
"Sudah-sudah, ayo duduk dan pesan makanan katanya tadi laper" Lanjut Bastian karna takut Indah akan meledak.
"Baguslah kalau peka" Ucap Indah manahan tawanya, ia duduk bersamaan Rere Dan Rangga.
"Mau makan apa?" Tanya Rangga lembut kepada Rere.
"Seperti biasa aja"
"Kamu mau makan apa?" Tanya Bastian.
"Makan salad aja sama jus jeruk"
"Permisi, anda ingin memesan menu apa" Ucap Pegawai wanita yang datang membawa kertas dan pulpen.
Rangga mengambil kertas tersebut dan menulis semua pesanannya, dan Rere begitupula punya Bastian dan Indah.
"Lu kapan nikah ndah" Tanya Rere menggoda temannya.
"DIhh pamer, mentang-mentang disana ada yang biayain jadi enak"
"Kalau kamu juga mau kaya Rere, aku gak keberatan jadi kamu nunggu aku dirumah setiap hari dan masakin aku"
"Ngarep" Indah tertawa riang bersama teman-teman lamanya, karna mereka sudah berpisah 1 tahun setelah pernikahan Rangga dan Rere.
Bastian, indah, Rangga dan Rere masih bercerita banyak hal melepas rindu yang sudah mereka tahan selama 1 tahun ini, hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, segera Bastian mengingatkan waktu kepada Indah untuk segera pulang dan beristirahat karna besok dia harus masuk pagi dan lembur hingga malam. Rangga dan Rere yang langsung paham dia pun mengangguk dan menyelesaikan makanannya dengan cepat.
"Yaudah, gue sama indah pulang dulu ya, lu jaga baik-baik tuh bini lu jangan sampai kabur" Ucap Bastian menepuk bahu Rangga dan menggandeng tangan Indah.
_
Rumah Bastian.
"Udah capek kan, mandi terus langsung tidur" Ucap Bastian mengusap lembut kepala Indah, Indah pun mengangguk dan masuk ke dalam kamarnya.
Bastian berjalan menuju dapur membuat susu untuk indah agar tubuhnya tetap sehat dan membawakannya masuk ke dalam kamar Indah.
"Habis mandi diminum susunya ya, aku taruh di sini ya" Indah pun hanya menyahut iya di kamar mandi, Bastian yang mendengar suara air bercampur suara indah yang bernyanyi hanya menggeleng kepala dan berjalan keluar kamar tak lupa ia menutup pintu dan melanjutkan jalannya ke dalam kamar.
Bastian menutup pintu dan berjalan menuju meja kerja, ia membuka laptop dan mengubah ekspresi serius, memakai kacamata dan melepas jasnya, ia duduk dan bekerja di depan laptop mengetik dan mengamati dengan teliti membaca semua dokumen-dokumen yang dikirim orang utusannya.
"Bastian, kamu sudah tidur" Teriak Indah membuka Pintu kamar Bastian, ia pun mendapati Bastian yang duduk serius melihat Laptop dengan Posisi yang sangat mempesona, Indah terdiam terpaku melihat kekasihnya sangat serius saat bekerja membuatnya tersenyum.
"Sangat tampan" Ucap Indah dalam hati dan terus memandangi wajah serius Bastian.
Bastian menyadari ada yang melihat langsung menatap tajam ke arah Indah, membuat indah terkejut dan hampir terpeleset.
"indah, kenapa belum tidur" ucap Bastian berdiri dan menghampiri Indah.
"nggak cuma mau tanya aja, tapi lihat kamu lagi sibuk sama. pekerjaan mu aku langsung dapat ide sendiri buat pekerjaan ku, kalau begitu lanjutkan aku kembali ke kamar" ucap Indah dengan wajah yang sudah merah menahan malu.
"astaga, kenapa Bastian malam ini sangat tampan dari biasanya apa aku terlalu sibuk bekerja hingga melupakan kekasihku sendiri, ya Tuhan" indah bergegas kembali menuju kamar dan meminum susu buatan Bastian, segera ia berbaring dan menarik selimut menutupi seluruh tubuh nya dan memejamkan matanya.
Bersambung..