
Pagi Hari.
Tok.. Tok.. Tok..
"Siapa?" Teriak indah yang masih bersepatu.
"Pangeran Impian mu" teriak suara yang tak asing bagi indah.
Klik...
"Siapa yang kamu bilang pangeran impian" ucap indah membuka pintu.
"Tentu saja aku, Morning Cantik" ucap bastian dan mengecup kening indah, sontak membuat indah terkejut.
"Kamu gila ya" indah memegang keningnya.
"Yah, Aku sangat gila mencintai mu"
"Cih"
Indah pun kembali masuk ke dalam rumah nya untuk mengambil tas dan bersiap untuk berangkat ke sekolah bersama Bastian.
"Eh udah makan?" Tanya Bastian yang ikut masuk.
"Nanti saja di sekolah"
"Tidak boleh"
"Boleh"
"Tidak boleh"
"Boleh" ucap indah menatap tajam ke arah Bastian.
"Baiklah, baiklah boleh, sesampainya di sekolah kita langsung menuju kantin"
"Okee"
Bastian dan indah pun segera bergegas ke sekolah agar mempunyai waktu untuk sarapan di sekolah.
"Eh tumben bawa mobil" ucap indah.
"Cuaca hari ini sangat panas, aku tidak ingin matahari mencuri kecantikkanmu"
"Norak"
"Ya sudah Ayo berangkat" ucap bastian dan membantu indah membuka pintu mobil.
"Terimakasih"
"Hanya itu?"
"Lalu apa yang kau ingin kan?" Tanya indah menatap ke arah Bastian.
Bastian pun menunduk dan mendekat ke wajah indah secara perlahan, membuat indah terpundur dan memejamkan mata nya.
"Pakai sabuk pengaman mu" ucap Bastian membantu indah memakaikan sabuk pengaman dan menutup pintu mobil nya.
"Oh, terimakasih" ucap indah dengan wajah yang sudah merah.
Bastian yang melihat indah sangat imut pun tersenyum dan mengacak-acak rambut indah dengan gemas.
"Apa yang kamu pikir kan" Ucap Bastian.
"iihh Bastian!! Rambut ku berantakan nih" omel indah merapikan rambut nya, Bastian yang melihat indah menata rambut nya, kembali mendekat.
"Apa yang mau kamu lakukan" ucap indah berhenti merapikan rambut nya dan menatap ke arah Bastian, Namun Bastian tidak memperdulikan ucapan indah dan masih mendekat sehingga indah terpojok di pintu mobil, ia berusaha membuka pintu mobil, tapi dengan cepat Bastian menarik indah ke dalam pelukan nya.
Cup..
Deg..
Deg..
Deg..
Bastian mengecup bibir indah singkat lalu kembali ke posisi nya yang benar, Indah yang habis menerima kecupan singkat itu terdiam dan terpatung membuat Bastian tersenyum.
"Apa sudah siap berangkat ke sekolah?" Tanya Bastian.
"Oh" Singkat indah dan menganggukkan kepala nya karna ia masih bengong dengan kejadian barusan, Bastian pun lagi-lagi tersenyum dan menancap Gas dengan kecepatan normal untuk berangkat ke Sekolah.
***
Sekolah.
"Ayo turun" ucap Bastian yang melihat indah masih terbengong.
"Jika kamu masih melamun, aku akan menciummu lagi" lanjut Bastian yang langsung membuat indah tersadar dan bergegas keluar mobil dengan cepat.
"Ayo ke kantin" Bastian menggandeng Tangan indah.
"Aku-aku tidak jadi ke kantin" ucap indah yang gugup.
"Apa kamu terkejut? Maaf" ucap Bastian mengusap lembut kepala indah.
Indah tidak mendengarkan ucapan Bastian, ia langsung lari meninggalkan Bastian karna malu, yang membuat Bastian benar-benar gemas.
**
"Eh indah" teriak Rere dan berlari menghampiri indah.
"Rere, ada apa?" Tanya indah.
"Kantin yuk" ucap rere yang langsung menarik tangan indah.
"Eh tapi (ayoo gw udah lapar banget nih)" potong rere dan berjalan menuju Kantin.
Bruk..!!
"Rangga! Gak punya mata ya!!!" Omel Rere.
"lo yang gak punya mata, udah nubruk malah marah-marah" ucap Rangga.
"Ehh kok malah Nyolot!!!" Rere mendorong tubuh Rangga.
"Lo berani Dorong gw!!" Ucap Rangga maju tepat di hadapan Rere.
"woi lu kira gw gak bisa pukul cewek hah" Ucap Rangga mendorong Rere.
"Eh sudah-sudah, jangan ribut" Ucap Indah memisahkan Rere dan Rangga.
"Eh!!!!! Nggak!, gw harus memukulnya agar dia gak kurang ajar!"
Rere pun mencoba menerobos indah untuk memukul Rangga, namun dengan tidak sengaja ada bola yang muncul dan mengenai tubuh rere sehingga dia menyenggol badan indah, membuat indah berdiri sempoyangan, dengan cepat Bastian menangkapnya agar indah tidak terjatuh.
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Bastian memeluk tubuh indah.
"Oh, ya aku baik-baik saja" ucap indah dan berdiri dengan benar.
"Maaf, apa kalian tidak apa-apa?" Ucap segerombolan siswa pemain bola yang menghampiri Indah Dan Bastian.
"Apa kalian tidak bisa main?" Tanya Bastian.
"Maaf, kami salah, tidak seharus nya kami berlatih di tempat keramaian"
"Pergi" Ucap Bastian yang di balas mereka anggukkan.
"Kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Bastian lagi kepada indah.
"Aku tidak apa-apa, tapi mereka" jawab indah dan menunjuk Rangga yang memeluk Rere.
"Wah, Rangga awalan yang indah bro" Ucap Bastian menyadarkan Rangga dan Rere.
"ihh, cari kesempatan lo ya!!" Omel Rere.
"enak aja, lu yang dateng sendiri ke gue" Ucap Rangga.
"ehh Kok nyolot lagi!!" teriak Rere.
"Apa!"
"Ehh sudah-sudah, Ayo Re pergi, kata nya laper" Ucap indah.
"Bas, aku pergi dulu ya" Pamit indah yang di balas Bastian senyuman.
"Ayo! Awas lo yah!" Ancam Rere kepada Rangga.
"Lo yang awas!" Ucap Rangga.
"Bro, lihat lu sama Rere tadi kaya gw sama indah dulu"
"Indah walau galak masih cantik, lah dia 10% nya dari indah aja kagak, PD banget galak ke gw"
"Lu berani muji indah di depan gw lagi, gw sikat tuh mulut" Ucap Bastian dan berjalan meninggalkan Rangga.
"woi Tunggu" teriak Rangga mengikuti Bastian.
***
Kelas.
"Duduk" Perintah Indah kepada Rere.
"Lu kenapa sih? Pagi-Pagi marah di kantin, di lihatin banyak orang tau gak, seneng banget jadi pusat perhatian" lanjut indah.
"kok nyalahin gw, yah Rangga lah, dia punya mata tapi gak di pakai buat jalan"
"lu lagi pura-pura bodoh atau gimana sih? ya jelas gak bisa lah, mata tuh buat liat bukan buat jalan" ucap Indah.
"ya-iya itu maksud gw tadi"
"Udah, Jangan cemberut mulu, nih gw bawa'in makanan kesukaan elu" Ucap indah menyodorkan kotak makan kepada rere.
"Wihh, Makasih"
"Yaudah, Makan mumpung belum Bel"
"eh lu udah makan?" tanya Rere.
"Belum, Nanti aja"
"ha, kenapa? sini-sini makan, ku suapi" Ucap rere.
"nggak-nggak laper nanti aja lah, udah itu lu makan aja"
"Oh"
"Indah" panggil Nicho menghampiri Indah.
"Iya kak?"
"Nih, Aku bawa'in sarapan"
"Indah gak laper kak, ini aja makanan nya di kasih ke aku" ucap Rere.
"kenapa? emang sudah sarapan?" tanya nicho.
"belum, tapi serius aku gak laper kak, Terimakasih" jawab Indah.
"Ini makan ndah, Aku udah susah payah masakin nya buat kamu, masak kamu tolak"
"Oh, Kalau begitu sini biar gw aja yang makan" Ucap Bastian yang datang dan menghampiri Meja indah.
"Gw bikin Ini buat Indah"
"Terus kenapa kalau buat dia? Gw pacar nya, Jadi berhak kalau gw yang gantiin dia makan, sini" Ucap Bastian dan merampas makanan yang di tangan Nicho
"Lu, lu pacar nya?" tanya Nicho.
"Yah, Kenapa? ada masalah?"
"Tapi bukan kah indah- (Indah dan gw jadian Kemarin)" Ucap Bastian memotong Ucapan Nicho.
"Ha?"
"Apa nya yang Ha?" Tanya Bastian.
"Gak papa, kalau begitu Aku tidak menganggu lagi, aku pergi duku"
"ok, kami tidak mengantar" Ucap Bastian.
Bersambung...