
"gw milih wanita sebelah kanan(Indah)"
"gw milih Wanita sebelah Kiri(Ayu)" sorak semua orang yang memilih di antara kedua nya yang berbeda-beda.
"gw milih Indah!"
"Ternyata lo juga ikut ke dalam permainan yang membosankan ini" Ucap Rangga kepada Rere.
"lo pilih siapa?" Tanya orang asing yang meminum-minuman nya.
"Indah" sahut Rangga, Rere memutar bola mata nya dan melihat ke arah Indah.
"Selanjut nya mari kita persilahkan dua wanita cantik ini naik ke atas panggung, Kata-kata selanjut nya ingin ku beritahu kepada calon wanitaku. Jika kamu mengerti, silahkan maju kedepan sendiri, Oke?" Bastian melirik ke arah Indah dan Ayu.
"Mungkin ini adalah Upaya terakhirku. Bastian, apapun pilihan yang kamu buat, aku tidak akan menyalahkanmu" Ucap Indah dalam hati.
"Bastian, jangan mengecewakanku" Ucap Ayu dalam hati.
"Mengapa pertemuan selalu terlambat? Dan waktu bersama terlalu sedikit, tapi masih tetap momen paling membahagiakan dalam hidupku, dan lagi, Menyukaimu adalah kebiasaanku yang tida dapat aku hentikan." Bastian melihat ke arah Indah dan tersenyum lembut, membuat Indah menunduk menghindari Bastian yang melihatnya, dan menahan air mata nya, yang sangat merindukan senyuman itu, Ayu melirik ke Indah dengan kesal namun ia tahan.
"Matamu besar, Rambutmu panjang, saat tersenyum terlihat manis dan lugu, saat pertama kali melihatmu, aku sudah menyukaimu" Ucap Bastian, membuat semua orang makin bingung dan heboh karna ucapan Bastian, begitu juga Indah, Ia meneteskan Air mata nya yang sudah tidak bisa ia tahan.
"Bastian, apa dia benar-benar akan memilih Ayu?" Ucap Herlin.
"Apa yang dikatakan orang ini?" Ucap Rangga.
"Tunggu, gw mau bogem dia setelah ini" lanjut nya.
"Jangan jangan, tunggu saja" Ucap Nicho.
"Kamu Pembohong, Mementingkan Mukamu, jelas-jelas menyukaiku, tapi tidak berani bilang, kita sudah terlalu banyak membuang-buang waktu untuk saling menguji, apakah kita benar-benar saling menyukai satu sama lain? Kadang dingin, kadang hangat, kali ini aku tidak perlu berpura-pura lagi. Ayu kemarilah" Ucap Bastian mengulurkan tangan nya, Ayu pun tertawa senang dan berjalan menuju Bastian, Sedangkan Indah masih terdiam menangis melihat Ayu yang menghampiri Bastian, orang yang paling ia percaya, tanpa berlama lagi. Indah pun membalikkan diri dan berjalan.
"Bastian, aku berharap kamu bahagia" Ucap Indah melihat sekilas Bastian dan Ayu lalu berlanjut jalan.
"Wanitaku, apa kamu mau meninggalkan Calon Suamimu ini yang sendirian di atas panggung?" Tanya Bastian membuat Indah berhenti dan berbalik lagi melihat Bastian.
"Apa yang sedang terjadi lagi?" Tanya orang-orang yang mulai bosan dengan acara Ini.
"gw sudah tau semua apa yang lo lakukan, beritahu semua orang bahwa ini cuma lelucon" Bastian berbisik kecil ke Ayu, Ayu pun menjauh sedikit dan melotot tak percaya. Namun, dengan cepat ia menghampiri Indah.
"gw cuma bercanda dengan semua orang, itu tadi hanya pura-pura, wanita utama yang sebenarnya adalah orang yang berdiri di bawah panggung. Indah, apa yang lo Tunggu? Sini-sini, kenapa lambat sekali" Ayu menyusul Indah dan menarik Indah ke atas panggung.
"Indah maafin gw ini hanya sandiwara, bagaimana mungkin gw ngerebut pacar orang. Bastian, dia takut lo gak cukup tulus menyukainya, jadi dia sengaja nyaari gw buat bermain dengannya, Hanya untuk beri lo kejutan aja, betul kan Bastian" Lanjut Ayu, Indah pun tersenyum senang dan menutup mulut nya yang tak percaya dengan ini semua.
"Sekarang, majulah. Berdirilah di samping Bastian, dan jadilah wanita yang paling bahagia malam ini, gw pergi dulu" Ayu menepuk bahu Indah dan berjalan pergi sambil mengenggam tangannya untuk menahan kesal, Nicho berdiri dan berlari menghampiri Ayu untuk mencegatnya pergi dari sini, karna orang jahat yang dibiarkan begitu saja, ia akan terus berbuat ulah.
Indah berjalan dengan air mata yang masih mengalir dan tersenyum menuju Bastian, begitu juga Bastian, ia berjalan menuju Indah dan langsung memeluk nya dengan erat.
"Indah maafkan aku, karna sudah menyusahkan mu beberapa hari ini" Ucap Bastian.
Semua orang pun bersorak bahagia dan meneriaki Selamat kepada Bastian dan Indah.
Nicho setelah selesai mengamankan Ayu di suatu Ruangan, ia juga akhirnya berhasil menangkap Dora dengan bantuan orang suruhan nya, Ia berencana menyerahkan Ayu dan Dora ke Kepala sekolah untuk mengeluarkan kedua nya dari sekolah akibat perbuatannya.
-
Drrr...Drrrr...Drr....(Dering ponsel Rere)
"Siapa?" Tanya Rangga.
"Mama"
"Oh"
"Hallo, Ma" ~Rere.
"Sayang, Ibu sudah pulang, sekarang Ibu ada di rumah Tante Tina, kamu segera pulang, ya" ~Ririn.
"Iya Ma" ~Rere.
"Kenapa?" Tanya Rangga.
"Mama menyuruh kita pulang"
"Oh, yasudah ayo kita pulang, pamitan dulu ke Bastian dan Indah" ucap Rangga.
"Tunggu" Rere menarik tangan Rangga.
"Ada apa?"
"Jangan Ganggu mereka, Ayo" Rere pun menggandeng tangan Rangga dan pergi meninggalkan Acara.
-
Rumah Rangga.
"Kami pulang" Ucap Rangga dan Rere secara bersamaan.
"Wah akhir nya mereka pulang, sini-sini duduk" Tina menggandeng tangan kedua nya.
"Rangga, apa Rere menyulitkan mu selama 1 minggu ini?" Tanya Ririn(Ibu Rere).
"Tidak Tante" Ucap Rangga menatap ke Arah Rere.
"Oh baguslah, Rere apa kamu sudah tau rencana Kita?" Tanya Ririn lagi, Rere pun menatap ke Rangga dan mengingat kembali saat Rangga menyuruh nya Menolak perjodohan ini.
"Emmm, Ma.. Aku masih belum siap" ucap Rere.
"Kenapa sayang? Ini hanya perjodohan bukan menikah" Ucap Tina, Rere pun melihat ke arah Rangga.
"Aku-aku menyukai Rangga" Ucap Rere dengan nada malu.
"Oh baguslah, Rangga apa kamu menyukai Rere?" Tanya Tina.
"Aku tidak..." Ucap Rangga membuat semua nya terkejut termasuk Rere.
"Tidak bisa bohong kalau aku menyukai nya" Lanjut Rangga dan tersenyum kepada Rere, membuat semua nya tertawa.
"Jadi, apa kalian menerima perjodohan ini?" Tanya Ririn.
"Iya, kami menerima" Ucap Rangga dan Rere secara Bersamaan dan saling mengenggam tangan.
"Akhirnya, kita akan menjadi keluarga" Ucap Tina memeluk Ririn dengan Bahagia, begitu pula Rangga dan Rere yang tersenyum malu.
Drrr...Drrr..Drr...(Ponsel Rangga)
"Hallo, Revo"
"Woii, lu dimana, ayo gabung sama kita"
"Ok, kirim lokasi nya, kita akan menyusul"
"Kita, maksudnya?"
"Rere akan menjadi Wanitaku"
"Woww, Calon perjodohan yang baru lagi nih"
"Bawel, kirim lokasi" Rangga pun memutus telponnya.
"Ma, Pa, Tante, Om, saya mau ijin membawa Rere pergi" Ucap Rangga.
"Oh, silahkan-silahkan" Ucap Semuanya memperbolehkan, Rangga pun menggandeng tangan Rere dan berpamitan kepada semua nya.
-
Di atas Gedung.
"Ciee pengantin baru datang" Ucap Revo dan Niko.
"Hahahahaha"
"Dimana Bastian dan Indah?" Tanya Rangga.
"Itu mereka" Ucap Nicho menujuk ke arah Bastian yang menggandeng Indah.
"Tinggal kita bertiga nih yang jomblo" Revo memutar bola mata nya begitu pula dengan Niko yang masih cengengesan.
"Ayo-ayo semua kumpul, kita makan besar" Niko menghampiri meja yang sudah ia pesan.
"Merayakan Hari perjodohan Bastian dan Indah" Revo menyusul bersama Niko
"Eitzz, bukan hanya mereka tapi Rangga dan Rere juga harus dirayakan, ayo-ayo" Ucap Revo, mereka semua pun tertawa bersama dan menikmati makan-makan malam ini dengan bahagia.
"Rangga, Rere. Selamat" Ucap Indah tersenyum lembut kepada kedua nya.
"Kamu juga selamat ya Indah, semoga kalian berdua selalu bersama" Rere membalas senyuman Indah.
Rangga mengambil makanan untuk Rere dan menyuapi Rere dengan sesekali menggoda Rere serta mencium pipi nya sehingga membuatnya kesal, Indah tertawa kecil melihat teman nya, dan menyusul mengambil makanan. Namun, Bastian menarik tangan Indah lalu mengajak nya melihat pemandangan malam.
"Mau kemana?" Tanya Indah namun Bastian masih menarik nya sehingga sampai di tempat tujuan.
"Indah, apa kamu mau menikah denganku?" Tanya Bastian berjongkok dan mengeluarkan Cincin.
"Apa? Bastian..."
"Indah, aku tau mungkin ini terlalu cepat dan kita masih SMA. Tapi, aku benar-benar takut kehilangan kamu"
"Bastian aku-(Aku gak akan memaksa mu)" Bastian memotong ucapan Indah dan berdiri.
"Aku mau menikah dengan mu" Ucap Indah.
"Apa?"
"Aku akan menikah dengan mu. Tapi, setelah Lulus sekolah"
"Apa kamu serius?" Tanya Bastian memastikan.
"Iya" Bastian pun memeluk Indah dengan erat dan mencium kening Indah singkat.
"Yasudah, ayo kita kembali ke mereka semua, jika tidak Rere akan membunuh ku karena meninggalkan nya.
"Bukankah sudah ada Rangga?" Tanya Bastian.
"Tetap saja, jika dia berfikiran bahwa mentang-mentang aku sudah berjodohan dengan mu lalu melupakan nya bagaimana? Aku akan mati di tangan nya, Ayo. Cepat-cepat, kembali"
"Di dalam otak Indah, terisi hal-hal aneh apa?" Ucap Bastian dalam hati dan terus melihat Indah dengan tersenyum.
"Bastian, Bastian" Ucap Indah menyadarkan Bastian.
"Apa yang kamu pikirkan? Ayo" Indah menarik tangan Bastian.
"Terkadang isi otak nya, membuat orang benar-benar bingung, melakukan banyak hal sesukanya, juga sering membuat keributan dan kekacauan karna sifat barbar nya. Tapi terkadang, dia benar-benar lucu. Sangat menarik, sehingga aku tidak bisa menahan diri untuk mengikutinya. Setelah aku sadar, dia benar-benar orang yang unik yang tidak bisa aku lepaskan begitu saja. Tapi, aku sangat bodoh dan membosankan, tidak bisa bersama nya karna harus bertanggung jawab kepada orang asing dan pergi meninggalkan nya, aku pikir-pikir kembali, setelah meninggalkan nya, aku seperti di penjara oleh orang jahat dan merasa kesepian tanpa dia disampingku. Namun akhirnya, setelah semua ini sudah berakhir, aku akan menebus semua kesalahanku padamu, dan berjanji akan terus selama nya bersama mu"
"Indah, Aku Mencintaimu"
TAMAT~