Bastianku

Bastianku
Episode 3



Tok tok tok..


"Masuk"


"Pagi Nona Indah, ini ada berkas yang perlu anda tanda tangani" Ucap Karyawan yang masuk ke ruang kerja indah.


"Ya, taruh disitu" Indah menyelesaikan pekerjaan nya dan segera menandatangani berkas yang diminta.


"Terimakasih" Karyawan tersebut berbalik dan menutup pintu.


Tak lama kemudian suara ketokan pintu kembali terdengar oleh telinga Indah.


"Apa ada hal lain?" Tanya Indah yang masih dengan posisi mengetik.


Pintu terdorong terbuka terdengar suara langkah kaki yang mendekat, Indah yang tadi masih terfokus dengan laptopnya berhenti dan melihat ke arah Pintu.


"Tuan Alex, Ada apa?" Tanya Indah Berdiri.


"Indah, kamu tidak mengingatku" Ucap Alex Mendekat ke Arah indah.


"Maksud anda?" Lanjut Indah bertanya, tanpa banyak bicara Alex langsung memeluk tubuh indah erat, membuat Indah terkejut dan meronta untuk melepas pelukan nya.


Ponsel Indah Berbunyi memperlihatkan nama yang makin membuat indah mendorong lebih keras dada bidang Alex.


"Alex! Lepaskan!!!" Ucap Indah, Alex pun melepas pelukannya.


"Indah, aku adalah Alex kakak mu waktu kecil" Ucap Alex, Indah pun terdiam.


Ponsel indah kembali berdering, namun kali ini indah tidak berkutik.


"Kamu.. Kak Alex?" Tanya Indah.


"Iya ndah aku Kakak mu" Ucap Alex kembali memeluk tubuh Indah, kali ini sangat lembut membuat Indah tidak menolaknya.


"Indah, kenapa kamu dulu meninggalkan ku, aku hampir putus asa untuk mencarimu" Lanjut Alex.


"Kamu mencari ku?"


"Iya, aku terus mencarimu sejak pertama kita bertemu kemarin aku melihatmu sebagai orang lain karna sifatmu sangat angkuh sedangkan indahku yang dulu dia sangat manja dan pemalu sampai aku melihat data lengkap mu"


Indah melepaskan pelukan Alex dengan pelan dan berjalan mundur untuk menjauh.


"Indah, kamu kenapa?"


"Maaf kak, dulu aku terlalu kekanakan, sekarang aku sudah dewasa"


"Aku tidak keberatan kamu seperti apa yang jelas kamu tetap adikku, indah ku"


"Aku sudah memiliki kekasih"


"Siapa kekasihmu? Kenapa kamu begitu mudah mempercayai orang indah apa kamu lupa tentang Ayahmu yang meninggalkan ibumu!"


"Dia bukan ayahku dia adalah kekasihku, jadi. Jangan samakan dia dengan orang itu" Ucap Indah menatap tajam ke arah Alex.


"Apa yang dia berikan kepadamu, aku bisa memberikan nya, indah aku bisa menjagamu jangan sampai kamu seperti ibumu"


"Omong kosong! Dia bisa menjagaku bahkan lebih baik dari siapapun, dulu aku meninggalkan mu memang salahku tapi jangan pernah kamu meremehkan atau membandingkan nya dengan orang lain" Indah mengambil ponsel dan tasnya lalu pergi meninggalkan Alex begitu saja.


"Indah tunggu indah, aku salah maafkan aku" Ucap Alex, namun indah tetap berjalan cepat tanpa memperdulikan ucapan Alex.


Rangga tak sengaja melintas dan melihat ada seorang laki-laki asing yang mengikuti Indah dan menarik-narik lengannya, segera ia masuk kedalam perusahaan dan menghampiri nya.


"Indah, aku mencintaimu bisakah kamu memberiku kesempatan untuk menunjukkan nya" Teriak Alex membuat seluruh seisi perusahaan terkejut, seorang Presdir Alex yang sangat misterius dan jarang tampil dimuka umum sekali muncul mengejutkan semua orang, sedangkan Indah terkenal asisten presdir yang jarang bicara dan tidak pernah marah malah hari ini menunjukkan ekspresi benci.


"Woi ngapain Lu! Menjauh dari Indah" Ucap Rangga yang datang dan memukul wajah Alex, semua orang yang menyaksikan pun makin mendekat untuk melihat lebih jelas masalahnya, begitu juga Indah yang terkejut melihat kedatangan Rangga.


"Rangga"


"Ayo pergi ndah" Rangga menarik tangan Indah dan pergi meninggalkan Alex yang kesakitan.


-


"Lu sama dia ada hubungan apa" Tanya Rangga tegas melepaskan tangan indah.


"Dia temen masa kecil gue tapi udah gue anggap kakak"


"Kakak? Tapi kenapa gue lihat ekspresi nya kaya orang gila yang terobsesi sama lu"


"Dia bukan kakak kandung gue"


"Kalau sampai Bastian tau lu sama dia ada hubungan yang gak jelas, kacau semuanya" Rangga berjalan mendahului indah, dan masuk kedalam mobil.


Ponsel Indah lagi-lagi berdering, ia pun segera mengangkat dan langsung mendengar teriakan Seseorang.


"indah, kenapa baru menjawab telfon ku sekarang kamu dimana" teriak Bastian.


"aku tadi sedang meeting" ucap Indah berbohong


"mengejutkan ku saja, sekarang sudah jam istirahat aku dibawah turunlah ayo kita makan bersama"


"aku sudah sama rangga"


"apa, kenapa kamu sama dia"


"kita lagi bahas tentang kejutan buat Rere" Indah melihat Rangga yang membantu Indah bicara.


"hanya berdua, kenapa tidak mengajakku dimana kalian sekarang"


"didalam mobil habis ini sampe rumah"


"aku pulang" Bastian menutup telfon dan memutar balik arah, menancap gas di kecepatan normal.


"Lu apa bakal balik lagi sama orang gila itu?" tanya Rangga.


"ngga, gue cuma mencintai Bastian"


"terus, kenapa ekspresi lu kaya gitu" Rangga melihat Indah yang seperti tidak mengatakan yang sejujurnya


"gue cuma kaget dia bisa disini dan masih inget gue"


"gak waras" Rangga melanjutkan Mobilnya dengan cepat agar sampai tujuan.


Bersambung...