
Pulang Sekolah.
WECHAT.
"Kamu dimana?" ~Bastian.
"Aku di UKS, Ngantar Tas nya Rere" ~ Indah.
"Baiklah, kamu tunggu disitu. Aku akan segera kesana" ~Bastian.
Indah Pun hanya membaca pesan Bastian, Dan meletakkan Ponsel nya ke dalam saku.
"Oh ya, makasih ya Ngga. Lu udah mau nemeni Rere seharian" ucap Indah yang di balas Rangga Anggukkan.
"Sekarang Gimana Keadaan lu? Udah mendingan?" Tanya Indah Kepada Rere.
"Udah Gapapa Ndah"
"Oh, kalau begitu bagus lah, Pulang Bareng gue yuk? Bastian Bawa Mobil"
"Gak usah deh, Ntar Gw ganggu lagi" tolak Rere.
"Nggak kok, mau ya?"
"Yaudah deh, Boleh" Ucap Rere tersenyum manis kepada Indah.
"Tapi kenapa Bastian belum dateng, kata nya mau ke sini, emang jarak dari kelas Bastian ke UKS 50 km" Omel Indah sambil melihat jam tangan nya.
"Mungkin dia kelupaan sesuatu atau sedang ada sesuatu jadi terlambat" Ucap Rere.
"Gw susul aja ya, bentar" Ucap Indah yang di balas Rangga dan Rere Anggukkan.
***
"Makasih ya buk" Ucap Bastian kepada penjual Jajan dan berjalan meninggalkan kantin.
"Bastian!" Panggil suara seorang perempuan dengan keras, Bastian yang mendengar nama nya di panggil pun segera membalikkan tubuh, dan melihat ke arah sumber suara.
"Lu?!" ucap Bastian, Perempuan tersebut pun berlari ke arah Bastian.
"Hai, masih ingat Gw?"
"Yang kemarin?"
"Iya, Oh ya kenalin nama Gw Ayu" Ucap perempuan tersebut memperkenalkan diri.
"Oh, ada perlu apa manggil Gw??"
"Gw lingin belajar fisika sama lu, ada waktu kan?"
"sorry banget hari ini Gw lagi sibuk, mungkin lain kali" tolak Bastian.
"Oh baiklah, Sampai Jumpa" Ucap Ayu yang di balas Bastian senyuman lalu pergi meninggalkan Ayu.
"Ganteng banget" Ucap Ayu dalam Hati.
"Lu suka laki-laki itu?" Tanya suara seorang perempuan yang tiba-tiba ada di belakang Ayu.
"Hah, Siapa Lu?" Tanya Ayu.
"Dora, XII IPA 2" Ucap nya.
"Oh, ya Gw suka dia"
"Gwbisa bantu lu"
"bantu apa?"
"Mendapatkan nya"
"Kenapa Gw harus percaya sama omongan lu?"
"Karna Adik gw menyukai pacar nya" Ucap Dora berbohong.
"Adik lu? Pacar nya?"
"Iya, Bastian sudah punya pacar. Nama nya Indah Anak XI BAHASA, Dan gw punya Adik laki-laki Dia Menyukai Indah, Jadi gw bisa bantu lu buat dapatin Bastian, Dan Gw dapatin Indah buat adek gw, gimana ?"
"Ok, Sepakat" Ucap Ayu.
***
"Bastian!" Teriak Indah dari kejauhan.
"Sayang! Aku datang!!" Ucap Bastian dan berlari menghampiri Indah.
Bugg..
"Darimana saja kamu? Kenapa lama sekali" ucap indah memukul lengan Bastian.
"Auu, Aku mampir ke Kantin sebentar untuk membeli makanan buat mu dan Rere"
"Oh, Terimakasih" Ucap Indah dan berjalan meninggalkan Bastian.
"Hei, Tunggu"
Klik...
"Bastian, lu lama banget sih, indah sampai khawatir gara-gara lu" Ucap Rere.
"Sory-Sory, Gw tadi beli makanan dulu sebentar" Ucap Bastian dan duduk di samping Rangga.
"Yo, Lu masih disini aja bro" Ucap Bastian kepada Rangga.
"Menurut lu?" Tanya Rangga dan membongkar bingkisan yang diletakkan indah di atas meja.
Plakk...
"Itu untuk gadis-gadis" Ucap Bastian memukul Tangan Rangga.
"Pelit" ucap Rangga.
"Ya sudah, Ayo Pulang" Ajak Indah dan mengemasi barang-barang miliknya dan milik Rere.
"Baiklah" Ucap Rere.
***
Malam Hari.
WECHAT.
"Hai, Sedang Apa?" ~Bastian.
"Mengerjakan Tugas" ~Indah.
"Kita ganti Telfon aja ya? Biar kau tidak mengetik" ~Bastian.
"Oke" ~Indah.
Drrr...Drrrr...
"Hai" Sapa Bastian.
"Hai" jawab indah.
"Lanjutkan Tugasmu"
"Iya"
"Apa ada yang bisa ku bantu?" Tanya Bastian.
"Tidak, Semua nya hampir selesai"
"Baiklah, kalau begitu Semangat"
"Terimakasih"
"Besok Hari Minggu, Apa kau ingin pergi jalan-jalan?"
"Kemana?"
"Kau yang menentukan, Nanti kita akan kesana"
"Bagaimana Kalau Taman Carnival?"
"Apa tidak ada tempat lain?"
"Aku ingin kesana dari dulu"
"Baiklah, sesuai keinginanmu, sekarang tidur lah"
"Tugas ku masih kurang satu"
"Apakah sulit? Katanya hampir selesai"
"Yap, sudah selesai"
"Kalau begitu tidurlah"
"Jangan, Kau tidurlah. Biarkan telfon ini terus berlanjut" Ucap Bastian.
"Hmm, Selamat Malam"
"Selamat Malam"
***
Pagi Hari.
Tok..Tok..Tok..
"Iya sebentar" Ucap Indah berjalan kearah pintu.
Klikk...
"Morning Cantik" Sapa Bastian.
"Morning, Masuklah"
"Udah Sarapan?" Tanya Bastian dan duduk di sofa.
"Ini Lagi Masak Mie Instan"
"Mie Instan? Apa tidak ada makanan sehat yang lain?"
"Aku hanya bisa memasak beberapa makanan saja, tapi bahan-bahan nya sudah habis, dan sekarang hanya tersisa Mie Instan" Ucap Indah.
Bastian Pun Tersenyum dan berjalan menuju dapur.
"Lupakan itu, Ayo kita ke pasar" ucap Bastian.
"Pasar?" Tanya Indah.
"Iya, Ayo"
"Ngapain?"
"Untuk Menjualmu" Ucap Bastian.
Bugg...
"Kau Berani" Ucap Indah memukul lengan Bastian.
"Tentu saja membeli bahan-bahan untuk memasak" Ucap Bastian dan mengacak-acak Rambut Indah.
"Ha?" Bengong Indah, Namun Bastian tanpa menunggu jawaban lagi, ia langsung menarik Indah.
"Hei Tunggu, Aku ganti baju dulu"
"Ganti apa, itu sudah bagus, Ayo" Ucap Bastian dan menutup Pintu Rumah Indah.
_
Pasar.
"Bu, Ayam nya sekilo" Ucap Bastian kepada penjual Ayam.
"Mau masak apa?" Tanya Indah.
"Ayam Goreng Sama Pangsit Ayam"
"Ini Mas, 45 ribu" Ucap Penjual Ayam tersebut.
"Terimakasih"
"Kamu bisa masak pangsit?" Tanya Indah.
"Tidak bisa"
"Lalu? Kenapa ingin memasak itu"
"Aku ingin mencoba"
"Ha?"
"Sudah, ayo kita ke sana" Ucap Bastian Dan menarik Tangan Indah.
"Mbak, Ada Kertas dan Pulpen?" Tanya Bastian kepada penjual toko Bumbu.
"Ini mas" Ucap Nya.
"Terimakasih"
"Kau menulis apa?" Tanya indah melihat Bastian yang sedang menulis sesuatu.
"Menulis masa depan Kita"
"Kunyit, Lengkuas, kemiri, serai, Bawang merah, Bawang Putih, salam, Daun Bawang, Bombay Kecil, Sawi Hijau, Daun seledri?" Ucap indah membaca Tulisan yang ditulis Bastian.
"Iya" Ucap Bastian dan menyerahkan kertas tersebut kepada penjual toko.
"Apa bahan-bahan ini ada semua?" Lanjut Bastian.
"Ada mas, apa bisa saya bantu untuk mencari nya?" Tanya penjual toko.
"Tidak usah, saya ingin mencarinya sendiri bersama pacar saya" Ucap Bastian dan menarik tangan Indah.
Mereka Pun mencari bahan-bahan tersebut sambil bercanda dan tertawa bahagia sehingga Dilihati oleh banyak pembeli karna kemesraan mereka yang sangat membuat orang iri.
"Sudah, tinggal beberapa bahan lagi, Ayo Kesana" Ucap Bastian.
"Apa kamu tidak keberatan? Sini ku bawakan satu"
"Tidak usah, Ayo jalan"
"Mbak, Garam dapur, gula, tepung sagu" Ucap Bastian.
"Habis ini kemana lagi?" Tanya Indah.
"Ke pelaminan"
"iiishh" gemas indah dan mencubit lengan Bastian.
"Ini Mas"
"Baik, Terimakasih. Ayo Pulang" Ucap Bastian yang di balas Indah Senyuman.
***
Rumah Indah.
"Lelah sekalii" Ucap Indah Dan merebahkan Tubuh nya di sofa.
"Kalau begitu istirahat lah, Aku akan memasak" Ucap Bastian dan berjalan menuju Dapur.
"Tidak boleh, Aku Harus ikut memasak"
"Oh, kau bisa masak ini?"
"Ti-tidak"
"Kalau begitu istirahatlah dulu, nanti jika sudah selesai, akan kupanggil" Ucap Bastian.
"Tapi-"
"Nurut"
Indah pun mengalah dan berjalan menuju ruang tamu untuk menunggu Bastian, Namun ia sesekali mengintip Bastian yang sedang memasak.
"Kalau di lihat-lihat, Bastian Ternyata Ganteng juga kalau lagi serius kaya gini" Ucap Indah yang mengintip Bastian memasak.
"Apa dia beneran bisa memasak?" Lanjut indah dalam hati.
30 Menit Kemudian...
Bastian Telah selesai memasak, ia pun berjalan menuju ruang tamu.
"Wah Bau apa ini? Harum banget" Ucap Indah.
"Ayo makan" Ucap Bastian meletakkan Masakannya ke atas meja.
"Wah, Wangi banget. Boleh dimakan?" Tanya Indah dengan semangat.
"Iya makan lah" Ucap Bastian Tersenyum kepada Indah.
Indah pun tanpa berlama-lama lagi langsung mencicipi masakan Bastian.
"Enak!!" Ucap Indah dan melahap Masakan Bastian.
"Pelan-pelan, ini masih banyak"
"Ayo ikut makan, sini-sini ku suapi"
Bastian pun Tersenyum dan menerima sendok dari tangan Indah.
BERSAMBUNG.