
"Kenapa kamu bisa disini?" Tanya Indah.
"Kenapa aku tidak boleh disini??"
"Ehem, Kelas mau di mulai, bisa kah kalian berdua jangan terus-terus'an bermesraan?" Ucap Rere.
"Baiklah, aku akan kesini lagi nanti, Belajar yang benar ya" Ucap Bastian mengusap lembut kepala indah.
Kringggg...Kring....Kring..(Suara Bel)
Semua Guru mulai memasuki Kelas nya masing-masing untuk memulai pelajaran hari ini.
"Eh ndah, ada pulpen lagi gak? Pensil juga boleh deh" tanya rere.
"Hanya ada pulpen dan itu cuma satu" ucap indah.
"Yaudah, ayo ikut Gw ke koperasi" ajak Rere.
"Ayo" ucap Indah dan berjalan bersama Rere menuju meja guru untuk meminta ijin.
"Permisi pak, saya ijin membeli pulpen bersama indah" ucap Rere.
"Hmm, satu orang"
"Oh kalau gitu Gw pergi sendiri aja" ucap Rere kepada indah yang di balas indah angukkan.
***
"Rangga! Setiap hari kamu selalu makan di waktu pelajaran, Apa orang tua mu ingin di panggil ke sekolah" Omel Guru yang sedang mengajar di kelas IPA.
"Bapak mau memanggil orang tua saya untuk apa?" Tanya Rangga.
"Tentu saja memberitahu tentang dirimu"
"Karna saya Sering makan di waktu pelajaran?"
"Kamu sudah tau itu kenapa bertanya"
"Tentu saja bapak yang akan di marahi, karna manusia tanpa makan akan hampa pak" ucap Rangga yang membuat siswa-siswi lainnya tertawa.
"Tidak makan selama 3 jam gak akan membuat kamu Mati"
"Tapi ini sungguh menyakitkan jika menahan lapar"
"Oh terus kamu berbicara seperti ini tidak berfikir bahwa ini juga menyakiti hati saya bahkan mempermalukan saya"
"Bukan, saya tidak bermaksud seperti itu pak, saya bercanda"
"Keluar kamu, Berdiri di depan kelas!"
"Tapi pak (Cepatt!!)" Potong guru tersebut dan melempar sepatu ke arah Rangga yang membuat se'isi kelas menyaksikan pertunjukkan Guru yang menghukum siswa nya yang bandel.
Bastian, revo, dan niko pun tertawa Puas melihat teman nya yang di Hukum berdiri di depan kelas.
"Yang sabar ya bro" teriak niko mengejek Rangga.
"Huuu"
"Sudah-sudah, ayo kita lanjutkan pelajaran hari ini"
"Ya kali Berdiri disini kaya orang Bego, Kantin aja ah" ucap Rangga berjalan menuju kantin.
***
Rere berjalan menuju koperasi namun ternyata alhasil koperasi nya tutup di karenakan guru yang menjaga sedang rapat 30 menit di kantor guru, dan Rere tidak mungkin menunggu selama itu, ia pun berjalan menuju ruang Bk melewati lorong yang sepi di karenakan jalan ini lebih cepat sampai ke BK, ia ingin ke BK untuk meminta surat ijin membeli pulpen di luar sekolah, namun saat di perjalanan ia tidak sengaja menubruk senior laki-laki yang sedang marah karna sehabis bertengkar.
"Maaf Kak" Ucap Rere.
"Buta ya! Berlutut!" Teriak senior laki-laki tersebut.
"Senior yang gila, Gw harus cepet pergi dari sini" Batin Rere dan hendak pergi dari hadapan senior yang sedang marah tersebut, namun ia gagal melarikan diri karna kaki nya yang di halangi sehingga ia terjatuh ke lantai.
Rere merintih kesakitan dan memegangi lutut nya yang merah akibat benturan dari lantai.
"Wah lumayan imut juga kalau kamu kesakitan" Ucap senior tersebut dan mendekat ke arah Rere, membuat Rere benar-benar takut dan memundur.
"Kak, Maaf tadi aku gak sengaja nubruk maaf" ucap Rere yang terus mundur.
"Tidak apa, asal kan kamu datang kepada ku, aku akan mempertimbangkannya" Ucap senior tersebut yang semakin mendekat, Rere pun tanpa berfikir lagi langsung berdiri dan berlari.
"Woi! Jangan kabur" Teriak senior Tersebut dan mengejar Rere.
-
l
"Makasih ya Bu, saya kembali ke kelas dulu" Ucap Rangga dan pergi meninggalkan kantin.
Brukk...!!
"Lu lagi! Sekarang yang gak punya mata siapa!!" Ucap rangga.
Rangga yang melihat Rere ketakutan menatap ke arah Bagas Anak IPS kelas XII.
"Ngapain lo" tanya Rangga.
"Sorry bro, ini cewek gw, gw mau ngajak omong dia tapi dia malah lari" Ucap senior tersebut yang bernama Bagas.
Rangga pun menatap ke arah Rere untuk memastikan, namun Rere menggelengkan kepala nya, yang berarti senior tersebut berbohong.
"Lu berani bilang dia pacar lu?" Tanya Rangga.
"Masud lo?"
"dia pacar gua, sekali lagi lu manggil dia pacar lu, gw robek tuh mulut" ucap rangga berjalan kedepan sambil memeluk Rere yang masih ketakutan.
"Re, Lu gapapa? nih minum dulu" tanya Rangga sambil menyodorkan minumannya.
"gw-gw takut" ucap Rere mulai menangis, Rangga pun meminjamkan bahu nya untuk Rere agar ia bisa bersandar.
"lu tadi ngapain? kok sampek berurusan sama dia"
"gw-gw tadi niat nya mau beli pulpen tapi koperasi tutup jadi aku memutuskan untuk ke BK untuk minta surat ijin beli pulpen di luar sekolah, Gw milih lewat jalan yang sepi karna lebih cepat pas di persimpangan Gw gak sengaja nubruk dia, dia marah-marah trs dia tiba-tiba dia ingin.." ucap Rere berhenti menceritakan dan menangis karna mengingat kejadian yang membuat nya benar-benar takut, Rangga pun langsung mengerti dan memeluk Rere untuk memberi kehangatan.
"Ayo ke UKS aja, lu istirahat disana" Ucap Rangga menuntun Rere berjalan.
"gak, Gw gak mau" Tolak Rere.
"Gw temani" Ucap Rangga yang membuat Rere lega.
***
Kelas Indah.
"Kok dia lama banget ya beli Pulpen nya?" batin indah dan merogo tas nya untuk mengambil Ponsel nya.
indah pun segera menghubungi Rere untuk memastikan apa dia baik-baik saja.
"Woi, Lu beli pulpen di London? kok lama banget" ucap indah.
"ndah, gw Rangga"
"Rangg-Rangga, Kok-kok kamu yang jawab? dimana Rere"
"dia sedang istirahat"
"istirahat? maksud nya? dia kenapa?" tanya indah mulai panik.
"gapapa, dia hanya ketakutan saja, lu belajar aja dulu, gw jagain dia disini" Ucap Rangga.
"Oke, gw minta tolong ya, Istirahat gw kesana" Ucap indah dan mematikan telfonnya.
***
Istirahat.
"Lu mau makan apa?" tanya Rangga kepada Rere.
"Apa aja"
"Yakin nih? Gw beli batu ya?"
"emang batu itu makanan?"
"ya gak sih"
"ya sudah, yang bukan makanan gak usah di belikan, belikan yang bisa di makan aja"
Rangga pun menatap tajam ke arah Rere.
"Apa lihat-lihat?" tanya Rere.
"Untung lu ya hari ini, besok-besok Ogah lu suruh-suruh gini" ucap Rangga berbalik dan berjalan meninggalkan UKS.
"Tunggu"
"Ada apa?"
"makasih ya buat hari ini" Ucap Rere.
"lu ngomong apa? " tanya Rangga yang berbalik dan menatap Rere yang menunduk.
"Terimakasih, Lu udah nolong gw tadi dan jaga'in gw disini" Ucap Rere.
Rangga pun tersenyum dan berjalan mendekat ke arah Rere.
"Lumayan Imut juga, Sama-sama" Ucap Rangga dan mengacak-acak rambut Rere, lalu berjalan meninggalkan UKS.
"Gila yaa" protes Rere, karna rambut nya berantakan.
Bersambung...