Bastianku

Bastianku
Singa betina yang nurut



Malam Hari.


Kringg....Kring....(dering ponsel indah)


"Bastian? Mau apa lagi dia" ucap indah mengeser ikon menolak menjawab.


"Ditolak lagi.." gumam bastian yang berada didekat rumah indah dan mengintip indah yang sedang melakukan apa.


"Sabar bro, coba lu SMS" ucap revo yang ikut bersama bastian dan teman-teman lainnya.


"Woi, telfon aja kagak diangkat apa lagi SMS" gertak niko.


"Coba aja dulu" sahut rangga, bastian pun mengangguk iya dan memulai untuk mengirim pesan.


Ting...(suara notifikasi ponsel)


Indah pun mendegus kesal dan meraih ponselnya untuk melihat siapa lagi yang menganggu dia,


"Ternyata orang yang sama" ucap indah dan membuka pesan dari bastian.


"SELAMAT MALAM NONA CANTIK" ~Bastian.


Indah yang membaca pesan manis dari bastian pun tersenyum kecil dan mengingat-ingat kebersamaan yang sudah ia lalui bersama bastian.


"Perasaan baru kemarin kita bercanda dan bersama, tapi ternyata sekarang cepet banget kita berpisah nya" ucap indah dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Ting...(suara notifikasi ponsel)


"TIDUR YA NDAH, SUDAH MALAM. GAK BAIK CEWEK MASIH MELEK DI ATAS JAM 9" ~Bastian.


Indah pun kembali tersenyum dan mengusap pipi putih nya yang sudah meneteskan air mata. Sebenarnya Ia tidak ingin menjauhi bastian, tapi apa daya nya yang hanya ingin sekolah dengan tenang tanpa terlibat masalah sekecil apapun.


Indah pun meletakkan ponsel nya dan berkemas menuju kamarnya.


"Tuh kan, apa gw bilang, telfon aja di abaikan apalagi SMS" ucap niko.


Ctak..


"Diem lu curut, indah masuk kamar tuh buat tidur, berarti dia nurut sama bastian, kan bastian tadi nyuruh indah tidur" ucap rangga menjitak kepala niko.


"Sudah, ayo kita pulang" ajak bastian dengan tersenyum puas.


"Gw gak akan nyerah ndah, sampek dapatin elu sepenuhnya" ucap bastian dalam hati.


*


Pagi Hari.


Tok..tok..


"Siapa?" Tanya indah yang menyisir rambut hitam panjangnya.


"Makhluk bumi yang ganteng" sahut suara laki-laki yang tak lain adalah bastian.


Klik..


"Ngapain lo kesini lagi?" Tanya indah.


"Jemput lo, buat berangkat ke sekolah bareng" ucap bastian penuh semangat.


"gak usah!" Tolak indah cepat dengan mengunci pintu rumahnya dan berjalan meninggalkan bastian.


Bastian tak mau tinggal diam, ia pun mengikuti indah yang berjalan, dan meninggalkan motornya di depan rumah indah.


"Ngapain lo ikutan jalan" ucap indah yang berjalan dengan cepat.


"Gak apa-apa, biar sehat" sahut bastian mengikuti indah yang berjalan cepat.


"Sini kunci lo" ucap indah berhenti.


"buat apa?" Tanya bastian yang ikut berhenti.


"Biar gw yang pake motor lo"


"Buset, emang lu bisa?" Tanya bastian.


"Gak sih"


"Terus? Kok mau pakek"


"Ya gak apa-apa, kali aja mendadak bisa" sinis indah.


"Hahahaha, bisa aja lo, itu motor gw beda sama yang lain, gak sembarangan orang bisa pakainya"


"Tapi motor lu masih roda 2 kan? Gak 6 ?"


"Yahh 2 lah kalau 6 itu mah truk kali" kikuk bastian.


Tin...Tin...(suara bel motor)


"Hai ndah" sapa nicho.


"Hai kak" sahut indah berhenti berjalan lagi.


"Kok jalan kaki, Naik, ayo berangkat bareng aku" ucap nicho kepada indah dan melirik ke arah bastian sekilas.


"Berangkat sendiri gak bisa?" Ucap bastian yang membuat Nicho terdiam, yah dia memang ketua osis, tapi dibanding dengan Bastian yang dilihat dari sisi mana pun tetap tak sebanding dengannya.


"Gak usah kak, sehat jalan kaki" tolak indah.


"Udah denger kan? Cabut lo" ucap bastian.


"Tapi ndah, lo gak capek?" Tanya nicho lagi memberanikan diri.


"Budek yah? Dia mau sehat jadi, capek nggaknya bukan urusan lo!" Gertak bastian.


"Bas, biasa aja gak bisa apa?" Tanya indah.


"Gak bisa! Lo gak tau? Dia bersikap baik gini, bisa aja buat mau deketin lo" ucap bastian.


"Kalau benar begitu memangnya kenapa? Apa urusannya sama lo juga!" Ucap indah.


"Yah Gw Cemburu lah!" Ucap bastian.


"Lo sama gw, gak ada hubungan apa pun. jadi, berhenti omong kosong seakan lo adalah pacar gw!"


"Yaudah terserah!!" Ucap bastian yang langsung berjalan meninggalkan indah dan nicho.


Deg..


Deg..


Deg..


"Bastian.."ucap indah dalam hati yang menatap punggung bastian yang sudah jauh.


"Ndah, jadi mau bareng berangkat gw?" Tanya nicho.


"Emm gak kak, maaf ya, saya duluan" ucap indah dan berjalan meninggalkan nicho seorang.


"Bastian!!" Teriak indah yang memanggil bastian, namun bastian tidak mendengarnya dan terus berjalan cepat.


"Bas, berhenti!!" Teriak indah lagi dan mempercepat jalannya.


Bruk..


"Aw.." rintih indah yang terjatuh karna kakinya terkilir.


Bastian yang mendengar suara orang terjatuh pun segera membalik badan.


"Indah!!" Ucap bastian dan langsung berlari ke arah indah.


"Ndah, lo gapapa?" Tanya bastian.


"Gw gak papa, tapi kaki gw terkilir" ucap indah.


"Aa!" Jerit indah terkejut karna bastian tiba-tiba menggendongnya.


"Bas"


"Udah diem, gw gendong lo sampek sekolah" ucap bastian dan melanjutkan jalannya.


*


Sekolah.


"Astaga, perasaan kemarin indah pulang sama nicho sekarang balik lagi sama bastian pakek acara gendong-gendong'an"


"Tuh kan, gw bilang juga apa, si indah tuh ****** yang gak tau malu, semua cowok di embat sama dia" gosip siswi-siswi yang melihat bastian dan indah.


"Bas, turuni gw, kita dilihatin banyak orang" ucap indah.


"Kenapa? Malu lo digendong sama gw?" Tanya bastian yang terus berjalan menuju kelas indah.


"Yah gak cuma gak enak aja, lihat pandangan mereka kayak orang kelaparan yang hendak memakanku" ucap indah.


"Udah diem aja, jangan dilihati balik, yang penting sekarang lo harus sampek ke kelas" ucap bastian, indah pun akhirnya menurut dan diam.


"Jarang-jarang singa betina ini nurut, haha manis sekali" ucap bastian dalam hati.


BERSAMBUNG....