Bastianku

Bastianku
Masalah keluarga yang datang secara Bersamaan



"Yah, batrei Gw habis" Ucap Indah dan meletakkan Ponsel nya.


"Re, bawa  powerbank?" Tanya Indah kepada Rere.


"Bawa, kenapa?"


"Pinjem, semalem Gw lupa isi batrei jadi sekarang tiba-tiba mati" Ucap Indah, Yang di bales Rere anggukkan. Ia pun memberikannya kepada Indah.


Bel sekolah Pun berbunyi pertanda Kelas akan di mulai, Guru-guru pun saling memasuki kelas nya masing-masing untuk memulai Doa dan pelajaran.


"Indah" Panggil guru yang mengajar di kelas Indah.


"Saya Pak" Ucap Indah berdiri dari bangku nya.


"Tolong Ambil kan Absen kelas di ruangan saya, saya lupa membawa nya. Bisakah kamu membantu saya untuk mengambil nya?"


"Baik pak" Ucap Indah dan pergi mengambil Absen ke ruangan Guru tersebut.


***


Brak..!


"Permisi pak, saya mencari Indah" Ucap Bastian yang datang di kelas indah dengan nafas terengah-engah.


"Bastian, kenapa kamu di sini, Ini sudah waktu nya pelajaran di mulai, Cepat kembali dikelas mu" Ucap Guru yang mengajar di kelas Indah.


"Tapi pak, Saya mencari Indah untuk menjelaskan sesuatu"


"Indah tidak ada, Dia barusan pergi"


Bastian pun langsung masuk kedalam kelas tanpa Ijin dan berlari ke bangku Indah.


"Dimana Indah?" Tanya Bastian kepada Rere.


"Dia barusan pergi mau- (GAWAT, jangan sampai dia berfikiran macam-macam, Terimakasih Rere) Ucap Bastian memotong ucapan Rere dan berlari ke luar kelas Indah dengan tergopoh-gopoh.


"He, ada apa dengan anak ini" Ucap Guru tersebut.


"Gawat? Berfikiran macam-macam? Bukankah Indah hanya disuruh ngambil absen? Apa Bastian harus sampai khawatir segitu nya?" Ucap Rere.


"Ndah, kamu dimana" Ucap Bastian mengambil Ponsel dari saku nya dan menghubungi Indah.


*Maaf, Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi. Mohon cobalah beberapa saat lagi*


"Ndah!!!"


Bastian pun semakin Takut dan akhir nya memutuskan Untuk terus mencari Indah, tanpa sengaja Indah pun lewat di samping Bastian saat Bastian sedang memandangi Ponsel nya, Namun kedua nya tidak menyadari keberadaannya masing-masing di karenakan Indah yang sibuk melihat Absen dan Bastian yang sibuk melihat Ponsel.


***


Kelas Indah.


"Pak ini Absen nya" Ucap Indah memberikan Absen tersebut kepada Guru yang mengajar nya.


"Hmm terimakasih"


"Ndah, sini" Panggil Rere, Indah pun segera kembali ke tempat duduk.


"Ndah, Bastian tadi nyariin lu" Lanjut Rere.


"Ha? Kapan?" Tanya Indah.


"Tadi, dia kaya panik gitu"


"Emang lu gak bilang kalau gw lagi ambil Absen?" Tanya Indah.


"Yah tadi gw mau ngomong, tapi Bastian langsung pergi gitu aja sambil ngomong kaya Gawat-Gawat gitu, emang lu sama dia ada apa?"


"Gak ada apa-apa kok"


"Tapi-yaudah lah bahas nanti aja, pusing gw mikir nya" ucap Rere.


"Emang siapa yang nyuruh lu jadi seorang wartawan"


"Kapan gw ingin jadi wartawan"


"Lah tadi lu kan tanya tentang gw sama Bastian dan orang yang suka bertanya itu namanya Wartawan, lagi pula. Lu bukan yang pertama tanya Ginian kan" Ucap Indah.


"Heh!" Kesal Rere yang di balas Indah Ejekan.


***


Istirahat.


"Ndah, Gw ke kantin dulu ya" Ucap Rere yang di balas Indah Anggukkan.


Indah pun mengambil Ponsel nya dan melihat sangat banyak panggilan masuk dari Bastian.


"Kenapa dia menelfon sebanyak 71 kali" Ucap Indah dalam hati dan segera menelfon Bastian.


"Hallo Ndah!!" Ucap Bastian lewat telfon dengan suara agak keras.


"Bastian, suara mu mengejutkan ku" Ucap Indah.


"Kamu dimana?" Tanya Bastian.


"Di kelas, kenapa?"


Tut..tut..tut..


"Kok dimatiin" Ucap Indah dan meletakkan Ponsel nya.


"Ndah!" Panggil Bastian berlari ke arah indah dan memeluk nya dengan sangat Erat.


"Bas, ada apa?" Tanya Indah.


"Ndah, kamu gak papa kan?"


"Aku gak apa-apa, kamu kenapa?"


"Tadi aku gak tau kalau Ayu ternyata ngejebak aku lewat rumus Cinta, Terus ditambah lagi telfon tadi tiba-tiba terputus, membuatku makin takut kalau kamu salah paham" Ucap Bastian.


"Nyatakan cinta? Kamu jawab apa?"


"Yah aku gak jawab apa-apa, gara-gara telfon kita terputus tadi aku terkejut, kenapa tadi bisa  putus telfonnya?"


"Oh tadi Hpku mati gara-gara lowbat"


"Yasudah, untung lah tidak terjadi apa-apa, Ayo makan" Ucap Bastian menggandeng tangan Indah Menuju Kantin.


"Baju kamu kenapa basah gini?" Tanya Indah.


"Keringat gara-gara nyariin kamu kesana-kemari"


"Oh ya, tadi kamu ke kelas ku ya"


"Iya, dan Semua orang bilang kamu gak ada jadi aku khawatir kamu kenapa-napa"


"Hahahaha" Tawa Indah.


"Kenapa kamu tertawa"


"Aku suka lihat kamu mengkhawatirkanku"


Bastian pun berhenti dan menatap ke arah Indah dengan tajam, membuat Indah terkejut.


"Kamu sudah membuat ku takut seharian Ini. Katakan, Bagaimana aku harus menghukummu" Ucap Bastian mendekat ke arah Indah, Membuat Indah melangkah mundur.


"Aku-aku akan mentraktir mu Makan, Katakan mau makan Apa? Aku akan membelikannya"


"Oh, apa bisa diganti dengan yang lain?" Tanya Bastian.


"A-apa.."


Cup..


Bastian mencium Pipi indah singkat, Membuat Indah terkejut.


"Bastian, apa kamu gila. Ini di sekolah" Ucap Indah dengan pipi yang sudah merah karna malu.


"Iya aku Gila, jika tidak. Bagaimana bisa aku menyukai gadis yang bermulut tajam seperti mu"


Indah pun seketika terdiam dan memegangi pipi yang di cium Bastian barusan dan tersenyum diam-diam.


"Kembali ke kelas mu, dan belajar yang Rajin" ucap Bastian mengacak-acak rambut Indah dengan gemas.


"Auw!! Bastian!!" Ucap Indah mendorong Tubuh Bastian.


"Hahahaha" Tawa Bastian dan memeluk Indah.


"Indah, Aku  Mencintaimu"


"Dasar gila, tidak tau malu, Menyebalkan" Omel Indah dalam pelukan Bastian dengan sesekali memukul dada bidang Bastian.


***


Kelas Indah.


"Ndah, lu kenapa senyum-senyum gak jelas kaya gitu?" Tanya Rere mengamati.


"Ehmm, habis ketemu sama pangeran berkuda"


"apa? kuda liar apa yang bisa masuk kedalam sekolah? Ck..ck..ckk Hewan jaman sekarang sangat Canggih" Ucap Rere.


"lu punya Masker?" Tanya Indah.


"buat apa?"


"buat nutupi kebahagiaan gw, gw mau menyimpannya sendiri, gak mau dibagi ke yang lain"


"Idih Lebayy, Nih" Rere menyodorkan 1 plastik yang berisi Masker.


"Hehehe terimakasih"


"Iyee"


***


Kelas Bastian.


"Darimana aja Men" Ucap Rangga.


"Woi, Tuh baju kenapa? basah kaya gitu" Tanya Niko.


"Habis lari maraton" Ucap Revo.


"Bwahahaha, lari maraton di siang bolong kaya gini" Tawa teman-teman Bastian.


"Berisik lu pada" Ucap Bastian dan membuka Buku nya.


Drr..Dr...Dr... ( Dering HP Rangga)


"Lihat siapa itu" Ucap Niko merebut ponsel Rangga.


"Hei, Kembalikan!!" Ucap Rangga kembali merebut ponsel nya dari tangan Niko.


"Wow, my Love" goda Niko.


"Wow, Rangga. gk di sangka ternyata lu Laku juga, Hahahaha" Ucap Revo.


"Hallo, Ma"


"Nak, dimana kamu? Apa kamu bisa pulang sekarang? Ayah mu mabuk lagi" Ucap Ibu Rangga lewat telfon.


"Aku akan ijin pulang ke sekolah lebih awal, aku tutup telfon dulu" Ucap Rangga membuat Revo, Niko seketika terdiam.


"Ada apa Ngga?" Tanya Niko menepuk bahu Rangga.


"Keluarga gw bermasalah lagi" Ucap Rangga.


"Yang sabar ya , Bro" Ucap Revo ikut menepuk Bahu Rangga. Rangga pun hanya menghela nafas dan tersenyum masam.


"Yasudah, Gw temani Lu ijin ke BK, Ayo" Ajak Bastian.


"Hmm, Gw duluan ya" Ucap Rangga berpamitan kepada Niko dan Revo.


"Hati-Hati ya" Rangga dan Bastian pun pergi ke ruang BK untuk meminta surat ijin pulang.


***


Drrr...Dr...Drr... (Dering HP Rere)


"Permisi pak, Saya boleh Angkat telfon? Ini dari Orang Tua saya" Ucap Rere.


"Silahkan"


"Terimakasih Pak"


"Siapa Re?" Tanya Indah.


"Nyokap, bentar ya" Ucap Rere dan keluar kelas.


"Hallo, Ma"


"Sayang, Ayah dan Ibu akan keluar Kota selama satu Minggu. Nanti Kamu, Ibu titip kan ke salah satu teman Ibu" Ucap Ibu Rere lewat telfon.


"Ha? Mama mau keluar Kota sama Ayah, Kenapa mendadak, Ma"


"Ini juga panggilan Kerja, Yasudah Nanti Mama kirim alamat nya lewat Surat ya sayang 1 jam lagi, Mama akan berangkat"


"Ma, Aku akan Ijin pulang, Tunggu aku" Ucap Rere.


"Tidak us( Tut..Tut..Tut..)


"Haizz, Anak ini"


"Pak, saya ijin Pulang.. Ada urusan Keluarga" Ucap Rere dan berlari ke bangku nya dengan cepat untuk mengemasi barang-barang.


"Baik, ke ruang BK dulu" Ucap Guru tersebut yang di balas Rere anggukkan.


"Kenapa? Ada apa?" Tanya Indah.


"Nanti Gw jelasin, Gw pulang dulu ya"


"Iya udah, Hati-Hati" Ucap Indah, Rere pun bergegas berlari menuju Ruang BK dengan tergopoh-gopoh, Ia melewati jalan pintas yang sepi tapi cepat agar segera sampai.


BERSAMBUNG...