Bastianku

Bastianku
Episode 1



"Kamu tau Saya? " Tanya Presdir yang menatap Mata Indah dengan Tajam.


"Ya"


"Haha, menarik"


"Apa ada hal lain yang ingin anda bicarakan? "


"Kenapa kamu bisa tau bahwa Saya Atasanmu"


"Karna yang bisa masuk seenaknya Tanpa mengenakan kartu Identitas dan pakaian santai hanyalah atasan, jika itu saya juga akan melakukan hal yang sama" Ucap Indah tanpa Basa-basi.


"Semakin menarik, apa kamu berminat Naik jabatan?"


"Tidak, saya sangat nyaman dengan jabatan yang sekarang"


"Kenapa? Apa kamu selamanya hanya akan mengikutiku?"


"Tidak selamanya, Hanya 2 bulan. Setelah itu kita tidak akan bertemu lagi"


"Kenapa? Apa kamu ingin mengundurkan diri? "


"Hanya alasan pribadi saja, saya ijin mohon diri" Indah berpamitan setelah mengobrol lumayan panjang dengan Presdir yang baru ia temui baru ini, Presdir pun hanya Mengangguk dan mempersilahkan dengan santai.


Indah berjalan keluar dari ruangan, tak lama Presdir Alex mengambil handphone nya dan menelfon seseorang.


"Selidiki orang bernama Indah. Akan ku kirim data lengkapnya, semakin cepat semakin bagus"


*


Jam 6 Malam.


"Akhirnya selesai juga pekerjaan nya" Ucap Indah merentangkan tangan dan Menerima sebuah pesan di handphone nya, segera ia duduk sigap dan melihat pesan tersebut.


"Aku sudah di bawa, apa pekerjaan mu sudah selesai?" ~Bastian.


"Semuanya sudah selesai, aku segera kesana" ~ Indah.


"Apa pekerjaanmu sudah selesai?" Tanya Alex yang datang dan mendekat ke meja kerja Indah.


"Sudah, jika pun belum, besok bisa dilanjutkan, karna jam sudah menunjukkan pukul malam yang berarti sudah boleh pulang, maka saya memilih pulang" Sahut Indah dan merapikan semua barang-barangnya


"Kamu begitu pintar bicara, jika kamu berdebat dengan pacarmu, apa kamu juga begitu? "


"Tentu saja tidak, dan lagi sebelum saya angkat bicara saat ada masalah, pacar saya pasti akan mengalah duluan"


"Kenapa kamu begitu yakin? "


"Karna pacar saya sudah menunggu di bawah, pak saya pulang dulu" Indah pun selesai berkemas dan pergi meninggalkan Alex.


*


Ponsel Alex berdering, segera Alex menggeser ikon menjawab dan mendekatkan ponselnya di telinga,


"apa sudah selesai"


"sudah pak saya kirim dalam bentuk dokumen dan mungkin sekarang sudah hampir sampai" Alex mematikan Telfonnya dan memasukkan kembali kedalam saku.


"sudah selesai" Bastian menghampiri Indah dan membawakan tasnya,


"sudah, ayo" Indah memeluk lengan Bastian dan masuk kedalam mobil.


"bagaimana pekerjaanmu tadi, apakah sudah lancar"


"lumayan, kenapa kamu tadi keluar mobil? bagaimana jika ada yang mengenalimu"


"dulu kamu cuma seorang mahasiswa, sekarang kamu seorang CEO yang memegang saham terbanyak, Jika kamu berjalan denganku yang menjadi asisten presedir di perusahaan lain bisa-bisa aku dituduh sebagai mata-mata"


"siapa yang berani menuduhmu akan kubuat dia bersujud, lagi pula kenapa tidak bekerja di perusahaanku saja"


"itu lebih bahaya, karna nanti aku disangkah menggoda atasan demi bekerja disana, perusahaann yang paling besar nomor 1 yang diidamkan seluruh mahkluk hidup'


"hahaha" Bastian hanya tertawa gemas dan mengusap lembut kepala indah dan memasangkan sabuk pengaman lalu menancap gas di kecepatan normal.


RUMAH MAKAN.


"Sudah sampai, tuan putri yang sibuk melihat ponsel sedari berangkat hingga sampai tujuan tanpa bicara"


"Oh maaf, aku melihat grub pekerjaan besok sepertinya aku harus lembur" ucap Indah melepas sabuk pengaman.


"sampai jam berapa, kenapa tiba-tiba lembur lagi " Bastian


"biasa" Indah mengusap kepala Bastian agar tidak marah dan mengajaknya turun karna perutnya sudah sangat lapar.


Bastian pun hanya menghela nafas dan menuruti Indah.


"Istriku sudah pintar mencari uang, kelak sudah tidak membutuhkan aku lagi"


Indah yang mendengar ucapan tersebut pun langsung mencubit lengan Bastian.


"siapa yang istrimu"


'apa kamu mengode ku agar segera  menikahimu?' ucap Bastian menoel pipi Indah gemas,lalu menggadeng tangannya dan masuk kedalam restoran makan.


"siapa yang mau menikah denganmu'


"nona, jangan lupa 2 bulan kedepan kita sudah mengadakan acara lamaran, sebaiknya kamu memikirkan cara agar bisa membuatku senang"


"bagaimana jika aku belajar memasak untuk dirimu"


"Hallo, selamat datang" Ucap Pegawai Restoran membuka Pintu menyambut kedatangan Bastian dan Indah.


"oh, hanya itu" Bastian.


"lalu?" Indah menatap tajam kearah Bastian, membuat Bastian takut dan segara menundukkan kepalanya.


" Indah" Panggil suara familar,


Indah dan Bastian berbalik menoleh kesumber suara dan mendapati teman lama yang sangat mereka rindukan.


"Rere" teriak Indah berlari menghampiri temannya dan memeluknya.


"akhirnya kalian berdua pulang juga, aku kira kalian tersesat di Jepang" Lanjut Indah.


"gimana ada perkembangan?" tanya Bastian.


Rangga dan Rere saling bertatapan sebentar dan tersenyum.


"Rere sudah 3 bulan tidak kedatangan tamu" ucap Rangga mencium kening Rere singkat.


"semoga bulan ini berhasil, aku sangat menantikan anakku"


Bastian mengusap kepala Indah lembut.


"anak angkatmu, kalau mau yang kandung aku bisa memberikannya"


Bersambung.....


;