Bastianku

Bastianku
Seseorang yang Unik



Taman Carnival.


"Wow, Bastian, Lihat. Sangat Keren!!" Ucap Indah sambil menunjuk ke wahana Roller Coaster.


"Ndah, Bagaimana Kalau kita makan dulu?" Tanya Bastian mengalihkan Pembicaraan.


"Tadi Kita sudah makan banyak, sekarang ayo coba permainan itu!!" Ucap Indah menunjuk ke permainan Roller Coaster.


"Sebentar, Ada telfon. Aku harus mengangkat nya" Ucap Bastian Berusaha Melarikkan diri.


"Tidak ada yang telfon, Ayo kita bermain itu" Indah pun menarik Bastian dengan penuh semangat.


"Wahh Lihat, komidi putar itu sangat Keren" Bastian menunjuk ke Permainan Tersebut.


"Itu hanya permainan Kuda yang berputar-putar, darimana nya yang keren, malahan tidak seru. Ayo kesana!!" Ucap Indah menarik Bastian lagi.


"Tu-Tunggu, Bagaimana kalau kita naik Perahu dayung saja?"


"Hmm? Kau takut naik Roller Coaster?" Tanya Indah.


"Tentu saja tidak! Siapa bilang aku Takut sama permainan itu"


"Kalau begitu Ayo Naik!!" Ucap Indah penuh semangat dan menarik Bastian menuju ke permainan tersebut.


Indah dan Bastian pun mengantri untuk menaiki wahana Roller Coaster, yang Indah sangat bersemangat, sedangkan Bastian berdiam mematung.


"Bastian Ayo" Ucap Indah.


"Maaf Kak, Penumpang Penuh" Ucap penjaga wahana Tersebut, menghalangi Bastian masuk ke dalam area, Yang Membuat Bastian dan Indah jadi Terpisah.


"Oh, Kalau begitu aku main duluan saja" Ucap Indah dan berbalik, namun dengan cepat Bastian menarik tangan indah.


"Jangan pergi"


"Baiklah, Mbak. Aku setelah mereka saja" Ucap Indah yang di balas penjaga wahana tersebut dengan anggukkan.


30 menit kemudian...


"Bastian, Kamu tidak apa-apa?" Tanya indah kepada Bastian.


"Tidak apa, Aku hanya lelah" Jawab nya dengan nafas yang terengah-engah.


"Kalau begitu duduklah dulu, aku belikan Minuman"


"Tidak usah, Ayo lanjutkan ke wahana yang lainnya" Ucap Bastian.


"Apa kau yakin?" Tanya Indah.


"Apa aku tidak pernah di percaya?"


"Yasudah Ayo, Main Itu!!" Tunjuk Indah ke Permainan Bola.


"Ayo" Ucap Bastian dan menggandeng tangan indah.


"Hai, Selamat Datang" Ucap Penjaga permainan tersebut dengan sopan.


"10 bola" Ucap Bastian.


"Ambil, Ayo Main" lanjut Bastian kepada Indah.


"Baiklah, kita bertanding ya"


"Ayo!"


Bastian dan Indah Pun berlomba untuk memasukkan Bola kedalam ring. Mereka terus bermain dengan senang, dan pada akhirnya Bastian Yang menang. Namun, Indah tetap tidak mau mengalah, ia terus berusaha memasukkan bola tersebut ke dalam ring untuk dapat mengalahkan Bastian.


Mereka terus Bermain seharian dengan penuh canda tawa hingga larut malam pun tiba.


***


Malam Hari.


Restoran.


"Setelah ini, Kita akan kemana?" Tanya Bastian.


"Pulang, tapi Makan dulu disini" Ucap Indah.


"Makan di rumah saja, aku akan memasak untukmu lagi"


"Tidak mau, kita sudah bermain seharian. Jadi, Hari ini aku akan mentraktir mu"


"Aku tidak lapar, Kau saja yang makan" Ucap Bastian mengusap lembut kepala Indah.


"Oh"


"Indah" Panggil suara seorang Laki-laki, Yang tak lain Nicho.


"Kak Nicho? Kenapa kakak kemari?" Tanya Indah.


"Gw kebetulan lewat dan lihat lu ada disini, jadi sekalian gw samperin"


"Oh silahkan Duduk kak"


"Ya makasih, Eh Bastian Lu juga di mari" Ucap Nicho.


"Emang daritadi lu kira gw siapa?" Tanya Bastian.


"Hahaha bercanda, Indah mau pesan apa?" Tanya Nicho.


"Oh, Gw mau pesan nasi goreng"


"Pelayan, Pesan Nasi goreng 2 porsi"


"2 porsi? Satu lagi buat siapa?" Tanya Indah.


"Buat Lu"


"Eh jangan-jangan" Tolak Indah.


"Tidak apa, Aku traktir"


"Gw ingin Ayam Cemani, Pizza, Udang Bakar, Pangsit Ayam Rebus, Bakso super Jumbo, Orange Juice, Terimakasih" Ucap Bastian.


"Ha? Buat siapa?" Tanya Indah yang terkejut  mendengar Bastian memesan Makanan Mahal sekaligus Banyak.


"Tapi, Bukankah kamu bilang tidak lapar?" Tanya Indah lagi.


"Hmm, aku tiba-tiba lapar"


"Tapi, makanan yang kamu pesan tadi semua nya mahal"


"Oh, keberatan?" Tanya Bastian menatap ke arah Nicho.


"Tidak, tentu tidak. Sudah, Itu saja" Ucap Nicho sambil menelan ludah.


"Aku ingin menambah Cake sebagai makanan penutup" Ucap Bastian yang membuat Indah melotot tak percaya.


"Apa kamu yakin bisa menghabiskan semua makanan Itu?" Tanya Indah.


"Tentu saja"


"Tapi Kak Nicho hanya memesan 1 makanan Nasi goreng, bahkan belum minumannya" Ucap Indah.


"Oh kalau begitu pesan lah? Kan dia yang traktir"


"Tapi-(gapapa ndah, Bastian udah pesan makanan nya? segitu doang?)" Tanya Nicho memotong ucapan Indah.


"Oh, sepertinya ada yang Gw lupain yaitu makanan paling Gw sukai, Apa boleh nambah lagi?"


"Bas!" Ucap Indah menatap tajam ke arah Bastian.


"Oh oke, Gw gak jadi nambah, seharus nya itu sudah cukup" Ucap Bastian.


15 menit kemudian...


"Permisi, Ini pesanan Anda" Ucap salah satu pelayan di antara pelayan yang mengantar makanan.


"Terimakasih" Ucap Indah dan Nicho menerima makanan tersebut.


"Ehm, Ndah Seperti nya kita harus ke rumah ku sekarag, Ibuku Ingin bertemu dengan mu" Ucap Bastian.


"Ha? Serius?" Tanya Indah yang terkejut kedua kali nya mendengar Ucapan dari mulut Bastian.


"Yah, ayo kita kesana sekarang"


"Oh" Ucap Indah yang hanya Ber'oh ria, dan segera bergegas.


"Kak, maaf yah. Gw harus pergi"  Ucap Indah.


"Yah, Hati-Hati" Ucap Nicho dengan nada kecewa.


"Ayo Ndah" Ucap Bastian menggandeng tangan Indah dan pergi meninggalkan Nicho.


-


Parkiran.


"Apa Ibumu serius Ingin bertemu denganku?" Tanya Indah yang gugup.


"Tentu, Ayo ke rumahku" Ucap Bastian dan membukakan Pintu Mobil untuk Indah.


"Em Mbak, semua makanan di meja sana di bungkus ya dan  Total semua nya berapa?" Tanya Nicho Kepada Kasir.


"Baik mas, Semuanya makanan tadi Sudah Di bayar kak" Ucap Kasir tersebut.


"Dibayar? Sama siapa?" Tanya Nicho terkejut.


"Sudah dibayar oleh teman anda yang tadi"


"Bastian?" Ucap Nicho dalam hati.


"Mas, Ini makanan anda" Ucap pelayan yang mengantar makanan kepada Nicho.


"Oh, terimakasih" Ucap Nicho.


"Sama-sama"


Flasback*


Parkiran.


"sebentar ya" Ucap bastian yang di balas Indah anggukkan, ia pun segera keluar mobil dan merogo saku nya, mengambil ponsel dan mulai mengetik-ngetik.


"udah" Ucap Bastian kembali masuk kedalam mobil.


"memang tadi kamu ngapain?"


"bayar Utang ke temen"


"kamu juga punya Utang? hahaha" Ucap Indah tertawa keras.


"hust, Jangan keras-keras nanti di marahi orang"


"Yasudah ayo jalan"


"pakai sabuk pengaman mu"


"oh"


"Yasudah, kita jalan ya" Ucap Bastian menatap Indah.


"kenapa?" Tanya Bastian.


"kak Nicho, apa dia mampu membayar makanan yang sudah kamu pesan tadi"


"tenang saja, sudah ada yang bayar"


"siapa?" tanya Indah.


"tidak tau, aku hanya menebak. Mungkin seseorang yang Tampan dan Arogan.


"kalau begitu aku sangat berterimakasih kepadanya, karna bagaimana pun dia sudah ada niatan baik untuk mentraktir"


"sudah, jika kamu terus membicarakannya, Aku akan cemburu"


"baiklah,baiklah. Ayo jalan" Ucap Indah.


BERSAMBUNG.