Bad CEO

Bad CEO
Rayuan Karin



Mike pun segera beranjak dari ruangannya dengan terlebih dahulu mengirim pesan pada Difan kalau hari ini Mike akan pulang lebih awal.


Difan sempat mengomeli Mike sebab sore ini Mike ada pertemuan penting dengan klien besar dari Jerman dan Difan sungkan jika harus mengatur mundur lagi jadwal pertemuan mereka dengan klien tersebut.


Namun, akhirnya Difan menyerah saat Mike mengatakan dengan tegas,


Katakan padanya, kalau dia tidak bisa menunggu, batalkan saja kontrak itu. Aku akan ganti rugi.


"Dia menjadi tidak profesional kalau sudah menyangkut Karin," keluh Difan sesaat setelah membaca pesan Mike.


...****************...


Mike akhirnya tiba di rumah satu jam kemudian. Jalanan macet ibukota membuatnya lebih lama tiba.


Mike dengan panik mengelilingi rumah mewahnya untuk mencari keberadaan Karin, tapi ternyata Karin tidak ada disana.


Terlintas dalam pikiran Mike, Karin kabur dari rumahnya. Pikiran Mike itu semakin membuatnya frustasi.


Berulangkali Mike menghubungi Karin, tapi Karin tetap tidak mengangkat ponselnya.


"Sial!!!" maki Mike.


Mike kemudian berlari keluar dari rumah, bermaksud mencari Karin sepanjang jalan menuju stasiun terdekat.


Namun, saat Mike mengendarai mobilnya, Mike berpapasan dengan mobil sedan silver dengan Karin yang sedang duduk di kursi belakang bersama dengan seorang pria yang tidak Mike kenal.


Mike segera memutar balik mobil miliknya kembali ke rumah. Dari kejauhan Mike melihat Karin turun dari mobil tersebut. Pandangan Mike tertuju pada pria yang sedang asyik mengobrol dengan Karin.


Tak lama pria itu masuk kembali kedalam mobil lalu meninggalkan Karin disana. Mike pun segera menghampiri Karin masuk kedalam rumah sesaat setelah Karin membuka pintu hingga membuat Karin melompat kaget.


"Astaga Mike, kamu bikin jantungku hampir copot. Sejak kapan kamu ada disitu?. Aku tidak melihat kamu tadi."


"Dari sejak kamu diantar pulang sama laki-laki tadi. Kamu darimana?. Kenapa tidak membalas pesanku?. Bahkan teleponku juga tidak kamu angkat."


"Bukankah aku menyuruhmu untuk menunda sampai tahun depan?"


"Ayolah Mike, aku tidak bisa menunggu selama itu. Aku bosan jika harus di rumah terus dan tidak melakukan apa-apa."


"Kalau kamu bosan aku bisa memanggil dosen profesional untuk mengajarimu di rumah saja, tidak perlu pergi ke kampus."


"Tapi kan aku juga ingin seperti gadis-gadis yang lain. Menikmati masa mudaku dengan belajar dan memiliki teman yang banyak."


"Pokoknya aku tidak setuju. Kamu jangan membantahku."


"Ayolah Mike, bukankah kamu juga sudah janji padaku?"


"Aku tarik ucapanku."


Tidak habis akal, Karin pun mencoba memainkan jurus rayuannya pada Mike. Gadis itu mendekat lalu memeluk dan menenggelamkan kepalanya menyender di dada bidang Mike.


"Kalau aku melakukan ini, apa kamu akan mengubah pikiranmu?"


Mike sedikit terpengaruh, sentuhan Karin membuat lidahnya hampir mengatakan iya. Namun, cepat-cepat Mike menyadarkan dirinya.


"Kalau aku melakukan ini, apa kamu akan mengubah pikiranmu?" ujar Karin lagi.


Jurus selanjutnya, Karin mengecup pipi Mike lalu menarik Mike untuk duduk disebelahnya kemudian menggelitik Mike dengan ciuman Karin di daerah belakang telinga kiri Mike.


Karin dapat merasakan dengan jelas aroma parfum dari tubuh Mike.


Aroma maskulin menenangkan yang akan membuat terpikat gadis manapun, termasuk Karin yang masih saja menikmati aroma tersebut tanpa menyadari kalau Mike sudah gemetar menahan gairah yang mulai bergejolak dari dalam sana.


Namun, ternyata Mike masih dapat bertahan dengan merapalkan mantra didalam kepalanya.