Bad CEO

Bad CEO
Dua sisi



Karin tidak bisa melepaskan pikiran kacaunya. Keberadaan Mike yang entah dimana, mengganggunya seharian ini. Bahkan sedari tadi otak Karin tidak dapat mencerna omongan Bagas karena pikirannya sedang berada di tempat lain.


Bagas melirik Karin sekilas.


"Apa kamu baik-baik saja Karin?" tanya Bagas khawatir.


"Karin baik-baik aja mas," jawabnya sambil terus memainkan ponsel miliknya.


Bagas tampak diam sambil melirik wajah Karin yang tidak tampak seperti biasanya itu.


"Apa Karin harus ikut ke acara ini mas?" celetuk Karin tiba-tiba.


"Kenapa?. Kamu ada masalah?" tanya Bagas.


"Emmmm," tutur Karin ragu sambil menatap Bagas yang sudah siap menunggu jawaban Karin.


Karin menunduk takut, "Maafin Karin Mas, Karin nggak bisa ikut."


"Oke, tapi Kamu bisa jelasin kenapa?" tanya Bagas lembut.


Karin pun menceritakan kalau tadi malam ia dan Mike bertengkar hingga akhirnya Mike hilang dan tidak tahu ada dimana.


Mendengar itu, Bagas tampak mengernyitkan dahinya.


"Jadi Om kamu tidak suka kalau kita berhubungan?" tanya Bagas memastikan.


Karin mengangguk.


"Terus rencana kamu selanjutnya?"


Karin menggeleng pelan lalu berkata, "Karin bingung, Karin nggak bisa mikir mas."


Bagas pun menawarkan untuk membantu Karin mencari keberadaan Mike, tapi Karin menolak sebab Karin tidak mau Mike dan Bagas bertemu. Karin takut Mike akan melakukan hal yang nekat pada Bagas.


...****************...


Di tempat lain, Mike terlihat sedang tertidur pulas dengan selimut tebal menutupi tubuh kekarnya. Sementara dari arah kamar mandi, terdengar sayup suara guyuran air.


Saat pintu terbuka, keluarlah seorang gadis asing berambut pirang mendekat kesisi ranjang Mike. Dengan perlahan gadis itu mengecup pipi Mike hingga membuat Mike tersentak dan seketika ia bangun dari mimpinya.


"Pagi, honey," sapa gadis itu.


Dengan setengah sadar, Mike menjauhkan wajahnya saat gadis itu ingin mencium Mike lagi.


Mike melihat ke arah gadis itu sekilas, kemudian melihat sekeliling ruangan. Dengan cepat Mike menyadari kalau dia sedang berada di kamar hotel miliknya.


"Bagaimana kau bisa masuk?. Sekarang juga, pergi dari sini," ucap Mike santai sambil berlalu menuju kamar mandi.


Gadis itu tampak kesal, dengan cepat ia mendekap Mike dari arah belakang dan mencoba merayu Mike sambil menceritakan pergumulan panas mereka tadi malam.


Mike memutar tubuhnya, "Lupakan apa yang kita lakukan, aku tidak mau terlibat dengan wanita murahan sepertimu. Pergilah, sebelum kau menyesal sudah berada disini," ancam Mike datar dan dingin dengan tatapan tajam.


Karena takut, Wanita itu pun dengan segera melepas pelukannya dari tubuh kekar Mike, lalu dengan cepat memakai pakaiannya kemudian membuka pintu. Tepat saat itu, Difan menerobos masuk.


Difan sedikit terperanjat saat mendapati seorang wanita sedang berada di kamar hotel tersebut bersama Mike.


"Kau lihat apa?. Minggir!!," ucap wanita itu kesal.


Difan pun menggeser tubuhnya dan membiarkan wanita itu pergi darisana.


"Kau sedang apa disitu?" ucap Mike saat memperhatikan Difan yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Kau tahu, aku mencarimu kemana-mana. Sementara kau justru bersenang-senang dengan wanita itu lagi?" ucapnya sesaat setelah wanita itu pergi.


"Urus wanita itu, jangan sampai dia membuat masalah," ucap Mike.


"Bukannya kau yang selalu membuat masalah," celetuk Difan sambil menggeleng melihat kelakuan Mike.


"Karin mengkhawatirkanmu," tutur Difan yang sontak menghentikan langkah Mike sesaat menuju kamar mandi.


Mike menarik sudut bibirnya, "Aku tidak akan pulang, sebelum gadis itu yang memintanya," tutur Mike kemudian.


...****************...


"Mike bilang begitu?" tanya Karin memastikan pada Difan yang kini sudah berada di rumahnya.


Difan mengiyakan.


"Baiklah. Biarkan saja Mike tetap tinggal disana. Toh aku tidak akan rugi apapun," tantang Karin yang sebenarnya sangat lega saat tahu Mike baik-baik saja.


"Ayolah Karin, kamu tahu sendiri, Mike itu sangat buas jika kamu meninggalkannya sendirian. Dia bisa melakukan apa saja untuk memenuhi kegilaannya."


"Aku tidak peduli, dia memang orang gila," ucap Karin yang ternyata didengarkan langsung oleh Mike dari saluran jarak jauh yang sengaja dipasang oleh Mike di ponsel Difan.


Mendengar hal itu, Mike tampak kesal.


Karin melanjutkan, "Oh, iya. Katakan padanya, kalau dia tetap tidak mau pulang, putuskan saja kontrak bodoh itu dan tinggalkan aku."


Mike pun mulai gelisah.


"Kau dengar sendiri kan Mike apa yang dikatakan Karin?" ucap Difan beberapa waktu berikutnya setelah meninggalkan kediaman Mike.


"Aku harus memikirkan cara lain agar Karin tidak berhubungan lagi dengan pria itu."


...****************...


Keesokan harinya.


"Kamu tau Karin, mas Bagas dapat promosi dari dekan kampus. Akhirnya proposal mas Bagas diterima di Inggris," ucap Bagas dengan sumringah.


"Wah, selamat ya mas."


"Besok mas Bagas akan pindah sementara ke Inggris untuk mengurus semuanya. Mas bahagia sekali, Karin."


Karin tersenyum getir, "Karin juga seneng mas dengernya."


"Mas pasti bakal kangen sama kamu. Mas janji akan sering-sering pulang untuk nengokin kamu disini."


Karin mengangguk sedih.


"Mas sayang kamu, Karin. Selama mas nggak ada, kamu jaga diri baik-baik ya."


Bagas dan Karin pun saling berpelukan. Sebenarnya Karin sangat sedih karena harus melepaskan Bagas pergi jauh darinya. Namun, ia juga tidak berdaya untuk mencegah Bagas sebab pergi ke Inggris untuk mengembangkan karir adalah keinginan Bagas sejak dulu.


...****************...


Malam hari pun tiba, dengan berjalan lemas, Karin memasuki rumah Mike. Mengingat ia tidak akan bertemu dengan Bagas dalam waktu yang lama membuatnya tidak rela.


Terbesit ide gila dipikiran Karin untuk ikut bersama Bagas. Namun, mengingat ia masih terikat kontrak dengan Mike, membuat Karin tak bisa berbuat banyak. Entah sampai kapan ia harus hidup menjadi budak pemuas nafsu pria itu.


Dalam kegelapan malam, pikiran Karin bergelayut tentang semua yang dialaminya semenjak pertemuan dirinya dengan Mike. Tentang takdir hidup yang akan membawanya berkelana entah sejauh mana.


"Welcome Home, Honey," ucap Mike tersenyum lebar menyambut kedatangan Karin seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


Mike mendekat ke arah Karin yang masih terdiam dan seketika langsung menyambar bibir Karin tanpa banyak bicara.


Karin meronta mencoba melepaskan dekapan Mike yang terus mencumbu bibirnya. Cumbuan Mike pun semakin memanas hingga membuat Karin semakin berusaha keras untuk melepaskan diri dari Mike, tak lama Mike pun menghentikan aksinya.


"Baiklah, sampai sini saja. Aku tidak akan berbuat lebih jauh, karena ini pertemuan pertama kita setelah beberapa hari ini. Good night," ucap Mike yang seketika berlalu pergi meninggalkan Karin yang sangat kesal.


"Dasar pria sinting!!!" teriak Karin meneteskan air mata.