga gue" omel Rangga


"segera datang kemari ajak revo,niko, dan rere" ucap bastian.


"kemana?" tanya rangga dengan nada malas.


"RUMAH SAKIT!" tegas Bastian.


"apa, siapa yang sakit!" tanya rangga yang langsung sadar dan duduk di tepi ranjang.


"indah pingsan karna gak sengaja di bogem riko"


"oke, gw segera kesana!"


"jangan lupa bawa semuanya!"


"iya bodoh!"


telfon pun berakhir dan perasaan Bastian akhirnya Menjadi lebih Tenang sedikit, Dari menit sebelumnya.


"Ndah, Semoga lu gak kenapa-napa" doa Bastian dengan tulus.


Bersambung....