Bad CEO

Bad CEO
Permainan panas Claire



Claire tersenyum puas saat menyadari kalau Mike telah masuk kedalam perangkap permainannya.


Pemuda tampan itu mengungkung tubuh Claire di tembok lalu menautkan bibir keduanya sambil jemari Mike menelusup masuk kedalam pakaian dalam Claire.


Claire merintih saat Mike memainkan jarinya didalam milik Claire.


"Apa tidak ada pemanasan kali ini?" ucap Claire terengah.


"Tidak untuk kali ini," jawab Mike.


Mike pun merasa sudah tidak bisa menahan keinginannya dan menunggu Karin lebih lama lagi. Sudah cukup penantian Mike selama lima hari ini dan pemuda itu merasa ia harus menyalurkan hasratnya hari ini juga dengan gadis manapun dan siapapun itu.


"Kau terus saja menggoda ku Claire, kau harus bertanggung jawab," sahut Mike dengan nafas memburu sambil terus mencumbu tubuh Claire yang sukses membuat gadis itu meloloskan desahannya.


"Ayo Mike, teruskan. Ahhhhhh...ahhhhhh," tagih Claire sembari menjepit bagian bawahnya yang mulai basah karena ulah jemari lincah Mike yang bermain dibawah sana.


"Kau suka?" tanya Mike tersenyum puas.


Claire mengangguk sambil mengigit bibir bawahnya.


Setelah Mike puas bermain dibawah sana, Mike kemudian melahap dua gundukan kembar milik Claire dengan rakus.


Setelahnya Mike menarik Claire ke ranjang yang ada disana. Mike menjatuhkan tubuhnya menimpa tubuh Claire lalu melanjutkan permainannya kembali.


Mike kemudian menunjukkan keperkasaannya yang sudah mengeras dan bersiap untuk memasuki terowongan Claire.


Sementara dibawah sana, Claire sudah bersiap menunggu terowongannya digali oleh Mike kali ini. Claire menatap wajah Mike yang memerah sambil menggigit bibir bawahnya, mencoba menggoda pemuda yang ada diatasnya itu.


"Ayo, Mike cepat lakukan. Jangan menyiksaku," rintih Claire dengan hasrat yang sudah di ubun-ubun, tidak sabar menunggu milik Mike memasukinya.


Claire pun mulai kehilangan kesabaran. Claire seketika menarik tubuh Mike lalu menindih pemuda itu dengan paksa, kemudian menarik milik Mike yang basah memasuki miliknya.


Claire menggerakkan pinggulnya menggoyang keperkasaan Mike untuk semakin dalam memasuki miliknya.


Claire merintih menahan sakit saat keperkasaan Mike mengoyak miliknya dibawah sana ketika Claire dengan cepat memompa tubuhnya diatas Mike. Claire tersenyum puas saat melihat darah segar miliknya mengalir dibawah sana.


"Hentikan Claire. Apa yang kau lakukan?!. Aaahhhhhhh... aaahhhhhhh," deru nafas Mike memburu saat Claire terus memainkan milik Mike dibawah sana.


"Bagaimana Mike?. Apa aku lebih baik dari Karin?" tanya Claire.


Mike tidak menjawab, ia terlalu menikmati permainan Claire.


"Apa kau ada masukan?. Nona Claire, Hei, Nona Claire," teguran Mike menyadarkan lamunan wanita itu.


Claire terkesiap saat menyadari kalau yang terjadi hanyalah mimpi Claire saja. Claire mengusap keningnya yang sudah basah akibat keringat.


Mike mendengus kesal, "Apa kau baik-baik saja Nona Claire?," tanya Mike.


Claire tidak menjawab, wanita itu masih tidak percaya dengan apa yang ada dalam pikirannya barusan.


...****************...


Di kampus, Bagas memberikan Karin seikat bunga mawar merah yang disambut dengan senyum manis di wajah Karin.


"Kamu suka bunganya?" tanya Bagas sesaat kemudian.


"Hemm," sahut Karin sambil membaui bunga ditangannya.


"Syukurlah," respon Bagas bahagia sambil menggenggam jemari tangan Karin erat dan berjalan bersisian.


"Hari ini hari jadi kita yang kelima hari, Mas Bagas mau ajak kamu nonton film. Bagaimana?"


"Apa Bapak Rektor yang terhormat ini nggak sibuk?" tanya Karin.


"Mas Bagas sibuk sih, tapi kan sayang mas Bagas yang satu ini lebih penting," ucap Bagas sesaat sebelum mengecup punggung tangan Karin.


Karin tersenyum manis, "Dasar tukang gombal."


Karin dan Bagas sama-sama tersenyum bahagia sambil terus berjalan bersisian.