Bad CEO

Bad CEO
Rayuan Claire



Dua hari berlalu sejak pertengkaran Mike dan Karin. Entah mengapa hati Mike terasa sakit saat mendengar pengakuan Karin bahwa gadis itu memang benar telah menjadi kekasih Bagas. Mike sangat tidak bisa menerima kenyataan itu.


Bahkan saat Mike meminta Karin memilih antara Mike dan Bagas, dengan tegas Karin lebih memilih Bagas dibandingkan Mike, yang mana hal itu tentu membuat Mike semakin murka.


Karin pun meradang saat Mike menyuruhnya untuk memutuskan hubungannya dengan Bagas.


Sejak hari itu, Mike dan Karin saling diam tanpa sepatah kata pun. Bahkan saat berpapasan, Mike tidak menatap wajah Karin sama sekali.


Mike semakin kesal melihat tingkah Karin yang tidak goyah sama sekali dengan pendiriannya. Namun, pemuda itu merasa tidak bisa meneruskan lebih lanjut perang dingin diantara mereka.


Mike pun menegur Karin, "Apa kamu akan terus seperti ini?. Tidakkah kamu merasa bersalah padaku?"


"Aku tidak merasa bersalah sama sekali," sahut Karin tidak mengacuhkan Mike.


Mike menarik lengan Karin agar berhadapan dengannya.


"Aku rasa, aku harus merevisi kontrak kita. Terlalu banyak yang aku lewatkan," kata Mike mulai geram.


"Silahkan saja. Aku rasa aku juga perlu merevisi kontrak itu, terlalu banyak hal yang merugikan ku," jawab Karin.


"Aku peringatkan, jangan pernah kamu menguji kesabaran ku."


"Aku tidak peduli. Lakukan saja apa yang kamu mau, tapi jangan pernah kamu mengusik aku dan Mas Bagas. Kalau kamu tidak suka, aku bisa pergi sekarang juga dari rumah ini," jawab Karin.


Karin kemudian berbalik meninggalkan Mike yang masih terdiam di tempatnya berdiri.


"KARIN...KARIN!!!!" teriaknya.


Mike mengacak rambutnya frustasi.


...****************...


Mike mulai uring-uringan, pemuda itu memarkirkan mobilnya sembarang, lalu membanting pintu mobilnya dengan kasar sesaat setelah keluar dari dalam. Mike masih kesal dengan sikap Karin padanya.


Mike pun kemudian masuk kembali ke dalam mobil sambil memperhatikan Bagas dari balik spion mobilnya. Ingin rasanya ia menonjok wajah pemuda didepannya itu hingga babak belur karena sudah berani merebut gadisnya.


Mike harus menerima kenyataan kalau dirinya akan lebih sering bertemu dengan Bagas di pagi hari, karena Bagas akan menjemput Karin setiap akan berangkat ke kampus.


Bahkan Mike juga harus berusaha menahan emosinya saat berhadapan dengan pemuda itu, karena Mike tidak mau Karin akan bertambah marah padanya, ditambah lagi dirinya harus bertemu dengan Claire hampir setiap hari untuk membicarakan bisnis. Mike sudah seperti berada di neraka.


Claire sudah berada di kantor Mike. Sudah dua jam gadis itu menunggu Mike disana. Sementara Mike terlihat masih dalam perjalanan ke kantornya dengan mengendarai mobilnya sendiri sebab hari ini Difan masih izin cuti.


Benar saja, saat Mike berjalan menuju ruangan, Mike bertemu dengan Claire yang sudah menunggunya disana. Mood Mike pagi itu benar-benar sudah berantakan.


"Mau apa kau menemui ku?" ketusnya.


"Membicarakan bisnis kita, apa lagi," jawab Claire santai.


"Pergilah, aku sedang tidak ingin menemui siapapun hari ini," jawab Mike sesaat setelah menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya.


Tentu saja Claire tidak akan dengan mudahnya pergi begitu saja.


"Kau ada masalah lagi dengan Karin?" tanya Claire.


"Pergi Claire, aku tidak ingin bicara dengan siapapun."


"Setidaknya kau harus membayar terlebih dahulu waktuku yang sudah terbuang percuma karena menunggumu Mike," Claire pun mulai mendekat lalu mengulum cuping telinga Mike kemudian menciumnya disana.


"Hentikan Claire."


Bukannya berhenti, Claire justru semakin bersemangat untuk menggoda Mike. Kali ini Claire mengecup leher belakang Mike lalu mengendusnya, "Hemmm, aku suka aroma mu Mike," bisik Claire dari belakang telinga Mike.


Suara seksi Claire sukses membuat nafas Mike memburu dan membuat hasratnya seketika bergejolak didalam sana. Claire memang selalu bisa dengan cepat membuat nafsu Mike bangkit.


Mike pun kemudian menarik Claire menuju ke ruangan pribadinya.