Bad CEO

Bad CEO
Tentang Karin



Setengah jam sebelumnya, Mike menemui Difan dan Sarah di ruang kerjanya. Tanpa berkelit, Mike menceritakan semua yang telah ia lakukan pada Karin.


Mendengar itu, Sarah meradang dan marah. Hampir saja ia membunuh pria itu, jika Difan tidak menghentikannya.


"Aku akan tanggung jawab," ucap Mike tanpa basa-basi.


Sarah dan Difan menoleh serentak ke arah Mike.


"Apa maksud, Tuan?" tanya Sarah.


"Sarah, aku minta jangan laporkan aku ke polisi. Aku akan bertanggung jawab."


"Tanggung jawab apa maksud anda?"


"Aku akan memasukkan Karin ke Universitas Favorit, dan aku akan membiayai semua biaya hidup dan pendidikannya seumur hidup."


"Lalu masa depan Karin?. Tuan mungkin bisa membiayai hidupnya, tapi Tuan tidak akan bisa mengembalikan kehormatan puteri saya yang sudah Tuan renggut."


Mike tersenyum nanar, "Tenanglah Sarah. Aku akan memberimu satu penawaran lagi. Aku akan memberikan kamu kehidupan yang mewah dengan syarat kamu harus bisa membujuk Karin untuk tidak melaporkan aku ke Polisi dan paksa dia untuk tetap tinggal bersamaku di rumah ini."


Sarah dan Difan tampak kaget mendengar perkataan Mike. Namun, sepertinya Sarah tertarik dengan tawaran Mike itu.


Seperginya Sarah dari ruangan Mike, Difan mulai menginterogasi Mike.


"Apa yang kamu rencanakan?. Kenapa kamu melakukannya Mike?" tanya Difan tenang.


"Aku tahu Fan, yang aku lakukan padanya itu keji, tapi aku bisa apa. Tiap aku melihat gadis itu, aku tidak bisa menahan diriku, aku seperti hilang kendali atas tubuhku. Aku tidak tahu, kenapa tubuhku sangat menginginkan gadis itu. Kalau aku tidak menyalurkannya, aku bisa mati. Kamu sendiri tahu itu."


Difan meraup wajahnya kasar, "Kalau sampai Karin hamil bagaimana?"


"Kamu tenang saja, itu tidak akan terjadi. Aku pakai pengaman."


"Dasar gila," ujar Difan tidak percaya.


Kini Mike, Difan dan Sarah sudah ada di kamar tempat Karin tertidur pulas.


Mike mengagumi wajah cantik Karin yang tengah tertidur itu dengan kilatan penyesalan. Namun, cepat-cepat Mike menangkis perasaan bersalahnya.


Sadarlah. Kamu itu Mike, tidak perlu menyesal. Semua gadis adalah sama. Hanya pemuas nafsumu saja, batinnya.


Sesaat setelahnya, Sarah memeluk Karin. Karin pun menangis sesenggukan di pelukan Sarah.


"Ayo Bu, kita lapor polisi. Karin mau pulang, Karin nggak mau disini," rengeknya.


"Kamu sayangkan sama ibu?"


Karin mengangguk.


"Kalau kamu sayang sama ibu, kamu harus tetap tinggal disini untuk membayar hutang ibu sama keluarga Mike."


Mike dan Difan saling berpandangan, merasa ada yang aneh dengan kata-kata Sarah.


"Sejak kapan wanita tua itu berhutang pada keluarga ku?" bisik Mike ke arah Difan.


Difan mengangkat bahunya bingung.


"Maksud ibu?" tanya Karin kemudian.


"Kamu harus tinggal dan bekerja disini sampai semua hutang ibu lunas."


"Karin nggak sudi Bu, Karin nggak mau lihat wajah laki-laki brengsek kayak dia. Ayolah Bu, kita pergi dari sini."


Plakkk


Sarah melayangkan tamparan keras di wajah Karin. Sontak hal itu membuat semua orang di ruangan tersebut tercengang.


Mike ingin menengahi, ia seperti merasa tidak rela Karin diperlakukan seperti itu. Namun, ego menyuruhnya untuk diam saja.


"DASAR ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG. TIDAK TAHU DIRI," pekik Sarah.


Mike dan Difan hanya terdiam, sementara Karin sudah menangis sesenggukan.


"ANAK PUNGUT SEPERTI KAMU HARUSNYA TIDAK AKU PELIHARA. TIDAK TAHU TERIMA KASIH. DASAR ANAK DURHAKA."


"Ampun Bu, ampun. Karin minta ampun. Karin nggak akan durhaka sama ibu. Hiks, hiks. Ka-Ka-Ka Rin janji Bu, Karin mau lunasi hutang i-i-ibu. Hiks, hiks."


Sarah pun segera memeluk Karin dengan lembut dan mengusap punggung puterinya itu. Sementara dua orang pria disana, hanya mampu terdiam menyaksikan drama hebat dari Sarah.