Bastianku

Bastianku
Badai Cinta



Beberapa menit kemudian.


"Bas" Panggil Rere dari jauh dan berlari kearah bastian yang diikuti rangga, revo, niko.


"Bagaimana keadaan indah!" tanya rere.


"masih di periksa"


"gila lama banget" ucap niko dan duduk di kursi penunggu.


"Kenapa dengan indah bas" tanya rere.


"dia kena bogeman dari riko"


"ban*sat riko! braninya sama cewek!" ucap rangga ikutan marah.


"Aslinya riko mau bogem gw, tapi sama indah di halangi sehingga dia yang kena sasaran" ucap bastian.


suasana pun hening seketika karna semua sedang berdoa agar indah tidak kenapa-napa.


kik...


Suara Pintu Ruang Kamar Indah Terbuka Membuat 4 Manusia Tersebut Berdiri Dan Mengelilingi Dokter yang keluar dari kamar indah.


"Bagaimana keadaannya?" tanya bastian.


"Dia sudah melewati masa kritisnya, Sekarang dia hanya membutuhkan istirahat, Dan juga tubuhnya jangan banyak gerak dulu, karna kondisi dia benar-benar masih sangat lemah." ucap dokter dan berjalan pergi meninggalkan 4 manusia yang masih terdiam itu.


"Ayo Masuk" ucap bastian di ikuti rere, rangga, niko, dan revo.


"Ndah.." panggil rere mendekati indah yang masih belum sadar, dan mengenggan tangannya.


"Ndah, lo cewek super galak dan judes, bangun dong kita kangen sama kejudesan lo" ucap revo.


"ndah, gw janji kalau lo bangun, gw akan jadiin lo pacar gw" ucap niko, yang langsung di tatap tajam sama semua teman-temannya.


"maksudnya Ratu, gw jadi pelayannya" lanjut niko memperbaiki ucapannya karna ngeri melihat tatapan membunuh dari teman-temannya.


***


drrttt....drt....drttt(dering hp rere)


"hallo ma" ucap rere memulai obrolan.


"sayang, sudah malam, kamu dimana? ayahmu khawatir, ayo cepat pulang" ucap mama rere lewat telfon.


"tapi ma rere lagi(pulang sayang, anak gadis tidak boleh malam-malam masih diluar) potong mama rere.


"hmm iya ma" ngalah rere dan mengakhiri telfonnya.


"lu pulang aja, gapapa, gw jaga indah disini" ucap bastian menepuk bahu rere.


"tapi indah..."


"udah gapapa, sana pulang, vo! anterin rere pulang ke rumahnya" ucap bastian yang dijawab revo dengan anggukkan, lalu berpamitan kepada semuanya untuk mengantar rere dan pergi meninggalkan ruang kamar rawat indah.


"lu juga gapapa pulang aja duluan, gw disini jaga indah" ucap bastian kepada niko dan rangga.


"gak lah men, kita disini aja, bantu lo jaga indah juga" ucap rangga yang di balas niko angukkan mantap.


"besok lu pada sekolah semua, jangan sampai gara-gara masalah ini lu ikutan bolos" ucap bastian.


"alah bro, lu ngomong gini, kaya gak pernah bolos bae" ucap niko.


" hahaha, udah gapapa lah, lu pulang aja, besok kesini lagi"


"oke deh, yaudah kita cabut dulu ya" ucap rangga berdiri bersamaan niko.


"oke men, hati-hati" ucap bastian.


"lu juga bro jaga kesehatan, jangan sampai sakit, ntar gak ada yang jaga dia" ucap rangga berjalan pergi bersama niko dan meninggalkan bastian.


kini hanya tinggal Bastian dan indah yang di ruangan ini, sepi dan sunyi. Hanya ada suara detik jam dan kipas angin, Bastian pun menggengam tangan indah lembut dan menciumnya berdoa agar Indah kembali sadar dan bisa bercada lagi dengannya.


"ndah, kamu kapan sadarnya, aku kangen banget, bangun ya? " Ucap Bastian kepada Indah, yang tanpa sadar dia menangis dan menunduk hiingga tertidur.


Bersambung....