Bad CEO

Bad CEO
Tentang Bagas



"Ternyata Mas Bagas Rektor, toh?. Ya ampun, mas Bagas keren banget."


"Biasa aja Karin," Bagas tersenyum manis.


"Eh, ada pak Rektor. Mau pesan apa pak?" sapa pelayan kantin.


"Saya pesen mie ayam pake bakso dua mangkok, sama jus jeruknya dua yah."


"Siap, pak."


"Mas Bagas nggak masalah makan siang bareng aku?"


"Nggak, santai aja. Aku justru senang bisa makan bareng kamu, aku jadi teringat sama kenangan kita."


Wajah Karin seketika berubah tegang.


"Mas Bagas masih sering ketemu mba Siska?" Karin mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.


"Masih, sesekali saja. Lagian sekarang kan Siska sudah menikah, dia juga sibuk sama keluarganya."


Percakapan mereka berhenti saat pelayan mengantarkan pesanan mereka.


"Karin, apa kamu sekarang sudah punya pacar?" tanya Bagas datar.


"Uhukkkkk..uhukkkk..," bakso yang ada dalam mulut Karin nyaris saja tertelan olehnya saat mendengar pertanyaan Bagas.


"Kamu baik-baik aja?" Bagas menyodorkan minuman ke Karin.


Karin menggeleng, "Uhukkk..," rasa gatal masih tersisa di tenggorokannya.


Bayangan tiga tahun silam pun berputar kembali.


Tiga tahun lalu, Bagas dan Karin bertemu saat Bagas melakukan KKN di desa tempat Karin tinggal.


Karena sering bertemu, lambat laun Bagas mulai menaruh perasaan pada Karin. Perasaan yang tidak pernah Bagas rasakan sebelumnya termasuk pada kekasihnya saat itu yang bernama Siska.


Siska dan Bagas kebetulan melakukan proyek mereka di desa yang sama, hanya saja berbeda lokasi tempat tinggal.


Meskipun Bagas sudah memiliki kekasih, tapi Bagas tidak bisa menolak pesona Karin yang telah merebut perhatiannya.


Karin yang tau kalau Bagas saat itu berpacaran dengan Siska tentu saja menolak tegas pemuda itu saat Bagas menyatakan perasaannya pada Karin meskipun Karin sendiri juga menaruh hati pada Bagas.


Untuk meyakinkan Karin agar menerimanya, Bagas bahkan rela memutuskan hubungannya dengan Siska. Hingga membuat Siska meradang dan melabrak Karin habis-habisan.


Karin yang lemah hanya mampu diam saat Siska menganiaya gadis itu, bahkan Siska tega menyebarkan gosip tentang Karin yang telah merebut Bagas dari Siska hingga membuat orang-orang desa membenci bahkan hampir mengusir Karin karena dianggap membuat malu desa mereka.


Bagas yang tidak tega melihat Karin, akhirnya meminta maaf pada Siska dan menyambung kembali hubungan mereka dengan syarat Siska harus membersihkan nama Karin dari gosip yang Siska buat. Siska pun menyanggupi.


Sejak saat itu, Bagas mulai menjauhi Karin, padahal hatinya sangat tersiksa saat harus berjauhan dari gadis pujaannya. Hingga akhirnya proyek KKN Bagas pun selesai.


Bagas kemudian berpamitan dan kembali ke kota meninggalkan Karin dan semua kenangan mereka.


Bagas ternyata masih menyimpan perasaan yang sama terhadap Karin hingga hari ini, meskipun tiga tahun telah berlalu.


...****************...


Sore harinya, Mike melihat Karin kembali diantar oleh Bagas tepat sesaat setelah Mike memasuki gerbang rumah.


Mike menoleh sejenak, melihat interaksi kedua orang itu disana. Setelahnya, Mike pun meninggalkan keduanya lalu masuk ke dalam rumah.


Saat makan malam, Mike melihat ekspresi tidak biasa di wajah Karin sesaat setelah gadisnya itu kembali melihat ponsel miliknya yang terus berdering untuk kesekian kalinya itu.


Bahkan Karin yang biasanya menanyakan ini dan itu pada Mike tampak tidak seperti biasanya malam ini, hingga membuat Mike terlihat sedikit kesal.