Bad CEO

Bad CEO
Klub malam



Sudah dua hari Mike tidak pulang bahkan tidak ada kabar sama sekali, dimana hal itu membuat Karin kesal bercampur cemas.


Bukan hanya Mike yang tidak bisa dihubungi, bahkan Difan juga sama.


"Kenapa aku harus cemas?. Sadarlah Karin, Mike itu pria bejat. Seharusnya kamu membencinya. Jangan pernah pedulikan pria itu."


Pergolakan batin Karin pun dimulai. Di satu sisi Karin senang Mike tidak mengganggu nya beberapa hari ini, tapi di sisi lain entah mengapa dia merasa ada sesuatu yang hilang. Karin tampak bingung dan tidak bisa mencerna apa yang ada di otak dan hatinya.


Sementara itu di Jerman, Mike teringat akan gadisnya. Dia pun bermaksud untuk menghubungi Karin, tapi terhenti karena tepat saat itu Difan memberitahu Mike kalau mereka harus berangkat sekarang juga.


Akhirnya Mike pun memutuskan untuk memberi kabar pada Karin setelah pertemuan Mike dengan keluarga Kristin.


Satu jam perjalanan, tibalah Mike di rumah mewah orang tua Kristin. Orang tua gadis itu menyambut baik kedatangan Mike.


Orang tua Kristin memuji ketampanan dan tutur kata Mike saat berbicara pada mereka. Mike pun menyampaikan maksud kedatangannya menemui mereka.


Mike menyampaikan kalau dia tidak pernah setuju untuk bertunangan dengan Kristin, karena dia masih belum mau menikah. Kalau mereka tetap memaksa, Mike mengancam akan membuat kehidupan puterinya itu menderita. Namun, meskipun begitu orang tua Kristin tetap saja kekeh tidak mau mengubah keputusan mereka.


Akhirnya Mike pun mengeluarkan jurus terakhir, yang sudah dia persiapkan.


Mike mengeluarkan ponsel miliknya kemudian menunjukkan sebuah video syur Kristin dengan orang tak dikenal kepada orang tua gadis itu.


Sontak orang tua Kristin meradang saat itu juga.


"Aku tidak mau menikah dengan wanita yang suka melakukan hal memalukan. Aku hanya menikahi wanita bermartabat," tegasnya.


"Kalau kalian ingin video ini tersebar luas di dunia, kalian boleh melanjutkan pertunangan ini."


"Dasar wanita murahan. Kau bilang apa?. Kau tidak pernah melakukan itu dengan pria lain?. Aku bahkan jijik mengingat hal itu," gerutunya.


Mike mengabarkan pada orang tuanya kalau Mike sudah memutus pertunangannya dan orang tua Kristin juga sudah setuju.


Orang tua Mike sangat sedih mendengar hal itu.


"Padahal kami berharap kau segera menikah Mike. Aku ingin segera menimang cucu."


"Oh, ibu. Punya seorang cucu akan sangat melelahkan di usiamu yang sudah senja ini. Nikmati saja hidupmu bersama dengan ayah. Tidak usah memikirkan aku. Kalau sudah waktunya, aku pasti akan menikah."


Mike kemudian memeluk ibu dan ayahnya.


Malam hari pun tiba, Mike dan Difan tampak bersenang-senang di sebuah klub malam dengan dikelilingi banyak wanita bule yang montok dan seksi.


"Difan kau tau, sepertinya aku harus melanggar janjiku malam ini. Kamu lihat gadis itu, aku sudah tidak tahan ingin menidurinya," Mike menunjuk ke arah gadis blonde seksi yang sedari tadi melihat ke arah mereka.


"Aku peringatkan kau jangan buat kekacauan disini Mike."


"Tenang saja, aku hanya ingin menikmati tubuh seksi yang sepertinya sayang untuk disia-siakan itu."


Difan hanya geleng-geleng melihat tingkah Mike yang sudah mulai kebelingsatan itu . Sekali kedipan mata, wanita itu bisa dengan sukarela memberikan apa yang Mike mau.


Kini Mike dan wanita itu sudah berada disebuah ruangan VIP disana, yang sengaja dipesan oleh Difan untuk berjaga-jaga kalau-kalau Mike menginginkan seorang wanita untuk melayaninya.