Bastianku

Bastianku
Bertemu dengan Ibu Bastian, Dan Orang yang menyebalkan.



Rumah Bastian.


"Tunggu" Ucap Indah.


"Ada apa?" Tanya Bastian.


"Aku-aku malu"


"Ada aku, Ayo"


"Tapi-tapi, Aku bawa apa-apa"


"Tidak apa-apa, Ayo"


"Tapi-"


"Jika kamu masih tidak mau masuk, aku akan membantu dengan cara menggendong"  Ucap Bastian mendekat ke arah indah.


"Aku-aku masuk"


"Gadis Pintar, Ayo" Ucap bastian mengusap lembut kepala Indah dan menggandeng tangan Indah.


Ting..Tong..


Klik...


"Tuan Muda" Sapa Pembantu di rumah Bastian dengan menundukkan kepala nya, Bastian pun menjawab nya dengan Anggukkan dan senyuman.


"Ma, Aku pulang" Ucap Bastian.


"Anak nakal, dari mana saja kamu, Keluar pagi pulang malam" Ucap Ibu Bastian yang bernama Herlin.


"Ma, Lihat siapa yang aku bawa"


"Siapa?" Tanya Ibu Bastian melihat ke arah Bastian, karena Indah bersembunyi sendari tadi di punggung belakang Bastian.


"Ndah, Ibuku mencarimu, keluar lah" Ucap Bastian.


Indah pun perlahan menunjukkan diri, dan berjalan maju di samping Bastian.


"Siapa dia?" Tanya Ibu Bastian.


"Indah ma, Pacar Bastian" Ucap Bastian.


"Ha-hallo Bibi" Sapa Indah.


"Oh Indah, sini-sini duduk sayang, Astaga kamu cantik sekali" Ajak ibu Bastian menghampiri Bastian dan Indah.


"Benar-benar Cantik, Bastian sering membicarakan tentang mu, Ayo-ayo duduk" lanjut Ibu Bastian, Indah pun hanya mengangguk malu dan menurut.


"Ma, aku anakmu, apa tidak di persilahkan duduk?" Tanya Bastian.


"Kau, pergi lah mandi, Tubuh mu sangat bau" Ucap Ibu Bastian.


"Ma, Indah juga belum mandi"


"Tapi dia tidak se-bau dirimu, sana mandi" Ucap Ibu Bastian, yang membuat Indah tersenyum.


"Baiklah, Baiklah, Berhenti memalukan Anak mu yang tampan ini ma" Ucap Bastian dan berjalan menuju kamar nya.


Kini tinggal Ibu Bastian dan Indah yang di ruang Tengah.


"Astaga kamu benar-benae Cantik" Ucap Ibu Bastian.


"Terimakasih Bibi" Ucap Indah dengan nada malu.


"Bastian banyak bercerita tentang mu, Apa kau lapar? Ayo kita makan bersama"


"Terimakasih Bibi"


"Bibi, siapkan makanan Pangsit Ayam kemari" Ucap Ibu Bastian kepada pembantu di Rumah nya.


"Baik" jawab pembantu Tersebut.


"Apa kamu tau, Pangsit Ayam adalah makanan kesukaan Bastian" Ucap Ibu Bastian kepada Indah.


"Saya baru tau Bibi"


"Iya karena saya sudah memberitahu mu"


"Ha? Kapan Bi?" Tanya Indah.


"Barusan, bukan?"


"Haha" tawa indah dengan malu.


"Permisi Nyonya, Ini Pangsit Ayam nya" Ucap pembantu yang mengantar makanan, Herlin pun mengangguk iya dan tersenyum.


"Ayo-ayo dimakan" Ujar Ibu Bastian yang di balas Indah dengan Anggukkan.


15 menit kemudian...


"Kenapa anak ini masih belum turun, apa dia lupa bidadari nya sedang menunggu nya" Ucap Ibu Bastian.


"Mungkin dia sedang berpakaian bi"


"Aa, Apa kamu mau ke sana?" Tanya Ibu Bastian menggoda Indah.


"Ke-kesana? Kemana bi maksudnya?"


"Ke kamar Bastian"


"Ti-tidak Bi, ini tidak sopan"


"Saya percaya kamu, sana jemput dia" Ucap Ibu Bastian.


"Ta-tapi Bi-"


"Kamar nya lantai 2, pintu nomer 4" Ucap Ibu Bastian.


"Oh.." Indah Pun berdiri dan berjalan menuju kamar Bastian dengan langkah yang lambat.


"Rumah sebagus Ini, seperti Istana, benar-benar Mewah dan besar" Ucap Indah dalam hati dan melihat-lihat ke sekitar nya.


Brukk...!


"Siapa Lu" Tanya suara seorang laki-laki, tak lain adalah Kakak Bastian yang Bernama Hanif.


"Indah" Ucap Indah.


"Gw gak tanya nama lu, gw tanya siapa elu, kenapa bisa disini" Tanya Hanif.


"Gw mau ke kamar Bastian"


"Yo, lu pacar nya?"


"I-iya"


"Kenapa dia bisa berpacaran dengan gadis gembel kaya lu?" Ucap Hanif.


"eh jaga ucapan lu ya! " Ucap Indah.


"Apa? Gw salah ngomong? Selera Bastian gini banget ck..ck" Ucap Hanif dan berjalan melewati Indah, Indah pun yang merasa ditindas segera membalas.


Bruakk..!!!


Indah menendang Punggung Hanif dengan kuat sehingga Hanif terjatuh.


"Aaaww!! Lu gak sopan banget ya!!" Ucap Hanif, yang di balas Indah senyuman yang mengejek dan pergi meninggalkan Hanif.


"Sialan, Gadis gembel dari mana yang Bastian bawa ke rumah" Ucap Hanif.


Tok..Tok..Tok..


"Bastian?" Panggil Indah.


Masih belum ada jawaban.


"Bastian.. apa kamu di dalam?" Lanjut Indah.


Tok..Tok..Tok.


Klik..


"Bastian, Aku Masuk Ya" Ucap Indah.


Deg..


Indah Mematung di tempat karena mendapati Bastian yang sedang memakai Baju nya.


"Indah, Kenapa kamu bisa disini?" Tanya Bastian membalikkan Tubuh nya dan mempercepat berpakaian.


"Bibi menyuruh ku kemari"


"Oh, masuk lah" Ucap Bastian selesai Berpakaian.


Indah pun perlahan berjalan masuk dan menutup Pintu Kamar Bastian.


"Kamu duduk lah dulu, Aku akan mengambilkanmu minuman" Ucap Bastian, Indah pun mengangguk iya dan berjalan lagi menuju sofa yang ada di kamar Bastian. Sesekali Indah memandangi setiap sudut kamar Bastian.


"Benar-benar Indah" Ucap Indah dalam hati.


"Ini, Minum lah"


"Terimakasih"


"Apa kamu tidak takut masuk kedalam kamar laki-laki?" Tanya Bastian duduk di samping Indah.


"Aku percaya kamu"


"Hahaha, Yasudah kita langsung pulang ke rumah mu?"


"Iya"


"Ayo"


Bastian dan Indah pun berdiri dan berjalan keluar kamar.


"Yo, Lu bawa anak orang ke dalam kamar" Ucap Hanif yang lewat di depan kamar Bastian, Namun Bastian hanya tertawa dan berjalan meninggalkan Hanif.


"Hee, anak kecil yang tidak sopan" Ucap Hanif.


"Mau kemana kalian?" Tanya Ibu Bastian kepada Bastian dan indah.


"Ma, aku mau antar Indah pulang"


"Oh, yasudah hati-hati" Ucap Ibu Bastian dan tersenyum kepada Indah.


"Bi, saya pulang dulu"


"Iya iya, Hati-Hati yah"


***


Rumah Indah.


"Makasih ya" Ucap Indah kepada Bastian.


"Setelah ini, Makan dan jangan lupa belajar" Ucap Bastian membelai lembut wajah cantik indah.


"Aku sudah makan tadi"


"Tadi? Bukan kah kamu belum menyentuh makanannya Nicho sama sekali?" Tanya Bastian.


"Aku tadi makan di rumah mu, makan-makanan favoritmu"


"Pangsit ayam?"


"Iya"


"Hahaha, yasudah sana masuk, waktu semakin gelap" Ucap Bastian yang di balas Indah Anggukkan.


"Hati-hati"


"Sana masuk"


"Kamu juga sana cepat pulang"


"Aku menunggu kamu masuk rumah dulu"


"Aku menunggu kamu pergi dulu"


"Kalau begitu tunggu lah aku sukses dan melamarmu"


"Apa sih, kok malah bicara kesana" Ucap Indah yang tersipu malu.


"Sana masuk"


"Yaudah aku masuk ya, hati-hati pulang nya"


"Iya"


"Dahh"


"Dah..." Ucap Bastian, Indah pun tersenyum dan masuk kedalam Rumah, sedangkan Bastian masih memandangi Rumah Indah sebentar dan akhirnya masuk kedalam mobil.


***


Sekolah.


"Aku menuju kelas mu, tunggu aku di sana" Ucap Bastian lewat telfon.


"Baiklah, jangan lama-lama" Sahut Indah.


"Bastian" Panggil suara seorang perempuan yang tak lain Ayu.


Indah pun terkejut ada suara seorang perempuan lain yang memanggil Bastian dengan suara mesra.


"Sebentar ya" Ucap Bastian kepada Indah, namun tidak ada respon.


"Iya, ada apa?" Tanya Bastian kepada Ayu.


"Gw kesulitan dapat soal rumus yang aneh dan rumit, lu bisa bantu Gw Buat nyelesain tugasnya?" Tanya Ayu.


"Oh, Gw usahakan" Ucap Bastian.


Ayu pun menunjukkan tulisan hitam diatas putih kepada Bastian, dan Bastian pun menerima nya dan membaca kan rumus tersebut kepada Ayu, sedangkan Indah yang masih belum terputus telfonnya dengan Bastian, Ia ikut mendengarkan, karena penasaran.


"Baris pertama, hukum Ohm, U/R \= I. Baris kedua, 1000mL \= IL, yang berarti L. 2/1O2 yang berarti O. Baris ketiga, berat jenis \= massa/luas, m/P \= V. Terakhir adalah ekspresi elektrik, F/q\= E. Baris ketiga fungsi linear, y\=kx+b jadi Y. Yang kedua idem, berarti O. Yang terakhir adalah hubungan antara energi listrik dan voltase, lambang nya PR\=U. Jadi kalau ketiga nya digabungkan menjadi I LOVE YOU." Ucap Bastian setelah membacakan rumus-rumus tersebut.


"Gw tahu cuma lu yang bisa ngerti rumus-rumus kaya gini" Ucap Ayu dan memeluk Bastian, membuat Bastian terkejut bukan main.


"Bastian I LOVE YOU TOO" Lanjut Ayu.


"Tu-Tunggu, jadi ini bukan tugas sekolah?" Tanya Bastian melepas pelukan Ayu dengan cepat.


"Bukan, ini pernyataan Cinta Gw sama lu, lu suka kan?" Tanya Ayu.


Tut..tut..tut..


Telfon Bastian pun berakhir, membuat Bastian makin terkejut dan segera berlari ke kelas Indah, untuk menjelaskan bahwa ini semua adalah salah paham.


Bersambung...