Bastianku

Bastianku
Hari Jadian



Pulang sekolah.


"Ndah" Panggil Bastian di depan kelas indah.


"Eh Bastian" sapa Rere yang di balas Bastian anggukkan.


"ndah, ayo aku antar pulang" Ucap Bastian.


"Gak usah, Terimakasih" tolak indah yang langsung berjalan meninggalkan Bastian dan rere.


"Ndah, tunggu!" Panggil Bastian dan mengejar indah.


"Eh kok gw di tinggal, ndah tungguin." Ucap rere ikut mengejar indah.


"Lo kenapa ndah?" Tanya Bastian berjalan cepat mengikuti indah.


"Kan udah gw bilang, jauhi gw bas. Gw gak mau nama gw di bawa-bawa  rumor yang gak jelas" ucap indah menatap bastian.


"Emm Guys, gw balik dulu ya, bye-bye" pamit rere dan pergi meninggalkan mereka karna tidak ingin ikut campur Antara Bastian dan indah.


"Ndah, Aku sama Dora gak ada apa-apa"


"Ada apa-apa juga gak papa kok, lagian gak ada hubungan nya juga sama gw"


"Serius ndah, itu cuma salah paham"


"Bas! Udah deh!! Lu kenapa sih, gw cuma minta satu hal, jauhi gw udah itu doang."


"Gw gak bisa!"


"Kenapa?"


"Karna gw suka lu ndah, gw suka lu" ucap bastian yang membuat indah langsung terguncang.


"Kenapa jantung ku lagi-lagi berdebar, jelas-jelas dia sudah punya pacar, Kenapa aku malah baper ke dia" ucap indah dalam hati.


"Ndah, lu mau kan jadi pacar gw?" Tanya Bastian.


"Bas, mau sampek kapan lu mainin perasaan cewek?" Ucap indah.


"Ha? Ma- (selama ini gw kira, lu cowok baik-baik. Ternyata semua itu palsu)" potong indah di sela-sela kebingungan Bastian.


"Maksud kamu apa ndah?" Tanya Bastian.


"Udah deh, gak usah pura-pura lagi, cewek tadi pagi pacar lo kan?"


"Pacar? Bukan!"


Deg..


Deg..


Deg..


"Jadi, tadi siapa?" Tanya indah.


"Dia adek kandung gw" ucap Bastian.


"Adek kandung?"


"Iya, dia pindah ke sini"


"Kenapa pindah kesini?" Tanya indah.


"Biasa lah, dia pengen di manja"


Deg..


Deg..


Deg..


"Berarti, dia bukan pacar lu?" Tanya indah lagi.


"Bukan, pacar gw cuma kamu"


Deg..


Deg..


Deg..


"Apa sih gak jelas, kapan kita jadian nya" ucap indah dengan malu.


"Oh kamu mau kita jadian?" Tanya Bastian dengan senang.


"Apa sih, nggak!" Ucap indah dengan malu.


"Yah di tolak, awas ya kamu nyesel" goda Bastian.


"Dih gak jelas" ucap indah dan berjalan yang di ikuti Bastian.


"Oh ya, nama lain dari siluman itu apa ndah" tanya Bastian.


"Jadi-jadian kan?" Jawab indah.


"Woiyaa jelas!! Yaudah Ayo jadian!" Girang Bastian.


"Eh apa, hei" ucap indah namun tidak di pedulikan Bastian, Dan langsung menarik tangan Indah menuju parkiran.


***


Parkiran.


"Gw benar-benar gak sengaja melakukannya" Ucap suara seorang laki-laki.


"Tapi Sekarang dia sedang hamil, apa lu tau itu?" Ucap suara seorang perempuan itu yang mulai menangis.


"Terus, gw harus Gimana?!" Tanya suara seorang laki-laki itu.


Indah dan Bastian yang lewat, tak sengaja melihat ada seseorang yang seperti sedang bertengkar. Bastian pun segera menarik tangan indah, karna dia tidak ingin mencampuri masalah orang lain, tetapi indah menarik balik tangan Bastian dan menyuruh nya menunduk untuk menguping mereka yang sedang berdebat, Bastian pun mengalah dan akhir nya ikut menunduk, menyaksikan mereka orang asing yang sedang bertengkar.


"Yah, lu harus cari dia lah!" Ucap perempuan itu yang sudah menangis.


Laki-laki tersebut pun menganggukkan kepala dan pergi begitu saja, meninggalkan perempuan tersebut yang sedang menangis.


Indah yang melihat pun ingin menghampiri perempuan tersebut, namun dengan cepat, Bastian langsung menarik tangan indah untuk mencegah.


"Mau ngapain?" Tanya Bastian.


"Mau kesana sebentar, Kasih masukkan kalau cowok seperti itu gak usah ditangisi, karna menurut pengamatan ku tadi, sepertinya mereka bertengkar pasti karna selingkuhan nya hamil, lalu dia memaksa pacar nya mundur, agar dia bisa mendapatkan laki-laki itu" ucap indah, Bastian pun memegang kepala nya dan menggeleng-geleng agar indah tidak kesana, namun karna indah orang nya keras kepala, ia tetap menghampiri perempuan itu.


"Hei, lu baik-baik saja?" Tanya indah yang menghampiri perempuan itu.


"yah" jawab nya dengan menangis.


"lu jangan terlalu bersedih lagi" ucap indah menepuk lembut punggung perempuan itu.


"nama nya juga hamil, sudah tidak ada cara lain lagi, lu biarkan saja dia, yang selanjut nya pasti akan lebih baik lagi." lanjut indah.


"Bagaimana bisa begitu, aku juga bertanggung jawab atas kehamilan dia, mangkannya aku harus bertanggung jawab" ucap perempuan itu.


"lu-lu bertanggung jawab? wah, lu sangat baik hati"


"bukan kah itu sudah seharus nya?"


"tapi untuk apa lu bertanggung jawab? kan bukan lu yang membuat dia hamil" tanya indah.


"Tapi aku gak mengurus nya dengan baik, jadi ini semua juga menjadi tanggung jawab ku"


"tapi, bagaimana lu mengatur itu? masalah seperti ini bisa terjadi, karna sama-sama suka, anggap saja lu tidak beruntung dan bertemu dengan orang jahat, lalu lu coba untuk memulai nya dengan awal yang baru, lagian cowok kaya gitu gak pantas di tangisi" ucap indah.


"apa yang kamu katakan?" tanya perempuan itu.


"gw, gw tadi mendengar semua nya disana, Bukan kah kamu tadi bilang bahwa pacar mu menghamili gadis lain, lalu kamu menyuruh dia mencari gadis itu?" Ucap indah dengan tersenyum kikuk.


"kucing aku yang hamil dan pacar ku yang membuat kucing itu hilang" ucap perempuan itu.


"ha, oh" singkat indah karna terkejut dan melihat ke arah Bastian yang sudah menahan tawa nya.


"yah, kalau gak ada hal lain aku pergi dulu, terimakasih sudah menghiburku" ucap perempuan itu dan meninggalkan indah.


Bastian pun menghampiri indah dan tertawa terbahak-bahak.


"mangkannya kalau gak tau, jangan suka mencampuri urusan orang lain" ucap Bastian yang masih asik tertawa puas.


"Yah, gw kan gak tau" ucap indah dengan malu.


"hahahaha, yasudah ayo pulang" ucap Bastian dan menarik tangan indah.


***


Rumah indah.


"ya udah, aku pulang dulu ya" ucap Bastian yang di balas indah anggukkan.


"jangan lupa mandi, makan, belajar" lanjut Bastian.


"iya bawel"


"pacar ku yang pintar, sangat nurut"


"ih siapa yang lu panggil pacar" ucap indah.


"eit, sekali lagi gak mengakui aku, aku sangat sedih dan lagi kita sudah jadian jadi jangan ada kata lu gw" ucap Bastian.


"udah ah, aku masuk dulu, kamu pulang nya hati-hati" ucap indah.


"nah, pacar ku yang pintar, ya sudah aku pulang dulu yah" pamit Bastian yang dibalas indah anggukkan.


Bastian pun mengangguk dan melajukan motor nya. indah yang melihat Bastian sudah jauh, langsung masuk ke rumah nya.


klik...


"Berantakan sekali, bersih-bersih sebentar deh" ucap indah dan berganti baju lalu melakukan tugas nya yaitu bersih-bersih rumah.


beberapa saat kemudian.


"eh apa ini?" tanya indah menemukan sebuah kado yang tertutup kain.


"Astaga, ini kan kado dari Bastian waktu itu, kok aku sampai lupa, em apa ya isi nya" ucap indah dengan senang, ia pun membereskan pekerjaan nya dulu baru bisa menikmati isi kado dari bastian yang sudah lama belum ia buka.


"Akhirnya selesai, mandi dulu lah" ucap indah dan meletakkan Kado tersebut di meja sebelah tempat tidur indah.


10 menit kemudian...


indah selesai mandi dan segera menuju kamar untuk melihat isi kado dari Bastian, karna penasaran dengan cepat dia membuka kado tersebut.


"Selamat ulang Tahun Cantik, Semoga lu suka ya, Baju ini pilihan dari nyokap gw buat lu, dia bilang kalau lu pakai baju ini pasti cantik nya luar biasa, Dan nyokap gw berharap semoga lu suka dengan baju ini" Surat yang terselip di Isi kado tersebut.


Indah yang membaca surat tersebut pun sangat senang, dan mencoba baju tersebut di depan kaca.


"Wah, Bagus banget" ucap indah dengan sangat senang.


Bersambung...