
"Rere!" Panggil Indah yang langsung masuk ke UKS bersama Bastian dan teman-teman nya.
"Lu gapapa kan?" Lanjut indah.
"Iya, gw Gapapa kok" Ucap Rere tersenyum.
"lo kenapa tadi? Ada apa?" Tanya indah.
"Dia tadi bermasalah sama si Bagas anak IPS" ucal Rangga yang datang membawa bingkisan.
"Bagas XII IPS?" Tanya niko.
"Iya, dia ngaku-ngaku pacar nya Rere di hadapan gua"
"Di hadapan lo? Gimana cerita nya?" Tanya niko lagi.
"Tadi gw ke kantin, karna males berdiri di kelas kaya orang bego, jadi yah dari pada berdiri gak jelas, mending jajan di kantin"
"Pantes tadi lu di suruh masuk kagak muncul-muncul" Ucap Bastian.
"Serius? Terus gimana?" Tanya Rangga dengan nada panik.
"Tenang aja, Bastian udah nyelamatin nyawa lu, Dia tadi bilang kalau lu ijin ke UKS karna capek berdiri" ucap Niko.
"Kok lu tau gw di UKS?"
"Indah yang kasih tau" Ucap Bastian melirik ke arah indah.
"Oh, thanks ya ndah" Ucap Rangga yang di balas indah senyuman.
"Ya sudah, Rere udah di jenguk, sekarang kita makan ke kantin dulu, nanti balik lagi" Ajak Bastian.
"Hmm, Re. Lu disini dulu aja gapapa, nanti pulang sekolah gw kesini lagi, masalah tas nanti gw bantu beresin" Ucap indah.
"Oke makasih ya ndah"
"Ya udah kita duluan yah" pamit Bastian dan yang lain.
"Oke bro, gw disini aja. Jagain dia" ucap Rangga.
"Eh tunggu, tidak benar. Perasaan baru tadi kalian perang kenapa sekarang akrab banget" Ucap Revo berkomentar.
"Nahh, aku juga daritadi mau tanya itu" sahut niko.
Plakk..!
"Banyak tanya, ayo buruan makan" Ucap Bastian menjitak kepala Revo dan Niko.
"Ya udah kita pergi dulu ya" pamit Indah yang di balas Rere dan Rangga anggukkan.
***
Kantin.
"Mau makan apa?" Tanya Bastian.
"Makan itu!" Ucap Indah menunjuk ke penjual pentol.
"Baiklak, Ayo"
"BASTIAN!" Teriak suara seorang perempuan (Niki) yang berlari menghampiri Bastian.
Pukk..!!
"Kenapa tidak membalas Wechat ku!!" Ucap Niki memeluk erat tubuh Bastian di depan Indah.
"Ada apa?" Tanya Bastian.
"Eh? Bukan kah ini Indah yang kemarin?" Tanya Niki melirik ke arah Indah.
"Wah, ini pacar mu?" Tanya Niki Lagi dan melepas pelukannya.
"Yah, kami baru jadian kemarin"
"Ndah ku bilangin, dia sangat bodoh dalam hal Cinta tapi dia pandai mengombal" Ucap Niki.
Plakk..
"Apa yang kamu katakan" ucap Bastian menjitak kepala Niki.
"iiihh, bukan kah memang begitu?"
"Diam"
"Hahahaha, ya sudah nikmati waktu kalian, aku gk menganggu mu lagi" Ucap Niki dan berjalan meninggalkan Bastian dan Indah.
"Dia lumayan Lucu, kelas apa?" Tanya Indah.
"Dia kelas X IPA"
"Sama seperti mu" ucap indah.
"Iya dia mengikutiku"
"Oh"
"Ayo beli Pentol, kata nya ingin?"
"Iya ayo!!"
"Ndahh" panggil suara laki-laki (Nicho).
"Gangguan lagi" Kesal Bastian.
Bugg..
"Diam" Ucap indah memukul lengan Bastian.
"Ada apa kak?" Tanya indah kepada Nicho.
"Nih Gw bawa'in bekal" Ucap Nicho menyodorkan bingkisan kepada indah.
"Gak usah, Kita mau beli Pentol" Ucap Bastian menyingkirkan Tangan Nicho.
"Pentol itu jajan, ini bekal" ucap Nicho.
"Ya udah, makan aja? Kenapa malah di kasih ke indah?"
"Pentol disini mahal, dan juga gak baik bagi kesehatan"
"Setidak nya gak bikin mati kan?" Ucap Bastian menatap tajam ke Arah Nicho.
"Kalau lu beli setiap hari pasti mati"
"Memang siapa yang beli setiap hari? Dan urus-urusan lu sendiri" Ucap Bastian menggandeng tangan indah dan pergi meninggalkan Nicho.
"Apa baik kita begini?" Tanya indah.
"Kenapa nggak? Dia udah tau kita pacaran, masih aja mau deketin kamu"
"Dasar Raja Cemburu"
"Dan kamu Ratu yang bermulut tajam"
Bersambung...