Bastianku

Bastianku
Perjuangan bastian.



Pulang sekolah.


"Ndah" teriak bastian.


Indah menoleh ke sumber suara.


"Lo marah ya sama Gw?" Tanya bastian memberanikan diri.


"Kenapa marah?" Tanya Indah.


"Maaf yah, Gw tadi gak tau, kalau Lo didatengin sama nenek lampir" ucap bastian.


"Nenek lampir?" Sahut indah.


"Si dora"


"Oh itu"


"Maaf ya ndah"


"Iya" ucap Indah singkat dan berbalik.


"Tunggu" henti bastian menarik tangan indah.


"Mau kemana?" Lanjut bastian.


"Pulang"


"Ayo, Gw anterin" tawar bastian.


"Gak usah" tolak indah menampis tangan bastian dan melanjutkan jalannya.


"Ndah, gw minta maaf!!!" Teriak bastian.


"Biar apa sih? Teriak-teriak gak jelas di siang hari gini" ucap indah.


"Ndah"


"Bas, gw minta tolong, jauhin gw mulai sekarang, gw gak mau ada masalah lagi, gw pingin sekolah dengan normal tanpa terlibat masalah" ucap indah.


"Ndah, kenapa jadi begini, kenapa ndah" tanya bastian.


"Gw gak tau bas, yang penting sekarang, gw gak pingin terlibat masalah sama lo lagi. Jadi plis, jauhi gw mulai sekarang yah" ucap indah berbalik dan melanjutkan jalannya lagi dengan mata yang berkaca-kaca.


"Indah, kenapa lo jadi berubah gini, hanya karna kesalahpahaman yang kecil. Lo jadi jauhin gw, lo gak tau apa, susah banget buat gw dapetin lo ndah, susah banget buat gw nyari-nyari kesempatan buat narik perhatian lo, tapi perjuanganku selama ini sia-sia banget" ucap bastian yang masih di dengar indah.


"Kenapa Gw nangis? Apa Gw benar-benar sudah menyukai bastian?" Tanya indah dalam hati.


"Maafin gw bas, gw gak mau dapet masalah lagi, gw pengen sekolah dengan tenang" lanjut indah.


*


Dijalan.


"Hai indah" sapa nicho.


"Kak nicho" ucap indah dan berbalik menghapus air matanya.


"Lo habis nangis ndah? Kenapa?" Tanya nicho.


"Nggak kak, kena debu tadi pas di jalan" ucap indah mengelak.


"Oh, jalan kaki ndah?"


"Yah, seperti yang kakak lihat" ucap indah.


"Pulang bareng gw yuk?" Ajak nicho.


"Gak usah kak, enak jalan kaki, sehat" tolak indah.


"Mana ada siang bolong gini bikin sehat, yang ada lo pingsan kepanasan, ayo sini naik"


"Terimakasih ya kak" sahut indah menerima tawaran nicho.


"Rumah lo dimana ndah?"


"Lurus aja kak, terus nanti ada persimpangan belok kiri" ucap indah menunjukkan arah.


"Siyapp" ucap nicho dengan semangat dan menancap gas dengan kecepatan normal.


"Lihat! Itu kan indah, cewek yang baru putus sama si riko terus sama bastian" ucap teman satu kelas indah yang bernama niki.


"Eh iya, tapi kok dia sama kak nicho? Si ketua osis yang pintar itu loh" sahut teman satu kelas indah yang lain bernama lily.


"Gila, indah hebat banget, habis sama riko terus bastian, sekarang kak nicho, semua cowok di embat sama dia" ucap niki.


"Ah udahlah, biarin aja, gw gak ikutan, males ngurusin yang gituan" ucap lily menyudahi gosip tentang indah.


*


"Berhenti kak, itu rumah Gw" ucap indah.


"makasih ya, maaf ngerepotin" ucap indah.


" iya gapapa ndah, mmm gak diajak masuk nih Gw?" Tanya nicho melepas helm nya.


"Kapan-kapan aja ya kak, sampai ketemu lagi, terimakasih tumpangannya" tolak indah dengan cepat dan langsung masuk kedalam rumahnya.


Nicho yang melihat indah seperti malu-malu pun hanya tertawa kecil.


"Pantas si riko sama bastian ngejar Lo, ternyata Lo lumayan unik orangnya, gak manja-manja banget" gumam nicho dan memakai helmnya kembali.


"Astaga, untung kak nicho langsung pulang, kalau nggak, bisa gawat jika ketahuan bastian" ucap indah tanpa sadar.


*


"Bastian, kok lo belum pulang?" Tanya dora menghampiri bastian.


"Akhirnya lo keluar juga" ucap bastian berbalik.


"Lo nungguin gw?" Tanya dora dengan semangat.


"Denger gw baik-baik! Kalau sampek lo nyakitin indah lagi, lo bakalan berurusan sama gw!" Ancam bastian menatap tajam kearah dora.


"Maksud lo apa bas?" Tanya dora.


"Gak usah sok polos, lo tadi dateng ke kelas indah kan? Terus bikin rusuh, Gak ada kerjaan banget lo" ucap rangga yang datang bersamaan niko dan revo.


"Eh diem lo ya! Jangan fitnah orang sembarangan!!" Ucap dora membela diri.


"Sembarangan lo bilang? Lu tuh yang resek, modal tenar doang aja belagu, wajah pas-pas'an aja bangga banget, ya gak men?" Ucap niko.


"Hahahaha" tawa Bastian, Rangga, Niko, Dan Revo secara bersamaan.


"Awas ya kalian!!" Ucap dora yang hendak pergi, namun dengan cepat bastian menarik tangan dora.


"Sekali lagi lo cari masalah sama indah, gw gak akan segan-segan buat kasih pelajaran sama elo, gak peduli lo cewek apa cowok, kalau lo berani ngelakuin, lo juga harus berani nanggung akibatnya, denger itu baik-baik!" Ucap bastian mencengkram tangan dora yang membuat dora merintih kesakitan.


"Cabut" ucap Bastian yang diikuti teman-temannya.


"Awas ya lo, berani macem-macem" ucap Revo kepada dora yang masih memegang pergelangan tangannya yang sakit karna cengkraman bastian.


Dora pun hanya menggeram.


"Gw bersumpah, kalau lo sama indah gak akan bisa bersatu, karna gw akan buat lo sama dia tiap hari mendapat masalah dan makin menjauh!!" Ancam Dora.


*


Kring...kring....(suara dering hp indah)


"Bastian?" Ucap indah menatap layar ponsel nya.


"Ngapain dia nelfon?" Lanjutnya menggeser ikon menolak menjawab.


Indah pun meletakkan hp nya kembali dan berjalan kedapur untuk memasak.


"Kenapa bro? Ditolak?" Tanya niko.


"Iya men" sahut bastian.


"Sabar bro, besok masih ada hari, dan waktu masih belum habis, cepat atau lambat lo pasti baikan lagi ama dia, udah lo tenang aja" ucap revo memberi semangat kepada temannya.


"Yang penting lo jangan berhenti buat berjuang dapetin dia" tambah rangga.


"Thanks ya bro" ucap bastian dan memeluk teman-temannya.


"Sama-sama men, kita semua saudara, jadi harus saling supprot satu sama lain" ucap rangga menerima pelukan bastian bersama teman-teman lainnya.


"yasudah, bagaimana kalau kita ke warung dulu? ademin suasana bro, gimana?" ajak niko.


"yee lo kira kita semua ini lagi panas apa" ucap revo menjitak kepala niko.


"hahahaha, yasudah ayo berangkat ke warung" ucap rangga dan bastian.


"eh btw nama lu sama kaya teman sejurusan kita men, yang ketua osis" ucap rangga.


"baru tau lo?" ucap bastian.


"iya tadi dari gosip yang beredar, jadi kita semua tau, kalau indah ada masalah tadi sama si nenek lampir terus di kelarin sama si ketua osis yang namanya ternyata niko juga cuma beda dikit-dikit" ucap revo.


"beda dikit dari mana? orang kalau di sebutin aja sama" ucap rangga.


"yah maksudnya penulisan namanya beda, kalau si ketua osis kan NICHO, kalau si anak curut ini niko doang gak ada pemes-pemes nya(fams).


"pemes-pemes, kenapa gak sekalian aja pempes" ucap niko.


"hahahaha" tawa rangga, revo, dan bastian.


Bersambung...