Bastianku

Bastianku
Bastian yang Menyebalkan



Dikelas.


"Huft...huft..." nafas indah terengah-engah.


"Napa ndah? Lu kaya abis dikejar hansip aja" ucap rere yang hendak meminum jus jeruk nya namun dengan cepat indah merampas jusnya rere dan meneguk nya sampai habis.


"Ndah..gila..gw cuma minum sedikit dah Habis aja ke elo" ucap rere.


"Hehe sori ya, nih gw ganti" ucap indah menyodorkan uang sakunya untuk ganti rugi minumannya rere yang sudah ia habiskan.


"Eleh gak usah,, gw bisa beli sendiri, lo tunggu disini, gw pesankan makanan" ucap rere berdiri dan melangkah pergi meninggalkan indah untuk menuju kantin.


"Nih.." ucap seseorang dengan menyodorkan minuman dingin yang tak lain Bastian.


"Kamu!!!" ucap indah dengan nada sedikit keras yang membuat siswa-siswi menoleh padanya.


"Kenapa? Gamau? Yaudah" acuh bastian dan meminum minumannya.


"Ngapain lo disini? Sana-sana pergi" usir indah dengan mendorong-dorong tubuh Bastian, dan Bastian pun ingin mengerjai indah dengan cara menghindar, sontak membuat indah terkejut dan hampir terjatuh namun dengan cepat bastian membantu indah agar tidak terjatuh kelantai.


"Cie...cie...swit..switt...ehemmmm" suara anak-anak kelas indah yang kini sedang menyaksikan bastian dan indah bermesraan.


Bugh...


"Dasar modusss" ucap indah mendorong tubuh bastian jauh-jauh hingga terbentur dinding, Bastian pun lagi-lagi berfikiran untuk menggoda indah, namun kita berbeda.


"Aahh..indahh kau...aahhh. Kasar sekalii...punggungku sakit dan kepalaku pusingg" ucap bastian dengan akting yang dibuatnya membuat semua siswa-siswi kasihan kepada bastian.


"Bastian..lo gapapa? Soryy-sory gw gak bermaksud kasar tadi" ucap indah khawatir.


Brukk...


Kini akting bastian pingsan di hadapan semua siswa-siswi termasuk indah yang makin membuat suasana menjadi tegang dan takut.


"Ndah,, bawa bastian ke uks lo yang dah bikin dia pingsan " ucap siswi.


"Iya nih padahal udah ditolong malah di dorong sampek kena dinding, jahat banget si indah" ucap siswi lainnya.


Indah pun tanpa basa-basi lagi langsung membopong tubuh bastian menuju uks.


"Bas..lu gapapa? Bangun dong..jangan tidur terus" ucap indah dengan menggoyangkan tubuh Bastian.


"Ndah..lo gapapa?" tanya rere yang datang menghampiri indah dan Bastian.


"Gw gapapa, dia yang K.O" ucap indah melirik kearah bastian.


"napa dia?" lanjut rere bertanya.


"Pingsan, gara-gara gw dorong tadi" Ucap Indah.


"Seriusan nih bocah pingsan?" tanya rangga yang juga datang menghampiri indah, bastian, rere.


"Sono lu cek" ucap rere yang dijawab rangga dengan anggukkan iya dan menghampiri bastian untuk melihat keadaannya.


"Ndah, lo yakin bastian pingsan?" tanya rangga menatap ke arah indah.


"Kenapa? Kalau tidak pingsan kenapa dia tidak bangun-bangun?" tanya indah.


"Dia tidur ndah"ucap rangga.


"Kakak, jika dia tidur kenapa tidak bergerak sama sekali?" tanya indah.


"Mana gw tau" ucap rangga berdiri dan berjalan keluar pintu UKS.


"Woi mau kemana lo?" tanya rere.


"Beli popok buat anak kita. Mau ikut gak?" tanya rangga dari jauh dan tetap berjalan santai.


"Cihh..." acuh rere dengan kesal yang membuat indah geleng-geleng kepala dan melihat ke arah Bastian lagi.


Bersambung.....