Bastianku

Bastianku
Senior Pengacau



Pagi Hari.


Tok..Tok...


"Iya" Sahut Indah Dan Berjalan Ke Arah Pintu.


klik....


"Hai Cantik, Morning" Sapa Bastian Yang Berseragam Sekolah Dan Membawa Sebuah Bingkisan Kecil.


"Tumben Pagi Banget, Sini Masuk" Sambut Indah Dengan Senyum Hangat Nya.


"Iya Biar Bisa Sarapan Bareng, Nih" Ucap Bastian Meletakkan Bingkisan Tersebut Ke Meja.


"Apaan nih?" Tanya Indah Meraih Bingkisan Itu.


"Sarapan Dong, Kita Makan Bersama" Jawab Bastian Dan Berjalan Mengarah Ke Dapur Untuk Mengambil Alat Makan.


"Wow Sepertinya Enak" Ucap Indah.


"Hahaha, Yasudah Ayo Makan" Bastian Kembali Dan Makan Bersama Dengan Indah.


***


Parkiran Sekolah.


"Bas, Aku Ke Toilet Bentar Yah" Ucap Indah Terburu-Buru Dan Langsung Berlari Meninggalkan Bastian Bersamaan Tas Nya Karna Sudah Tidak Tahan.


Bugh...


"Hai Men, Minta Pajak Nya Dong" Ucap Revo Yang Datang Bersama Rangga Dan Niko.


"Pajak Tinju ?" Sahut Bastian.


"Ya Ampun Bas Gak Boleh Gitu, Dosa Loh " Ucap Niko.


"Heleh, Sok Suci Lo, Ayo Cabut" Ucap Bastian Dan Membawa Tas Indah Yang Ketinggalan.


"Tas Siapa Tuh ?" Tanya Niko.


"Tas Indah Lah, Siapa Lagi Emangnya" Ucap Rangga Menjitak Kepala Niko Karna Gemas.


"Wow, Sini-Sini Gw Lihat Dong" Raih Niko Penuh Semangat, Dengan Cepat Bastian Langsung Menjitaknya.


"Berani Pegang, Bayar Pake Organ Lo" Ucap Bastian Dan Berjalan Duluan, Diikuti Rangga Dan Revo Yang Hanya Tertawa Melihat Niko.


"Sial! Gw Ditinggalin woii Tungguin"


***


"Ndahh!" Teriak Rere Berlari Dan Memeluk Indah.


"Napa Lo ? Kesambet ?" Tanya Indah Membalas Pelukan Rere.


"Gw Kira Lo Udah Mau Keluar Dari Sekolah Ini"


"Ya Kali, Cuma Ga Masuk 4 Hari Udah dikira Out"


" Hahaha, Yaudah Ayo Masuk Kelas" Ajak Rere.


"Tunggu, Tas Gw Mana" Tanya Indah Tersadar.


"Nih Gw Bunting" Ucap Bastian Yang Tiba-Tiba Datang Bersama Geng Nya.


"Duh, Lo Pada Ngapain Ikut Kesini " Ucap Rere.


"Ya Bebas Dong, Emang Napa Kalau Kita-Kita Datang" Sahut Rangga.


"Tau Nih, Apa Jangan-Jangan Lo Gak Kuat Ya Lihat Ketampanan Kita-Kita" Ucap Niko Dengan Pd Nya.


"Iya Sangking Tampan Nya Sampek Bikin Mata Sepet" Ketus Rere.


"Kampret Lo, Sadis Banget Kalau Ngomong" Ucap Niko.


"Udah Drama Nya?" Tanya Indah.


"Sejak Kapan Kita Drama, Lihat Naskah Aja Kagak" Ucap Rere.


Indah Pun Hanya Memutar Bola Mata Nya Dan Mengiya-Iya kan Ucapan Rere.


"Tas Gw Kenapa Bisa Di Lu?" Tanya Indah Kepada Bastian.


"Oh kalau Begitu Makasih Yah"


" Yaudah Kita Cabut Dulu Yah, Nanti Istirahat Gw Ke Kelas Lo" Pamit Bastian dan Langsung Meninggalkan Indah Dan Rere.


"Ayo Ndah Ke Kelas" Ajak Rere.


--


Kelas.


"Eh Tuh Kak, Indah Sudah Dateng"


"Woi Ndah!" Teriak Senior Kepada Indah.


"Iya Kak?" Sahut Indah.


"Lo Cewek Yang Terkenal Pacar Nya Bastian?"


" Nggak Kok Kak, Gw Sama Dia Gak Pacaran"


"Halah Tutupin Aja Terus Tuh Kebohongan lo, Semua Orang Udah Tau Hubungan Lo Ama Dia" Ucap Teman Sekelas Indah Yang Pernah Bermasalah Sama Indah.


"Eh lo Kalau Gak Tau Gak Usah Nyolot ya!" Ucap Indah.


"Indah, Tenang Ndah, Lo baru Sembuh" Ucap Rere menenangkan Indah.


"Jawab Pertanyaan gw!" Bentak Senior Tadi Yang Di panggil Kakak Oleh Indah, Iya Dia Kakak Kelas Dilihat Dari seragam Nya yang berbeda Dan Bet Yang Menujukkan Kelas Di Atasnya


Brak..!


"Denger Ya Kak, Kalau Pun Gw Sama Bastian Pacaran, Itu Gak Ada Hubungannya sama Lo! Tapi Yang Jelas Sekarang Gw Sama Dia Beneran Gak Ada Hubungan Apa Pun!" Ucap Indah Tak Kalah Dari Kakak Kelasnya.


"Eh Lo Berani Ya Sama Gw!"


"Kenapa Gak!"


Kelas Indah Pun Ribut Karna Kehadiran Kakak Kelas Yang Mengusik Dan KesalahPahaman, Dan Kebetulan Juga Ada Kakak-Kakak Osis Yang Lagi Keliling Melihat Keributan Tersebut.


"Woi Ada Apa Ini!" Teriak Ketua Osis Yang Memisahkan Indah Dengan Senior Resek itu.


"Dia Gak Mau Jujur Sama Gw, Kalau Dia sama Bastian Itu Pacaran" Ucap Senior Itu.


"Gw udah jujur ya, Gw Sama Bastian Gak Pacaran! Tau bahasa manusia gak sih!"


"Halah Pembohong!!" Ucap Senior Menyerang Indah.


"Woi Dora! Disini Ada Aturan, Berhenti Ribut!!" Sela Ketua Osis.


Brukkk..!


"Nicho! Apa Maksud lo dorong Gw!" Teriak Senior Itu Yang bernama Dora dan ketua Osis Yang Bernama Nicho.


"Lu Jangan Main Hakim Sendiri! Masalah Cowok Di Ributin" Ucap Nicho.


Indah Pun Di Peluk Rere Rapat-Rapat Biar Indah Tidak Ikut Menyerang Karna Rere Sangat Tau Indah, Dia Cewek Emosian.


Semua Siswi Di kelas Indah Tidak Ikut Ribut Dan Hanya Menonton Saja, Karna Ini Pembicaraan Senior Takut Akan Terkena Masalah, Apalagi Senior Nya Itu Ketua Osis.


"Lo Gak Tau Masalah Gw Nicho! Gw Udah Lama Suka Bastian!" Ucap Dora.


"Terus Kenapa!" Tanya Nicho.


"Yah Gw Marah Lah! Gw Udah Suka Lama Tapi Gak Pernah Di Pandang, Sedangkah Cewek Ini Siapa!"


"Yah jelas lo Gak Di Pandang! Karna Lo sendiri aja kaya gini, Cewek gak tau aturan" Ucap Nicho.


"Suka Gak Mandang Apapun"


"Ya Udah, Gini Aja. Dia Suka Gak Sama Lo Sekarang?"


Seketika Kelas Menjadi Hening Karna Dora Membisu Seribu Bahasa.


Yah..Dia Mengaku Selama Ini Dia Hanya Menyukai Sepihak, Tapi Dia Tidak Pernah Mengalah Dan Terus Berusaha Untuk Mendapatkan Hati Bastian.


"Lain Kali, Kalau Lu Main Hakim Sendiri Gw Bisa Kasih SP Buat lo" Ucap Nicho Membuyarkan Keributan.


Bersambung...