Bastianku

Bastianku
Cuaca yang Indah



Pulang sekolah.


"Ndah, Gw panggil Bastian dulu ya"


"Udah jangan,ngapain sih"


"yah buat nganterin lo pulang lah"


"ngga, yang ada malah dia numpang lagi"


"udah gapapa, bentar"


"ree"


"Hai!" sapa Bastian yang langsung hadir di depan pintu ruang uks.


"Cakep, Bas anterin Indah pulang ya" ucap rere.


"siap"


"tunggu" ucap indah.


"ada apa?" tanya rere.


"sejak kapan hubungan kalian membaik?" tanya indah.


"ah kepo, duluan ya, bas"


"Oke re" sahut bastian dan langsung membantu indah.


"makasih ya"


"Iya sama-sama ayo pegang ini, gw gendong lo"


"apaan sih lebay deh, gw bisa sendiri kok"


"jangan bawel, ayoo" ucapnya dan langsung menggendong Indah.


Bastian berjalan di lorong dengan menggendong indah, karna indah tidak mau dilihat sama siswa-siswi lain apalagi sama penggemar-penggemar bastian, jadi mau tidak mau bastian mengikuti ucapan indah lewat lorong saja karna lebih aman dan sepi.


"Nih cowok, kalau di perhatiin lumayan ganteng juga,baik lagi" ucap indah dalam hati dan terus melirik ke arah bastian yang menatap ke depan.


"Aduhh, ngomong apaan sih, ah slalu deh..hormon pms gw naikk" Sebalnya dalam hati.


" lo duduk dulu, gw ambil motor" ucap bastian menurunkan indah dan mendudukkan indah ke kursi penunggu yang sudah di sedia dari sekolah.


Indah pun hanya tersenyum dan mengingat-ingat kebersamaannya bersama bastian.


"Ishhh, sadar-sadarr apaan sih kok senyum- senyum sendiri, kaya orang gilaa" ucapnya dan menepuk-nepuk kedua pipinya agar ia bisa tersadar dengan apa yang ia pikirkan.


BRUMM..BRUMM...BRUMM...


"Ayo ndah, bisa naik?" tanya bastian yang datang dengan motornya.


"Bisa"


"Ayo" Ucap bastian dengan mengulurkan tangannya.


indah pun menerima dan langsung naik ke motor bastian dengan tersenyum lagi.


"pegangan"


"apaann"


"pegangan nanti jatuh"


"ah modus, ayo jalan"


"apa susahnya si kalau pegangan" ucapnya dan melingkarkan tangan indah ke perutnya.


"Bas..(diemm) potongnya yang membuat indah langsung diam.


"Yaudah kita jalan ya" ucap bastian dan melajukan motornya dengan kecepatan normal.


"ndahh udah makan belomm" Tanya bastian sambil menyetir.


"Belom sihh, kenapaa" Jawabnya dengan suara agak keras.


"yaudah kita makan dulu yaa"


"Gak usahh, Nanti ajaa dirumahh"


"Awww" jerit bastian karna perutnya dicubit kecil oleh indah.


"Sakitt ndahhh kan gw cuma tanyaa, kok di cubitt sihh" lanjutnya.


"abisnya lo ngeselin"


"hati-hati loh, kalau bilang gini bisa-bisa lo lama-lama suka sama gww" Godanya lagi.


"dih, ngarep!"


Bastian tertawa dan indah tersenyum dalam diam, Lalu tanpa sadar bastian membelokkan arah ke rumah makan dan langsung memarkirkan motornya.


"Ngapain Bas?"


"makan lah, ayoo katanya belom makan"


"kan udah gw bilang makan dirumah aja"


"gw yang makan, dan lapernya sekarang, ayo turun"


indah pun malu dan langsung turun dari motor.


"Ayo masuk"


"napa ngajak gw? katanya lo yang makan"


"yaudahh, jaga motor gw yak" ucap bastian yang membuat indah sebal.


"yakin gak ikut?"


"gak!" sahut indah dengan cepat.


"yaudah" Ucap Bastian dan langsung masuk ke rumah makan.


Indah pun membalik badan dan melihat bastian yang masuk ke rumah makan tersebut, ntah kenapa ia tiba-tiba sedih seperti ditinggal begitu saja.


Beberapa menit kemudian...


"Nihh.." Ucap bastian yang datang dan menyodorkan sebuah bingkisan ke indah.


"apa ini?"


"Udah terima aja dulu" ucapnya lagi dan indahpun langsung menerima bingkisan itu.


"lo makan apa?" tanya Indah melihat bastian yang sedang mengunyah makanan.


"Makan permen gratisan dari mbak-mbak cantik tadi" ucap bastian.


"CK, Norak" Acuh indah dan berjalan menuju motor Bastian.


"Tunggu" henti bastian.


"apaan"


"buka mulut"


"kenapa?"


"udah buka aja, gw mau lihat, lo habis makan apa kok tadi kayanya aku dengar lu lagi kecapan" ucap bastian.


"gak makan apa-apa"


"yaudah lihatt"


"aaaaaaa!!!! humkkkk!" Kaget indah karna bastian memasukkan permen di mulut indah.


"kunyah yah, terus rasain, tapi jangan di telen" ucapnya.


"untung gak keselek" omel indah.


"haha yaa maap, abis kalau gw kasih ke tangan elo pasti lo tolak, jadi langsung aja kasih ke mulut lo, anggep aja lo gw suapin"


"Apaaan sii, udah ah ayo pulang" Ucap indah dengan wajah yang memerah.


"Lets'Go!"


Bersambung....