
Sore Hari.
Perpus.
"Akhirnya Selesai juga PR bahasa yang menyebalkan" Ucap Rere sambil merentangkan tangannya sehingga terkena Rangga.
"Bukan lu yang menyelesaikannya, Tapi Indah" Ucap Rangga.
"Biarin, Indah juga teman gw" Gerutu Rere.
"Ndah, Ayo gw antar Pulang" Ucap Nicho.
"Beli makanan dulu aja, Indah daritadi belum makan" Sahut Rere.
"gw makan dirumah" Indah berdiri dan berjalan mendahului teman-temannya, Nicho pun segera mengikuti Indah dari belakang.
"Kita juga pulang ya, Bro" Ucap Revo dan Niko yang di balas Rangga dan Rere Anggukkan.
"Jaga anak orang, pulangin, jangan di bawa ke rumah"
"Berisik" Rangga pun menggandeng tangan Rere meninggalkan Niko dan Revo yang masih cengengesan.
"Ndah, lu gapapa?" Tanya Nicho melihat raut wajah Indah yang kurang sehat.
"Gak papa"
"Ini ndah, Helm nya" Nicho memberikan Indah helm dan mengambil Motor nya, Saat ia ingin memakai nya tiba-tiba rasa pusing berada di kepala nya.
"Ayo Ndah, Naik" Ucap Nicho, Indah pun mengangguk pelan dan segera naik ke Motor nya Nicho, Namun karena tubuh nya tidak seimbang ia pun terjatuh pingsan, Sontak membuat Nicho terkejut dan menjatuhkan motor nya, Ia memapah Indah sambil sesekali memanggil Nama nya. Perasaan Khawatir, Takut, dan rasa sakit melihat orang yang dia suka menderita, menyerang nya satu-persatu sehingga makin membuatnya berpikiran yang tidak-tidak. Ia pun segera menggendong Indah menuju UKS sekolah. Namun, tidak disangka, keberutungan tidak dipihak nya, UKS sekolah sudah tutup, ia makin bingung harus bagaimana, tapi dia tidak menyerah, Nicho meletakkan kaki Indah lalu memeluknya. Ia merogo saku nya dan menghubungi Rangga dan Rere untuk dapat membantu nya.
Bastian lewat karna mengambil buku nya yang ketinggalan, tak sengaja melihat Indah yang seperti tertidur dipelukan Nicho. Tapi, kenapa wajah nya sangat Pucat? Ia pun berpikir kalau Indah pasti kenapa-napa, tanpa melihat lagi. Ia langsung berlari menghampiri Nicho dan merebut Indah secara paksa, membuat Nicho terkejut dan menjatuhkan ponsel nya.
"Indah! Ndah" Panggil Bastian menepuk-nepuk pipi cantik Indah.
"Dia pingsan" sahut Nicho.
"Bodoh, kenapa tidak segera membawa nya ke rumah sakit!" Ucap Bastian menggendong Indah menuju parkiran, karna kebetulan dia juga membawa Mobil, Nicho pun mengikuti mereka dari belakang hingga sampai ke tempat parkiran.
"Buka pintu" perintah Bastian.
"Sialan, lu datang-datang udah menyuruh-nyuruh gw" protes Nicho membuka pintu mobil Bastian.
"Minggir" Bastian mendorong Nicho menggunakan Kaki Indah sehingga membuat nya terjatuh dan mengomel.
"Abxhxuusoowkknavyy"
"Berisik, cepat naik" Ucap Bastian, Nicho pun membuka Pintu mobil yang ada Indah dan segera masuk dengan senang namun dengan cepat Bastian memukul tangannya.
"Terimakasih sudah membukakkan Pintu, Tangan gw tiba-tiba keseleo, bantu gw nyetir mobil" Lanjut Bastian dan masuk ke dalam mobil.
"Bastian sialan!" Omel Nicho.
-
Rumah sakit.
"Bagaimana keadaan Indah?" Tanya Bastian.
"Pasien hanya kurang istirahat, dan dia kekurangan gizi" Ucap dokter, Bastian pun menatap tajam ke arah Nicho yang membuat nya terkejut.
"Yah, dia belum makan pagi sampai sore ini" jelas Nicho yang membuat Bastian makin menunjukkan tatapan membunuh nya.
"Baik, pasien sudah boleh di bawa pulang jika sudah sadar, saya permisi dulu" Ucap Dokter meninggalkkan Bastian dan Nicho yang saling bertatapan tajam.
"Jika bukan karena lu, Indah gak akan memikirkan masalah yang membuat nya strees" Ucap Nicho maju didepan Bastian dengan terus menatap nya.
"Jika bukan karna kecerobohan lu yang gak menyuruh nya makan, dia gak akan kekurangan gizi" Ucap Bastian tak kalah dari Nicho dan maju didepan Nicho.
"gw udah nyuruh, tapi dia nolak"
"kalau lu langsung ngasih dia makanan, dia gak punya alasan lain buat nolak"
Kini Bastian dan Nicho pun saling bertatapan dan melotot tajam satu sama lain, Hingga tak sadar bahwa posisi nya sudah sangatlah dekat.
-
Ruangan Indah.
"Kepala gw sakit banget" Indah memegang kepala nya dan melihat di sekitar nya.
"Kenapa gw bisa disini..." Ucap nya dan segera bangkit dari tempat nya.
Ia berjalan dengan sempoyangan dan membuka Pintu ruangannya, tidak di sangka yang ia lihat sangat mengejut kan.
"Apa- kalian ingin berciuman?" Tanya Indah, Bastian dan Nicho pun menoleh bersamaan ke sumber suara dengan tatapan yang tajam, membuat Indah makin terkejut dan terpundur.
Brakk...
"Indahh!!" Ucap Bastian dan Nicho langsung membantu Indah yang hendak Jatuh.
"Buat apa lu menyentuh kaki nya!" ucap Bastian melihat Nicho yang jongkok memegangi kaki Indah.
Hening seketika...
"Ehem, tadi gw seperti melihat ada seekor tikus disekitar sini" Ucap Nicho berdiri tegap dan menyembunyikan raut wajah nya yang malu.
"Omong kosong" sahut Bastian dan membantu Indah berdiri normal.
"Terimakasih"
Drrr...drrrr...drrrr (Bunyi Ponsel Bastian)
Bastian pun merogo saku nya dan melihat ke layar ada nama Ayu yang sedang menelpon nya, Bukan hanya Bastian. Indah pun melirik sedikit karena penasaran, Namun Bastian tidak mengangkat nya dan segera memasukkan kembali Hp nya kedalam saku.
"Ndah, lo gak papa kan?" Tanya Bastian.
"Tidak ada urusannya sama lo, Kak Bastian" Ucap Indah yang membuat Bastian tiba-tiba merasa terpukul.
"Kak, Bawa gw pulang" lanjut Indah kepada Nicho dan berjalan mendahului, Nicho pun segera mengikuti Indah dari belakang dengan sesekali melihat Bastian dengan perasaan kasihan.
"Ndah..." Panggil Bastian yang membuat Indah berhenti melangkah, dan mata nya pun kembali berkaca-kaca.
"Jaga diri lo baik-baik, jangan sampai telat makan, dan belajarlah yang rajin" Ucap Bastian, Indah pun meneteskan air mata nya dan memejamkan mata nya sebentar lalu berlanjut meninggalkan Bastian.
Bastian pun membalikkan diri, menghindari melihat Indah yang pergi meninggalkan nya.
"Jika tau kisah ini akan berakhir dengan begitu menyakitkan, aku memilih untuk tidak mengenalmu dari awal"
BERSAMBUNG...