
Istirahat.
"Ndah Ke Kantin Yuk?" Ajak Rere.
"Lo Duluan Aja, Gw Nyusul" Ucap Indah.
"Lo Masih Mikirin Yang Tadi?" Tanya Rere.
"Nggak Kok, Gw Cuma Lagi Males Aja Ke Kantin"
"Yaudah, Gw Duluan Yah, Laper Banget Nih" Ucap Rere Yang Di Balas Indah Anggukkan.
"Hai Ndah" Sapa Bastian Yang Datang Dan Langsung Duduk Di Sebelah Indah.
"Hai" Sahut Indah.
"Nih, Gw Bawain Makanan Buat Lo, Dimakan Yah" Ucap Bastian.
"Gak Usah, Gak Laper" Tolak Indah Langsung Berdiri Dan Hendak Pergi Meninggalkan Bastian.
"Tunggu, Mau Kemana?" Tanya Bastian Dengan Menarik Tangan Indah.
"Bukan Urusan Lo!" Sinis Indah Menghempas Tangan Bastian Dan Langsung Pergi Begitu Saja.
"Indah!!" Teriak Bastian Dan Langsung Berlari Mengejar Indah.
"Ndah, Lo Kenapa Ndah?" Tanya Bastian Yang Berjalan Cepat Mengikuti Indah.
"Ndah, Gw Tanya Nih" Tanya Bastian Lagi.
"INDAH ISABELLA!!" Teriak Bastian Yang Membuat Semua Siswa-Siswi Di Sekitarnya Terkejut.
"Apa sih!" Ucap Indah.
"Lo Kenapa?" Tanya Bastian Lagi.
"Bas, Udah Yah.. Mulai Detik Ini, Jauhin Gw" Ucap Indah Berbalik Dan Berjalan Lagi.
"Salah Gw Apa Ndah?" Teriak Bastian Lagi, Namun Indah Tidak Memperdulikannya Yang Membuat Bastian Benar-Benar Bingung. Ada Apa Dengannya? Perasaan Tadi Baik-Baik Saja.
Bastian Yang Tidak Terima Dengan Sikap Indah Pun Langsung Mencari Tau Ada Apa Dengan Indah Saat Di Kelas Tadi.
Kelas Indah.
"Kalian Tau Kenapa Dengan Indah?" Tanya bastian Kepada Salah Satu Teman Satu Kelas Indah.
"Siall!!"
Bastian Pun Mencari Indah Untuk Menjelaskan Sesuatu.
***
Taman Halaman Sekolah.
Indah Berjalan Dan Duduk Di Salah Satu Kursi Taman, Ia Masih Merasa Marah Karna Perilaku Kakak Kelasnya Yang Tiba-Tiba Memarahinya Di Depan Umum Dan Membuat Rusuh.
Indah Mengutuk Kakak Kelasnya Terus-Menerus, Hingga Tak Sadar Bahwa Ada Orang Yang Mengamatinya Dan Berjalan Ke Arah Indah.
"Gak Baik Loh Kalau Jelek-Jelek'in Orang" Ucap Suara Laki-Laki Yang Seperti Indah kenali, Ia Pun Langsung Membalikkan Badan Untuk Memastikannya.
"Kak..Kak Nicho" Kikuk Indah Dan Langsung Bergeser Untuk Menghindari Nicho.
"Kenapa Sendirian?" Tanya Nicho Duduk Di Sebelah Indah, Membuat Indah Terkejut Dan Langsung Berdiri.
"Kok Berdiri?" Lanjut Nicho Bertanya.
"Gak..Gak Apa-Apa Kok Kak.. Hanya Terkejut" Ucap Indah Kembali Duduk.
"Kenapa Sendirian?" Kembali Nicho Bertanya Lagi.
"Iya, Gapapa Kak.." Ucap indah.
"Lo Masih Memikirkan Masalah Tadi?" tanya Nicho.
"Nggak Kak"
"Oh, Berarti Gw yang kebayakan mikir" Ucap Nicho Yang Di Balas Indah Senyuman Kecil.
"Ngomong-Ngomong Lo Beneran Pacaran Sama Bastian?" Tanya Nicho Lagi.
"Nggak" Ucap Indah Cepat.
"Oke-Oke, Lo Jangan Mikiran Masalah yang Tadi, kalau Ada Sesuatu Lapor aja sama gw atau bisa juga keAnggota Osis Lainnya" Ucap Nicho Yang Di Balas Indah Anggukkan.
"Kalau gitu Gw Cabut Dulu ya, Gw Harap Di Pertemuan Berikut Nya, Kita Bisa Berteman Baik" Pamit Nicho Dan Berjalan Meninggalkan Indah Yang Mematung.
"Berteman? Dia Ngajak Gue Berteman?" Bingung Indah.
Bersambung...