Bastianku

Bastianku
Hari perjodohan Bastian dan Ayu



Waktu terus berjalan, Hubungan Bastian dan Indah semakin menjauh, tidak ada lagi senyuman ceria yang terlukis di wajah cantik Indah, Ia kembali menjadi pemarah dan blak-blak'an, serta sangat giat belajar di kelas maupun rumah, teman-teman lainnya seperti Rangga, Rere, Revo, Niko, Dan Nicho hanya bisa melihat Indah yang semakin hari semakin menakutkan, ingin mereka membuat Indah menjadi hangat seperti dulu. Namun, apalah daya mereka yang selalu ditolak nya dengan berbagai alasan.


Sedangkan Bastian, ia pun menjadi lebih dingin dan pendiam, Setiap hari dikunjungi oleh Ayu entah dirumah dan di sekolah, membuat semua orang berpikiran bahwa Indah benar-benar telah di campakkan.


1 minggu kemudian...


Caffe.


"Indah, lu mau ngehadirin perjodohan Bastian dan Ayu?" Tanya Rere.


"Gw...."


"Indah, gak boleh datang" Ucap Revo menepuk lembut bahu Indah.


"Iya, Indah gak boleh datang" Sahut Niko yang di balas Revo Anggukkan.


Mereka semua pun terdiam dan melihat ke arah Indah yang menunduk tak bicara.


"gw..Harus datang" Indah mengangguk mantap


"Indah, apa lu yakin?"


"Ya"


"Bastian, Anggap saja pertemuan nanti, adalah pertemuan terakhir kita" Ucap Indah dalam hati.


-


Malam Hari.


Acara Perjodohan Bastian dan Ayu.


"Indah!" Panggil Rere berlari menghampiri Indah yang baru datang.


"Wah, Indah sangat Cantik" puji Revo.


"Tentu saja, dia adalah teman gw" Rere memeluk Indah.


"Indah, apa lu udah siap?" Lanjut Rere.


"Iya"


"Ayo masuk" ajak Rere, mereka semua pun masuk bersamaan, dan menjadi pusat perhatian terutama Indah.


"Bukankah itu Indah?"


"Wah, dia datang di acara perjodohan Bastian dan Ayu! Apa dia berencana merusak acara nya?"


"Benar-benar percaya diri"


"Diamlah, dia sangat galak, jangan sampai terdengar oleh nya!" Gosip para siswi-siswi yang di acara tersebut, Rere pun menggandeng tangan Indah.


"gw gak apa-apa"


"Indah" Panggil Ibu Bastian.


"Bibi" sahut Indah menghampiri.


"Indah, Bibi tau kamu akan datang, ayo Ikut Bibi" Ucap Herlin menarik Tangan Indah.


"Indah" panggil Rere namun Indah melambaikan Tangan nya yang Berarti tidak apa.


"Bibi, ada apa?" Tanya Indah sampai di tempat Rias.


"Indah, apa Indah masih menyukai Bastian?"


"Bibi, aku..."


"Aku, tau kamu masih menyukai nya" Ucap Herlin, Indah pun hanya menunduk.


"Bersiaplah, dan Berdirilah di atas Panggung bersama Bastian. Aku yakin, Bastian akan memilih mu" lanjut Herlin.


"Apa, tidak Bibi, ini sangat konyol" Tolak Indah.


"Indah, ini adalah cara terakhir"


"Tidak tidak, Aku tidak setuju. Bibi, jangan mempersulitku"


"Apa kamu cuma akan diam dan melihat Bastian bersama Wanita lain?" Ucap Herlin mendesak Indah.


"Aku...aku"


"Perasaanmu dan Bastian sekarang cuma tersisa gelombang terakhir ini, Baiklah. Jika kamu sudah tidak menyukai Bastian. Maka, anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa. Tetapi, jika kamu masih menyukai Bastian namun hanya diam dan melihat nya bersama wanita lain, kamu akan menyesali nya selama nya" Ucap Herlin memegang tangan Indah lembut.


"Indah, Bibi sangat menyukaimu, dan Bibi dari awal melihatmu sudah menujukmu sebagai menantu. Maka dari itu, orang lain tidak pantas menggantikanmu hanya karna dia menyelamatkan ku" Lanjut Herlin, Indah pun terdiam.


-


"Acara nya mau di mulai"


"Tidak sabar melihat perjodohan megah ini akan segera di mulai"


"gw pingin melihat Wanita nya"


"gw pingin melihat Laki-laki nya"


"Diamlah, acara akan segera di mulai"


"Kapan Wanita cantik nya akan keluar? Benar-benar membuat orang berekspektasi"


"Lihat, Orang yang akan Berjodoh dengan Bastian, dia keluar!"


"Wah, kenapa dia keluar dulu, tapi dia terlihat sangat cantik"


"Wah ucapan lu benar banget, dia sangat Cantik"


"Benar-benar cantik"


"Bisa dilihat, dia adalah kebangaan setiap orang"


"Aura nya sangat bagus, sangat Indah"


"Mengapa masih ada satu wanita lagi?" Tanya orang-orang yang terkejut melihat Indah, begitu pula dengan teman-teman Indah, Bastian tersenyum melihat Indah datang di hadapan nya dengan mengenakan pakaian perjodohan.


"Kenapa Indah berada di sana" Ucap Revo.


"Kok bisa ada 2?"


"Yang mana Wanita peran utama nya yang sebenarnya?"


"Benar-benar bisa bercanda"


"Bukankah Itu Gadis gila yang Bastian pernah bawa ke rumah? Kenapa bisa disini? Padahal Bastian akan berjodoh dengan wanita lain, tapi gadis gila ini masih berani datang kemari, sangat menarik" Ucap Hanif.


"Indah, kalau lo masih belum melepaskan Bastian, gw benar-benar bisa ngundurkan diri dari semua ini" ucap Ayu.


"Indah, lo benar-benar egois banget sih, ini bisa menyulitkan Bastian dan juga menyakiti orang yang Bastian suka" ucap Indah dalam hati.


"Nyonya Herlin, situasi macam apa ini?" Tanya salah satu kerabat nya yang datang ke acara perjodohan.


"Dua pilih satu, apa kamu tidak bisa melihat nya" ucap Herlin yang membuat nya langsung terdiam.


Nicho datang menghampiri Rere, Rangga, Revo, dan Niko.


"Bukannya lu bilang, tidak bisa datang?" Tanya Niko.


"Tunggu saja pertunjukan nya" Ucap Nicho dan berjalan ke arah Bastian.


"Apa yang terjadi?" Tanya Bastian, Nicho pun memberikan rekaman Video yang Ayu membawa Bastian ke Hotel.


"Darimana lo mendapatkan video ini?" Tanya Bastian.


"Dari awal gw udah berpikir dia sedikit bermasalah, jadi gw cari seseorang buat memeriksa nya, ternyata benar" Ucap Nicho.


*FLASHBACK.


"Pas sekali, teman gw bekerja di hotel tersebut, bertanggung jawab khusus di ruangan kontrol pusat"


"Orang ini pasti dijebak oleh gadis itu"


-


"Wanita ini terlalu jahat, gw akan pergi membuka kedok nya! Biar semua orang tau wajah aslinya" Ucap Nicho yang hendak pergi namun di cegat Bastian.


"Ini adalah acara gw" Ucap Bastian.


"Baiklah, karena acara segera dimulai, mari para hadirin, kita sejenak berkumpul untuk menyambut tuan muda Bastian dan Nona muda Ayu untuk naik ke Panggung sebagai pemeran utama di acara ini" Ucap MC, mereka semua pun berkumpul dan duduk rapi di setiap tempat nya, Bastian pun mengangguk ke Nicho sebagai ucapan Terimakasih dan pergi menuju panggung.


"Baik pertama, saya ingin-(pertama, saya sangat senang, semua orang bisa hadir di acara perjodohan saya, Bastian. Saya mewakili keluarga saya, berterimakasih untuk kalian semua di jadwal kalian yang sibuk, meluangkan waktu untuk melihat adengan lelucon ini" Ucap Bastian merebut Mic MC.


"Mengapa kamu mengatakan itu?" Tanya orang-orang.


"Bastian, apa kamu akan benar-benar memilih Ayu daripada Indah" Ucap Herlin.


"Lelucon? situasi apa ini?" Tanya Rere.


"Tunggu dan lihat saja pertunjukan nya" Ucap Nicho duduk disamping Revo.


"Hidup kita, kenapa tidak sesekali mencoba sebuah lelucon? Jadi, saya sudah menyiapkan acara khusus hari ini, tebak wanita nya, dua gadis yang memakai pakaian perjodohan di depan pintu, adalah peran utama di acara perjodohan hari ini" Ucap Bastian yang membuat semua orang kebingungan.


"Dia benar-benar bisa bermain" Ucap Nicho.


"gw pilih wanita sebelah kanan(Indah)"


"gw milih Wanita sebelah Kiri(Ayu)"  sorak semua orang yang memilih di antara kedua nya yang berbeda-beda.


Bersambung....