Bastianku

Bastianku
Aku akan memutuskan Hubungan dengan Nya.



Pagi Hari.


Hotel.


Bastian perlahan membuka mata nya dan mendapati Ayu yang berbaring di sebelah nya.


"Aaaaaa!!!!" Teriak Bastian.


"Ahhhh!!!" Teriak Ayu dan menjauh dari Bastian.


"Kenapa lo ada disini? Dan lagi dimana Ini, Kenapa gw bisa disini" Ucap Bastian dan berdiri sejauh mungkin.


"gw juga gak tau, kemarin kepala gw pusing banget setelah minum double Espresso dan lu...lu anggap gw Indah terus narik gw sehingga masuk kesini" Ucap Ayu bersikap Polos.


"Ma-maaf"


"gakk papa, gw mau berkemas pulang" Ayu berdiri dengan selimut putih yang membalut tubuh nya.


"Tunggu" Henti Bastian.


"gw. bakalan tanggung jawab" lanjut Bastian.


"Tapi kita masih SMA dan lagi lu masih punya Indah"


"gak papa, yang penting gw akan bertanggung jawab karna udah nodai lu. Dan lagi, gw bakal mutusin hubungan gw sama Indah" Ucap Bastian dengan wajah hitam nya.


"Baiklah, Bastian. Terimakasih" Ayu memeluk Tubuh Bastian dengan erat.


"Bersiap-siap lah... kita harus segera ke sekolah lalu pulang kerumahku" ucap Bastian melepas pelukan Ayu dan berjalan keluar kamar.


"Hmmm" senyum Ayu.


-


Sekolah.


"Rangga, lo lihat Bastian?" Tanya Indah kepada Rangga yang sedang berjalan ke arah nya bersama Revo dan Niko.


"Indah, bukan nya lo pacar nya? napa nanya hal ini sama gw?" Ucap Rangga.


"Dia gak ngehubungi gw dari semalam"


"bentar gw telfon dia, Tunggu sebentar"


"Lihat, bukan kah itu Bastian" Ucap Niko menujuk Bastian, Indah pun berbalik dan terkejut melihat perempuan lain menggandeng tangan pacar nya.


"Bastian!!" Teriak Indah menghampiri Bastian dan melepas tangan ayu dari tangan Bastian.


"Darimana saja kamu? Aku kira kamu pergi ke london" Lanjut Indah, namun Bastian tidak menghiraukan ucapan Indah dan berjalan menuju teman-temannya, membuat semua nya bingung.


"Indah!!" Teriak Rere.


"Eh, ada apa? Kenapa sepertinya keadaannya sedang canggung?" Ucap Rere dalam hati.


"Bastian, aku akan kembali ke kelasku " Ucap Ayu.


"Hmmm, Pulang sekolah gw antarkan lu"Sahut Bastian, membuat semua nya makin bingung dengan apa yang di katakan Bastian, begitu pula dengan Indah ia sangat terkejut.


"Bastian, apa kamu dekat dengannya? Siapa dia?" Tanya Indah menarik tangan Bastian.


"Panggil gw senior, gw kakak kelas lu. Dan lagi, dia tunangan gw" Ucap Bastian, membuat Indah makin tidak percaya apa yang di Ucapkan Bastian barusan.


"Tu-tunangan?" Indah melepas Tangan Bastian dan menunduk, Bastian melirik sedikit ke arah Indah tanpa Indah sadari.


"Yah"


"Bastian, apa lu gila? Indah pacar lo" Ucap Revo.


"Bro, lu pinter banget bercanda nya" Ucap Niko, Indah pun mengangkat kepala nya lagi dan menarik tangan Bastian.


"Ya, apa kamu sedang bercanda denganku? Ingin membuatku cemburu? Aku cemburu Bastian, aku cemburu. Jadi bisakah jangan bercanda seperti ini lagi?" Ucap Indah.


"gw lagi gak bercanda, Ini lah kenyataannya. Dia adalah tunangan gw setelah Lulus, gw langsung nikahin dia" Ucap Bastian melepas tangan Indah dengan lembut.


"Bastian!! Dasar PlayBoy!!!" Ucap Rere mendorong tubuh Bastian, Indah hanya diam dan menudukkan kepala nya, menyembunyikan raut wajah sedih nya.


"Rere!" Bentak Rangga.


"Apa! Dia sudah nyakiti perasaan teman gw! Dan lo lihat!! Dimana hati nurani nya! Bagaimana bisa dia melukai perasaan teman baik gw!!" Teriak Rere membuat siswa-siswi lainnya berkumpul menyaksikan Bastian dan teman-teman lainnya.


"Bastian! lu Buta hah!! Indah sayang banget sama lo!! Bahkan lo juga yang dulu ngejar dia!" Lanjut Rere, namun Bastian hanya diam dan menundukkan kepala.


"Dasar brengsek!!!" Rere mendorong tubuh Bastian, tetapi Bastian menghindari nya dan balik mendorong Rere, dengan cepat Rangga menangkap nya karena terkejut.


"Bastian! lo jangan keterlaluan!" Ucap Rangga memeluk Rere.


"Dia duluan yang nyerang gw!" Elak Bastian.


"Tapi dia Cewek bro, tenaga dia dan lu beda jauh" Ucap Niko.


"Men, Lu ada masalah apa? Cerita sama kita. Kita tuntasin bareng-bareng" Ujar Revo.


"Indah" Ucap Rere melepas pelukan Rangga dan berlari memeluk Indah.


"Ndah.." Panggil Revo, Niko dan Rangga, mendekat ke arah Indah dan menepuk Bahu Indah dengan lembut.


"Indahh!!!" Teriak suara laki-laki dari kejauhan yang tak lain adalah Nicho membuat semua nya terkejut dan melihat ke arah sumber suara.


"Minggir semua nya!! Ndahh, lu gak papa?" Tanya Nicho, namun Indah tidak menjawab nya.


"Ada apa ini? Apa yang di katakan murid-murid lainnya, benar?" Lanjut Nicho lagi.


"gw pingin sendiri" Ucap Indah berbalik dan berjalan pergi meninggalkan semua nya.


"Ndah!" Panggil Nicho yang hendak mengejar Indah namun dihalangi oleh Niko.


"Biarkan Indah sendiri dulu" Ucap Niko.


"Bastian, sialan!" Geram Nicho dan berlari mencari Bastian, Namun, Bel sekolah berbunyi yang menandakan Pelajaran akan segera dimulai, Nicho pun menahan diri nya dan segera masuk ke kelas.


Sedangkan Indah juga tetap mengikuti pelajar dengan baik hanya saja sesekali dia terisak karna menangis.


-


Pulang Sekolah.


"Bastian" Panggil Nicho.


"Hmm"


"Ikut Gw"


-Halaman Sekolah.


Nicho membawa Bastian sampai diujung Halaman sekolah paling sepi, dan saat itu juga Nicho langsung memukul Bastian bersamaan dengan Bastian, kedua nya saling melampiaskan Amarah dengan memukul satu sama lain, perkelahian yang lumayan lama dan berakhir menjadi pembicaraan.


"Gw kira Lu bukan pengecut, ternyata sebalik nya" Ucap Nicho sambil meneguk minumannya.


"Lu gak mikir perasaan Indah gimana, dia bahkan berkali-kali nolak gw demi elu. Dan lagi, lu bahkan dulu ganas banget saat gw deketin Indah" Lanjut Nicho.


"Lu boleh ambil dia" Ucap Bastian.


"Ambil? Lu kira dia barang?"


"Seenggaknya lu bisa jaga dia"


"Oke, Gw pegang Omongan lu!"


"Yah jaga dia, jangan sakiti dia sedikit pun karena walaupun dia suka marah sebenarnya dia orang nya manja, Di luar dia seperti landak tapi didalam dia seperti kucing, Dia kadang bilang tidak suka sama hal-hal yang romantis tapi dia sendiri tersenyum diam-diam, warna favorit nya Biru, Dia sangat susah disuruh makan, tapi saat orang makan dia minta di suapi, dia sangat suka sama hal-hal yang menantang tapi dia juga sangat takut, dia sangat baik dan perhatian tapi sering lupa dengan diri nya sendiri, Dia- (Bawel banget sih)" Protes Nicho memotong Ucapan Bastian.


"Inti nya buat dia bahagia" Ucap Bastian berdiri dan pergi meninggalkan Nicho dengan air mata yang sudah menetes.


-


Sekolah.


"Ndah, Makan yuk? Dari tadi lu belum makan" Ucap Rere.


"Gak usah, Kita langsung ngerjain PR aja di perpustakaan" Tolak Indah.


"Tapi.."


"Rere" Panggil Rangga yang datang bersamaan Revo dan Niko.


"Rangga, ada apa?" Sahut Rere.


"Mau kemana?"


"Mau ke Perpus ngerjain PR"


"Yaudah Ayo, Kita ikut sama lo kita bareng" Ucap Rangga yang di balas Revo dan Niko Anggukkan, mereka semua pun berjalan bersamaan menuju Perpus, dan tak sengaja bertemu Bastian bersama Ayu.


"Bastian" Panggil Niko, Indah pun melihat sedikit ke arah lengan Bastian yang digandeng Ayu.


"Hmmm"


"Mau kemana?" Tanya Revo.


"pulang"


"Bukannya lo bilang mau ngajak gw ke Rumah lu?" Ucap Ayu menerebos pembicaraan Bastian dengan teman-temannya, Membuat Indah makin terluka, Membawa Kerumah? Apa hubungan mereka seserius itu??


"Pulang ke rumah lo dulu buat ganti baju, terus bawa lu ke rumah gw" Ucap Bastian.


"Baiklah, Ayo"


"Bas.." Panggil Revo namun tidak dihiriaukan Bastian.


Indah pun kembali terisak dan menutupi wajah nya dengan kedua tangan, menyembunyikan Raut wajah nya yang sedih dan pipi basah nya yang berlinangan air mata, membuat teman-teman lainnya ikut bersedih dan khawatir kepada keadaan Indah sekarang, Bagaimana Tidak? Indah dari pagi sampai siang ini belum menyentuh makanan atau minuman sama sekali. Nicho pun tak lama kemudian datang menghampiri semua nya termasuk Indah, ia mendekat dan langsung memeluk Indah dengan lembut, membiarkan Indah menangis dalam pelukannya, tak peduli air mata atau ingus yang membahasi seragam nya, Ia tidak jijik. karna ia ingin memberikan kehangatan kepada orang yang dia sayang.


Bersambung...